Penolakan FIFA, Menjadi Momentum Pembelajaran PSSI - - www.indonesiana.id
x

FIFA

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 23 Januari 2020 21:08 WIB
  • Berita Utama
  • Penolakan FIFA, Menjadi Momentum Pembelajaran PSSI

    Dibaca : 826 kali

    "Rencana pemerintah Indonesia dan PSSI untuk mengundurkan waktu kick-off Piala Dunia U-20 2021 di Juli 2021 sepertinya sulit dilakukan," tulis rilis dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia (Kemenpora) setelah rapat dengan PSSI. 

    Rilis tersebut, sore ini telah beredar di berbagai media online nasional. Namun, dalam rilis ataupun pemberitaan utuh, tidak ada penjelasan bahwa penolakan tersebut berasal dari surat jawaban FIFA. 

    Bila rilis tersebut benar, maka inilah momentum yang sangat baik bagi PSSI, agar belajar dari penolakan FIFA. Mengapa? 

    Budaya PSSI dengan PT LIB nya yang sangat mudah mempermainkan/memundurkan jadwal kompetisi liga Indonesia di berbagai kasta, sejak saat ini harus di setop. 

    Sebab, dengan memundurkan jadwal, efek domino yang terkorbankan dan dikorbankan akan banyak sekali. 

    Selama ini, budaya memundurkan jadwal kompetisi oleh PSSI, seolah tidak pernah menjadi pembelajaran, dan menampakkan ketidakcerdasan organisasi PSSI dalam memenej kompetisi. 

    Hanya karena "suatu hal" yang seharusnya tidak boleh menjadi penghambat berputarnya kompetisi tepat waktu sesuai yang telah ditetapkan, seringkali PSSI secara sepihak menunda dan memundurkan jadwal kompetisi. 

    Coba kita belajar dari penolakan FIFA, yang menolak permohonan PSSI memundurkan jadwal Piala Dunia U-20. 

    Memang FIFA itu PSSI? Seharusnya sebelum mengajukan permohonan memundurkan jadwal, PSSI minimal sudah berpikir dan mencari tahu mengapa jadwal Piala Dunia U-20 seperti itu. 

    Sehingga ketika permohonan di tolak dan alasan penolakan sangat kuat dan logis, menjadikan PSSI seperti "kerbau dicucuk hidungnya", seperti organisasi bodoh. 

    Sejatinya, alasan PSSI dan Pemerintah Indonesia mengajukan permohonan pengunduran jadwal Piala Dunia, juga logis dan masuk akal. 

    Dalam surat permohonan, PSSI memberikan alasan karena masalah recovery pemain yang tidak maksimal seusai menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadan yang jatuh pada 14 Mei 2021. 

    Sementara jadwal Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia akan berlangsung pada 24 Mei sampai 12 Juni 2021, artinya kick-off Piala Dunia U-20 2021 itu digelar hanya berselang 10 hari setelah Hari Raya Idul Fitri 14 Mei 2021. 

    Meskipun alasan permohonan PSSI masuk akal, namun ternyata FIFA memiliki jawaban yang justru sangat logis dan masuk akal, karena FIFA bukanlah federasi sepak bola dunia "yang kaleng-kaleng". 

    Program FIFA untuk semua kompetisi di bawah naungannya sudah pasti dan tidak bisa diubah, karena penyusunan jadwal di FIFA sudah di count down (hitung mundur) minimal setahun sebelumnya. 

    Jadwal FIFA, seusai Piala Dunia U-20 2021 akan ada Piala Dunia antar klub di China. Juga karena setelah itu kompetisi profesional di Eropa dan Amerika sudah mulai bergulir. 

    Jadwal Piala Dunia antar klub sendiri sudah terjadwal akan digelar di China pada 17 Juni sampai 4 Juli 2021, hanya berselang lima hari dari berakhirnya Piala Dunia U-20. 

    Sementara kompetisi sepak bola profesional di Eropa dan Amerika terjadwal mulai digelar bulan Agustus. Begitulah susunan jadwal kompetisi FIFA, di mana semua jadwal kompetisi akan melibatkan pemain yang sudah barang tentu ada yang terlibat dalam Piala Dunia U-20. 

    Dengan demikian, tanpa perlu menolak permohonan PSSI, dan hanya dengan memaparkan program kompetisi FIFA yang sudah valid, maka semua kompetisi yang telah diprogram kan FIFA wajib berjalan sesuai kalender. 

    Budaya PSSI selama ini, dengan mudah memundurkan jadwal kompetisi, lebih banyak hanya berpikir karena persoalan internal di PSSI, tidak memedulikan pihak klub, pemain, dan stakeholder terkait, sudah menjadi tradisi yang merugikan semuanya, tanpa pernah PSSI berpikir mengganti biaya ganti rugi kepada klub pemain, dan stakeholder terkait yang telah menjadi korban. 

    Tak dapat diundurkannya jadwal Piala Dunia U-20 karena program kompetisi FIFA sudah terjadwal dan tak dapat diganggu gugat, harus menjadi momentum bagi PSSI agar semakin dewasa dan cerdas dalam menentukan dan menetapkan jadwal semua program yang baku. 

    Semoga di Kongres PSSI yang akan digelar dua hari mendatang di Bali, hal ini menjadi perhatian sangat-sangat serius, agar persoalan jadwal kegiatan PSSI tak terbudaya "kaleng-kaleng". 

     

    "Rencana pemerintah Indonesia dan PSSI untuk mengundurkan waktu kick-off Piala Dunia U-20 2021 di Juli 2021 sepertinya sulit dilakukan," tulis rilis dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia (Kemenpora) setelah rapat dengan PSSI. 

    Rilis tersebut, sore ini telah beredar di berbagai media online nasional. Namun, dalam rilis ataupun pemberitaan utuh, tidak ada penjelasan bahwa penolakan tersebut berasal dari surat jawaban FIFA. 

    Bila rilis tersebut benar, maka inilah momentum yang sangat baik bagi PSSI, agar belajar dari penolakan FIFA. Mengapa? 

    Budaya PSSI dengan PT LIB nya yang sangat mudah mempermainkan/memundurkan jadwal kompetisi liga Indonesia di berbagai kasta, sejak saat ini harus di setop. 

    Sebab, dengan memundurkan jadwal, efek domino yang terkorbankan dan dikorbankan akan banyak sekali. 

    Selama ini, budaya memundurkan jadwal kompetisi oleh PSSI, seolah tidak pernah menjadi pembelajaran, dan menampakkan ketidakcerdasan organisasi PSSI dalam memenej kompetisi. 

    Hanya karena "suatu hal" yang seharusnya tidak boleh menjadi penghambat berputarnya kompetisi tepat waktu sesuai yang telah ditetapkan, seringkali PSSI secara sepihak menunda dan memundurkan jadwal kompetisi. 

    Coba kita belajar dari penolakan FIFA, yang menolak permohonan PSSI memundurkan jadwal Piala Dunia U-20. 

    Memang FIFA itu PSSI? Seharusnya sebelum mengajukan permohonan memundurkan jadwal, PSSI minimal sudah berpikir dan mencari tahu mengapa jadwal Piala Dunia U-20 seperti itu. 

    Sehingga ketika permohonan di tolak dan alasan penolakan sangat kuat dan logis, menjadikan PSSI seperti "kerbau dicucuk hidungnya", seperti organisasi bodoh. 

    Sejatinya, alasan PSSI dan Pemerintah Indonesia mengajukan permohonan pengunduran jadwal Piala Dunia, juga logis dan masuk akal. 

    Dalam surat permohonan, PSSI memberikan alasan karena masalah recovery pemain yang tidak maksimal seusai menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadan yang jatuh pada 14 Mei 2021. 

    Sementara jadwal Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia akan berlangsung pada 24 Mei sampai 12 Juni 2021, artinya kick-off Piala Dunia U-20 2021 itu digelar hanya berselang 10 hari setelah Hari Raya Idul Fitri 14 Mei 2021. 

    Meskipun alasan permohonan PSSI masuk akal, namun ternyata FIFA memiliki jawaban yang justru sangat logis dan masuk akal, karena FIFA bukanlah federasi sepak bola dunia "yang kaleng-kaleng". 

    Program FIFA untuk semua kompetisi di bawah naungannya sudah pasti dan tidak bisa diubah, karena penyusunan jadwal di FIFA sudah di count down (hitung mundur) minimal setahun sebelumnya. 

    Jadwal FIFA, seusai Piala Dunia U-20 2021 akan ada Piala Dunia antar klub di China. Juga karena setelah itu kompetisi profesional di Eropa dan Amerika sudah mulai bergulir. 

    Jadwal Piala Dunia antar klub sendiri sudah terjadwal akan digelar di China pada 17 Juni sampai 4 Juli 2021, hanya berselang lima hari dari berakhirnya Piala Dunia U-20. 

    Sementara kompetisi sepak bola profesional di Eropa dan Amerika terjadwal mulai digelar bulan Agustus. Begitulah susunan jadwal kompetisi FIFA, di mana semua jadwal kompetisi akan melibatkan pemain yang sudah barang tentu ada yang terlibat dalam Piala Dunia U-20. 

    Dengan demikian, tanpa perlu menolak permohonan PSSI, dan hanya dengan memaparkan program kompetisi FIFA yang sudah valid, maka semua kompetisi yang telah diprogram kan FIFA wajib berjalan sesuai kalender. 

    Budaya PSSI selama ini, dengan mudah memundurkan jadwal kompetisi, lebih banyak hanya berpikir karena persoalan internal di PSSI, tidak memedulikan pihak klub, pemain, dan stakeholder terkait, sudah menjadi tradisi yang merugikan semuanya, tanpa pernah PSSI berpikir mengganti biaya ganti rugi kepada klub pemain, dan stakeholder terkait yang telah menjadi korban. 

    Tak dapat diundurkannya jadwal Piala Dunia U-20 karena program kompetisi FIFA sudah terjadwal dan tak dapat diganggu gugat, harus menjadi momentum bagi PSSI agar semakin dewasa dan cerdas dalam menentukan dan menetapkan jadwal semua program yang baku. 

    Semoga di Kongres PSSI yang akan digelar dua hari mendatang di Bali, hal ini menjadi perhatian sangat-sangat serius, agar persoalan jadwal kegiatan PSSI tak terbudaya "kaleng-kaleng". 


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.