Siap untuk Gebrakan Merdeka Belajar di Kampus? - Analisa - www.indonesiana.id
x

Nadiem Makarim tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 21 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

Budi Susanto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Januari 2020

Kamis, 23 Januari 2020 11:28 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Siap untuk Gebrakan Merdeka Belajar di Kampus?

    Dibaca : 1.050 kali

    Gebrakan baru wajah pendidikan Indonesia. Setelah lama jadi polemik, pro-kontra, akhirnya Ujian Nasional (UN) dihapus mulai tahun 2021. Kebijakan berani dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

    Penghapusan UN jadi bukti bahwa Menteri Nadiem betul-betul serius ingin merealisasikan cita programnya: Merdeka Belajar.

    Nasib pendidikan murid tidak lagi bergantung pada standar nilai UN yang hanya berlangsung beberapa hari. Murid tidak lagi terbebani nilai UN yang hanya beberapa hari padahal bertahun-tahun selalu juara kelas di sekolah.

    Murid tidak tumbuh potensi dan kompetensinya gara-gara fokusnya "yang penting nilai UN sesuai syarat lulus". Lalu Guru pun hanya formalitas mengajar. Sempit ruang kreativitas bisa membentuk karakter murid bagi masa depannya. Asal murid pandai menghafal.

    Menteri Nadiem, memerdekakan itu semua. Itu untuk kebijakan di pendidikan dasar, menengah dan atas.

    Lalu bila dipahami dari kebijakan Menteri Nadiem menghapus UN, mungkin saja akan diterapkan Merdeka Belajar di perguruan tinggi. Cerna saja, sikap Menteri Nadiem yang berani menghapuskan UN. Padahal selama ini hanya wacana. Tanpa realisasi.

    Keberanian dan pemikiran perubahan dari Menteri Nadiem mungkin saja bakal bergulir juga ke kampus.

    Entah apa bentuk kebijakannya, namun yang pasti merdeka belajar. Seperti diwujudkannya ke pendidikan dasar, menengah dan atas.

    Sinyal itu sebetulnya mulai terlihat. Ketika Menteri Nadiem menyampaikan kemerdekaan belajar saat sidang tertutup pemilihan Rektor ITB periode 2020-2025. Begitu juga di pelantikan Rektor UI yang baru, Menteri Nadiem dengan tegas mengatakan kampus sudah saatnya merdeka belajar.

    Cita Merdeka Belajar dari Menteri Nadiem malah disambut baik Rektor IPB Prof Arif Satria. Pada sebuah perhelatan, Rektor IPB dengan jelas menyebutkan bahwa IPB siap mengimplementasikan merdeka belajar.

    Jika dianalisis, bukan tak mungkin merdeka belajar tercipta juga di perguruan tinggi. Sinyalnya sudah ada dari tiga kampus unggulan di Indonesia.

    Agar kampus pun bukan hanya memberikan 'beban' untuk kelulusan Mahasiswa. Tapi jadi wadah pembentuk kepastian bakatnya. Potensi yang menghadirkan kemanfaatan bagi Indonesia dan kancah global. Tidak sekadar 'pabrik' pencetak tenaga kerja.

    Dosen dan Mahasiswa pun saling interaktif. Perguruan tinggi dapat memahami apa arah yang ingin dicapai mahasiswanya untuk masa depan.

    Mari menunggu gebrakan Menteri Nadiem memerdekakan belajar di kampus.*


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.