Tradisi Unik Lebaran dari Berbagai Negara di Dunia, Mulai dari Salat di Tepi Laut Hingga Menyanyikan Lagu Spesial Lebaran - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Airin Levina

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Januari 2020

Rabu, 15 Januari 2020 14:03 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Tradisi Unik Lebaran dari Berbagai Negara di Dunia, Mulai dari Salat di Tepi Laut Hingga Menyanyikan Lagu Spesial Lebaran

    Dibaca : 214 kali

    Lebaran Idul Fitri merupakan hal yang selalu ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh belahan dunia. Memasuki minggu ketiga Ramadhan, para muslim di Indonesia pun sudah berbondong-bondong belanja perlengkapan untuk lebaran seperti baju baru dan mukena baru. Tak ketinggalan, lebaran di Indonesia juga identik dengan ketupat, rendang, opor ayam, serta kue kering lainnya.

    Namun, bukan hanya Indonesia saja yang memiliki tradisi khas lebaran. Beberapa negara berikut juga memiliki tradisi yang dilakukan saat lebaran, lho. Yuk, simak!

    1. Suriname

    Negara yang terletak di selatan Amerika ini ternyata masih memiliki ikatan darah dengan pribumi, khususnya suku Jawa. Pasalnya, pada masa penjajahan Belanda dulu, banyak penduduk asli Jawa dikirim ke Suriname sebagai kuli kontrak. Uniknya, mereka menentukan Hari Raya Idul Fitri menggunakan prajangka atau perhitungan ala primbon Jawa yang berasal dari peninggalan nenek moyang sejak ratusan tahun lalu.

    2. Turki

    Idul Fitri di Turki dikenal dengan nama Bayram. Di sana pun, terdapat sebuah festival gula atau seker baryam yang diselenggarakan saat hari lebaran tiba. Nama tersebut digunakan karena setelah melakukan sungkem, warga Turki akan mengantarkan makanan-makanan manis ke rumah tetangga terdakat.

    Selain itu, untuk menyambut Idul Fitri, mereka juga akan mengenakan pakaian khusus yang disebut Bayramlik. Tak ketinggalan, mereka pun memiliki sapaan khusus untuk mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri seperti, “Mutlu Bayramlar”, “Bayraminiz Mubarek Olsun”, atau “Bayraminiz Kutlu Olsun”.

    3. Cina

    Di negara tirai bambu ini, perayaan Idul Fitri cenderung berpusat di kota Xinjiang dan Yunnan karena mayoritas muslim tinggal di daerah tersebut. Mereka memiliki sebuah tradisi unik, yaitu setelah bersilaturahmi dengan keluarga dan para tetangga, mereka akan berziarah ke makam leluhur. Hal tersebut mereka lakukan untuk menghormati ratusan ribu muslim yang tewas selama Dinasti Qing.

    4. Italia

    Selain terkenal dengan pizza dan pastanya, ternyata negara ini memiliki sebuah tradisi unik saat Idul Fitri, lho. Masyarakat Italia melakukan sholat Ied di lapangan terbuka, salah satunya di tepi laut.

    5. Mesir

    Saat Idul Fitri tiba, Mesir akan memberlakukan libur nasional selama tiga hari. Tidak berbeda dengan Indonesia, di Mesir setelah menunaikan Salat Ied mereka akan melakukan silaturahmi. Namun, mereka hanya bersilaturahmi dengan sanak saudara saja dan tidak berkunjung ke rumah tetangga. Tak ketinggalan, untuk memeriahkan ajang silaturahmi, biasanya mereka akan menyediakan makanan khas Lebaran yaitu Ranja yang terbuat dari ikan asin dan acar.

    6. Myanmar

    Walaupun tidak memiliki hari libur nasional saat hari raya Idul Fitri, namun masyarakat Myanmar tetap semarak melaksanakan Ramadan. Selama puasa berlangsung, mereka menyelenggarakan acara yang disebut ‘Jago’ atau bangun. Mereka berkeliling menyanyikan lagu popular dari film Hindi dengan lirik yang diganti menjadi Bahasa Burma dan menceritakan tentang puasa. Wah, kreatif, ya!

    7. Pakistan

    Perayaan lebaran di Pakistan tidak hanya diselenggarakan dalam sehari, dua hari, atau tiga hari. Melainkan, selama sebulan penuh! Dengan lamanya peringatan lebaran tersebut, masyarakat Pakistan pun memiliki kebiasaan berbagi dan juga mempunyai makanan wajib yang bernama Al-Khurmah Sheer. Makanan tersebut terbuat dari campuran kurma dan susu yang disajikan dengan mie gandum manis.

    Yup, itulah negara yang memiliiki tradisi unik saat Ramadhan dan Idul Fitri. Setiap tradisi dari negara masing-masing membuktikan bahwa keberagaman yang ada di dunia ini amatlah banyak. Mereka mampu merayakan sebuah peringatan dengan cara mereka sendiri. Dan kita pun harus mampu menghormati setiap perbedaan yang ada dengan baik.

    Kutipan informasi dari: IowaJournalist.org


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.