Millenial Wajib Tahu Arti Kata Barakallah Fii Umrik yang Banyak Beredar di Instagram dan Twitter Saat Ini! - Analisa - www.indonesiana.id
x

Barakallah fii Umrik

Alvinda Dyah Ayu

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 September 2019

Senin, 27 Januari 2020 13:23 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Millenial Wajib Tahu Arti Kata Barakallah Fii Umrik yang Banyak Beredar di Instagram dan Twitter Saat Ini!

    Dibaca : 805 kali

    Beberapa dari Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata bahasa arab yang kerap kali diucapkan ini. Ya, kakumat dalam bahasa Arab yang berbunyi Barakallah fii Umrik ini kerap kali diucapkan seseorang kepada orang lain. Dan bahkan saat ini ada banyak orang yang memberi ucapan ini melalui media sosial online seperti instagram dan twitter.

    Pertanyaannya sekarang, mungkin untuk Anda yang masih awam dan belum paham arti kalimat Barakallah fii Umrik ini bertanya-tanya apa sih arti Barakallah fii Umrik. Kok banyak sekali orang yang mengucapkan ini kepada orang lain. 

    Oke, untuk lebih jelasnya mari kita simak ulasan tentang arti Barakallah fii Umrik yang saat ini sudah banyak beredar di media sosial. 

    Arti Barakallah Fii Umrik

    Oke, jadi Barakallah fii Umrik merupakan kata atau ucapan dalam bahasa Arab yang artinya adalah semoga diberikan umur yang berkah.

    Ya, sekarang sudah tahu kan apa tujuan seseorang mengucapkan kata ini kepada orang lain? 

    Tentu saja tujuannya adalah untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada orang tersebut.

    Barakallah fii Umrik sama artinya dengan Happy Birthday dalam bahasa inggris. 

    Nah, kalau Happy Birthday biasanya seringkali diucapkan oleh orang barat.

    Barakallah fii Umrik ini seringkali diucapkan oleh orang Arab. Bahkan tak sedikit orang Indonesia saat ini yang mengucapkan kata tersebut jika ada kerabat, keluarga atau sahabat yang ulang tahun.

    Arti Barakallah fii Umrik sangat baik dan termasuk suatu doa jika diucapkan dengan tulus. Jadi, selain Happy Brithday, ada ucapan lagi yang lebih baik Anda gunakan dari sekarang. 

    Ucapan selamat ulang tahun dari bahasa arab ini bisa Anda ucapkan kepada sesama muslim yang sedang berulang tahun sekarang. 

    Jadi, jangan bingung lagi jika ada seseorang yang mengucapkan kata-kata ini kepada Anda ya mulai dari sekarang!

    Untuk lebih jelasnya mengetahui arti kata Barakallah fii Umrik yang banyak diucapkan saat ini. Anda bisa membaca artikel selengkapnya di rumus.co.id.

    Disana dijelaskan secara lebih detail dan lengkap tentang arti kata Barakallah fii Umrik lengkap dengan hukumnya agar Anda tidak penasaran.

    Sekian, semoga informasi bisa mengobati rasa penasaran Anda!


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.










    Oleh: iin anggryani

    3 hari lalu

    Kerakusan Manusia untuk Kekuasaan

    Dibaca : 555 kali

    Salam.. Manusia adalah salah satu makhluk yang di ciptakan Allah yang diberi kesempurnaan berupa kelengkapan akal dan nafsu sehingga beda dengan makhluk lainnya. Bumi adalah tempat hidupnya manusia. Manusia adalah makhluk yang paling unik juga na’if. Manusia pada dasarnya adalah makhluk bersosial, bermasyarakat dan berkelompok. Manusia diciptakan dengan dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan. Sedangkan kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan atau di berikan kepada salah satu manusia atau kelompok yang dianggap mampu mengemban tugas tersebut. Manusia berlaku sebagai subjek sekaligus objek dalam kekuasaan atau jabatan. Manusia era sekarang ini berlomba-lomba untuk menduduki wewenang kekuasaan, segala cara mereka lakukan agar bisa mendapatkan posisi itu. Yah karena menurut mereka dengan mampu menduduki wilayah kekuasaan itu merupakan sebuah keistimewaan, kebnaggaan bagi mereka. Mereka tidak tahu berani naik dan berada di posisi itu adalah sebuah tanggungjawab besar yang kelak mereka harus memenuhinya, yang banyak manusia lain bertumpu dan beradu nasib padanya. Tapi kita lihat saja koledornya sekarang ini, banyak manusia yang berada di jabatan sebagai pemimpin daerah, desa bahkan Negara yang lupa akan tugas utamanya, menaungi masyarakat sehingga dengan itu banyak sekali kita lihat sekarang ini pemimpin banyak yang dzolim. Banyak sekarang ini terjadi perang saudara, saling bacok membacok, anak membunuh ayah, kakak membuh adek itu tidak lain motifnya karena berebutan kekuasaan. Memang tidak heran lagi banyak orang bilang dari dulu sampai sekarang kekuasaan dan kedudukan selalu saja menjadi objek yang menarik manusia untuk merebutnya. Banyak sekali kita lihat manusia yang menjadi gila karena haus akan kekuasaan, sehingga apapun cara rela dilakukan demi meraihnya. Kekuasaan memang membuat kita lupa diri dan membutakan hati nurani kita. Kekuasaan terlihat seperti madu dari jauh oleh mata manusia yang haus akannya, yang seketika akan berubah jadi racun apabila kita mendekati dan ada didalamnya. Karena ketika kita berada dalam kekuasaan jelas sekali agama dan ajaran moral, etika akan disingkirkan. Harus kejam itulah senjatanya. Ketika berada dalam kekuasaan, orang yang benar dan luruspun bisa menjadi tersesat, apalagi yang sebelumnya tidak benar. Orang bijak pernah mengatakan “bila ingin hidup dalam kebenaran, maka hindarilah untuk masuk dalam kekuasaan”. Orang-orang yang sudah terpedaya dan sangat haus akan kekuasaan akan rela melakukan apa saja dan mengejarnya bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun bahkan rela mengorbankan segala hal. Machiavelli mengatakan pada dasarnya, selalu ada manusia didunia ini yang memiliki ambisi besar untuk berkuasa, dan merealisasikan ambisinya itu dengan berbagai cara. Manusia harusnya dengan kekuasaan itu harus memberikan manfaat dan pelayanan yang baik bagi rakyatnya. Kekuasaan biasanya tergantung dari manusia mana yang memegangnya, kalau orang baik yang memegangnya maka kekuasaan akan digunakan untuk melayani masyarakat sehingga terciptanya kemakmuran, kedamaian, dan keteraturan. Dan sebaliknya kalau orang salah, gila jabatan dan haus akan kekuasaan maka tidak heran lahir semua kehancuran, banyak permusuhan, saling benci dan lain sebagainya. Manusia ketika mendapati sebuah kekuasaan banyak berubahnya, menganggap dirinya yang paling tinggi dari manusia lainnya dan seenaknya memperlalukan yang lainnya. Manggekompo, 18 Januari 2020 I’in Khairudin