Diproduseri Nicholas Saputra, Ini 5 Alasan Wajib Nonton Film Dokumenter Semesta - Seleb - www.indonesiana.id
x

Sinta Nurhikmah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 September 2019

Sabtu, 18 Januari 2020 18:32 WIB
  • Seleb
  • Berita Utama
  • Diproduseri Nicholas Saputra, Ini 5 Alasan Wajib Nonton Film Dokumenter Semesta

    Dibaca : 942 kali

    Film dokumenter yang berdurasi selama 90 menit bertajuk Semesta, yang digarap oleh Nicholas Saputra bersama dengan Mandy Marahimin akan mengisahkan tentang mereka yang merawat Indonesia. Dengan menonjolkan tujuh sosok protagonis yang berasal dari latar belakang berbeda, mulai dari suku, budaya, tempat tinggal, hingga agama. Mulai dari Aceh, Jakarta, Yogyakarta, Bali, Kalimantan, Flores, serta Papua akan mewakili sebagai manusia dan yang hidup di alam Indonesia yang beragam. 

    Tak hanya itu saja, film Semesta memiliki lima fakta menarik yang bisa kita simak terlebih dahulu berikut ini:

    1. Merupakan film dokumenter panjang Tanakhir Films

    Dengan menggaet Chairun Nissa sebagai sang sutradara yang menggarap film dokumenter panjang, mampu membuat Tanakhir Films bangga. Semenjak didirikan tahun 2013, Tanakhir Films lebih sering menggarap film dokumenter pendek dan juga film fiksi yang panjang, sehingga Semesta menjadi film dokumenter panjang pertama yang mereka garap. Bahkan film ini pun telah menjadi salah satu nominator film dokumenter terbaik di Festival Film Indonesia November 2018 lalu.

    2. Melangsungkan world premier di Barcelona

    Sebelum tayang di Indonesia, film Semesta sudah terlebih dahulu melakukan world premier di Suncine International Environmental Film Festival. Festival ini diadakan khusus di kota Barcelona, yang juga secara khusus dilangsungkan hanya untuk film-film dokuemter yang bertemakan lingkungan.

    3. Suguhan film dokumenter yang berbeda

    Jika menurut beberapa orang, film dokumenter merupakan film yang membosankan dan hanya itu-itu saja peroslan yang dibahas, berbeda dengan film Semesta. Ingin menghapuskan stigma film dokumenter yang membosankan, Mandy Marahimin mengungkapkan bahwa film dokumenter merupakan media yang bisa mengangkat sisi tentang keIndonesiaan. Lewat film Semesta, teknik pengambilan gambar, perekaman suara, pembuatan musik ilustrasi, dan juga tahapan penyuntingan akan sangat berbeda dengan film dokumenter kebanyakan.

    4. Menyajikan sisi Indonesia dari berbagai penjuru dunia

    Melalui film Semesta, kita akan diberikan suguhan tentang sisi Indonesia dari berbagai penjuru dunia dengan membuka wawasan dan juga memberikan kita inspirasi. Tak perlu mempermasalahkan perbedaan yang dimiliki, jika memang tetap satu darah Indonesia, kita tetap harus bisa berbuat sesuatu yang lebih untuk alam Indonesia dan juga dunia yang pada saat ini sedang melalui sebuah krisis. Untuk itu, film ini wajib disaksikan karena akan membuka mata, hati, dan juga pikiran kita mengenai Indonesia yang “lain”.

    5. Project film kesekian untuk Mandy Marahimin

    Setelah selalu sukses dengan film yang sudah digarapnya, Mandy Marahimin kembali ingin membuktikan kepada dunia akan kemampuan mumpuninya. Mulai dari film Kulari ke Pantai (2018), Keluarga Cemara (2019), dan Bebas (2019) yang semuanya tentu kita tahu menuai sukses yang gemilang, kini dengan menggarap film dokumenter Semesta Mandy Marahimin bersama dengan Nicholas Saputra bekerjasama. Akankah menuai keberhasilan yang sama pada film-film sebelumnya?

                                                                                               


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: iin anggryani

    2 hari lalu

    Kerakusan Manusia untuk Kekuasaan

    Dibaca : 452 kali

    Salam.. Manusia adalah salah satu makhluk yang di ciptakan Allah yang diberi kesempurnaan berupa kelengkapan akal dan nafsu sehingga beda dengan makhluk lainnya. Bumi adalah tempat hidupnya manusia. Manusia adalah makhluk yang paling unik juga na’if. Manusia pada dasarnya adalah makhluk bersosial, bermasyarakat dan berkelompok. Manusia diciptakan dengan dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan. Sedangkan kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan atau di berikan kepada salah satu manusia atau kelompok yang dianggap mampu mengemban tugas tersebut. Manusia berlaku sebagai subjek sekaligus objek dalam kekuasaan atau jabatan. Manusia era sekarang ini berlomba-lomba untuk menduduki wewenang kekuasaan, segala cara mereka lakukan agar bisa mendapatkan posisi itu. Yah karena menurut mereka dengan mampu menduduki wilayah kekuasaan itu merupakan sebuah keistimewaan, kebnaggaan bagi mereka. Mereka tidak tahu berani naik dan berada di posisi itu adalah sebuah tanggungjawab besar yang kelak mereka harus memenuhinya, yang banyak manusia lain bertumpu dan beradu nasib padanya. Tapi kita lihat saja koledornya sekarang ini, banyak manusia yang berada di jabatan sebagai pemimpin daerah, desa bahkan Negara yang lupa akan tugas utamanya, menaungi masyarakat sehingga dengan itu banyak sekali kita lihat sekarang ini pemimpin banyak yang dzolim. Banyak sekarang ini terjadi perang saudara, saling bacok membacok, anak membunuh ayah, kakak membuh adek itu tidak lain motifnya karena berebutan kekuasaan. Memang tidak heran lagi banyak orang bilang dari dulu sampai sekarang kekuasaan dan kedudukan selalu saja menjadi objek yang menarik manusia untuk merebutnya. Banyak sekali kita lihat manusia yang menjadi gila karena haus akan kekuasaan, sehingga apapun cara rela dilakukan demi meraihnya. Kekuasaan memang membuat kita lupa diri dan membutakan hati nurani kita. Kekuasaan terlihat seperti madu dari jauh oleh mata manusia yang haus akannya, yang seketika akan berubah jadi racun apabila kita mendekati dan ada didalamnya. Karena ketika kita berada dalam kekuasaan jelas sekali agama dan ajaran moral, etika akan disingkirkan. Harus kejam itulah senjatanya. Ketika berada dalam kekuasaan, orang yang benar dan luruspun bisa menjadi tersesat, apalagi yang sebelumnya tidak benar. Orang bijak pernah mengatakan “bila ingin hidup dalam kebenaran, maka hindarilah untuk masuk dalam kekuasaan”. Orang-orang yang sudah terpedaya dan sangat haus akan kekuasaan akan rela melakukan apa saja dan mengejarnya bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun bahkan rela mengorbankan segala hal. Machiavelli mengatakan pada dasarnya, selalu ada manusia didunia ini yang memiliki ambisi besar untuk berkuasa, dan merealisasikan ambisinya itu dengan berbagai cara. Manusia harusnya dengan kekuasaan itu harus memberikan manfaat dan pelayanan yang baik bagi rakyatnya. Kekuasaan biasanya tergantung dari manusia mana yang memegangnya, kalau orang baik yang memegangnya maka kekuasaan akan digunakan untuk melayani masyarakat sehingga terciptanya kemakmuran, kedamaian, dan keteraturan. Dan sebaliknya kalau orang salah, gila jabatan dan haus akan kekuasaan maka tidak heran lahir semua kehancuran, banyak permusuhan, saling benci dan lain sebagainya. Manusia ketika mendapati sebuah kekuasaan banyak berubahnya, menganggap dirinya yang paling tinggi dari manusia lainnya dan seenaknya memperlalukan yang lainnya. Manggekompo, 18 Januari 2020 I’in Khairudin