Kok Bisa? Jepang dan AS Evakuasi Warganya dari Wuhan - Pilihan - www.indonesiana.id
x

wuhan

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 30 Januari 2020 15:33 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Kok Bisa? Jepang dan AS Evakuasi Warganya dari Wuhan

    Mengapa Jepang dan AS sudah dapat mengevakuasi warganya dari Wuhan?

    Dibaca : 2.661 kali

    Kok bisa? Jepang dan Amerika Serikat dapat mengevakuasi warganya dari Wuhan, sementara negara lain termasuk Indonesia masih terkendala izin?

    Benarkah pemerintah Indonesia lamban?

    Bila netizen, pihak keluarga, dan rakyat Indonesia kecewa atas lambannya sikap pemerintahan Jokowi dalam upaya ngevakuasi warga Indonesia dari Wuhan, tentu sangat beralasan. 

    Padahal kelambanan sikap pemerintah ini bahkan sudah menjadi pembahasan, perbincangan, hingga diskusi di layar kaca, namun pihak berkepentingan selalu saja ada alasan. 

    Bahkan Presiden Jokowi sendiri juga sudah memberikan alasan. Kini apa faktanya, inilah kutipan dari kantor berita Reuters, Rabu (29/1/2020). 

    Jepang menjadi negara pertama yang berhasil mengevakuasi warganya dari Wuhan, pusat penyebaran virus Corona. Bahkan, warga yang dievakuasikan tersebut telah mendarat di bandara Haneda, Tokyo, pada pagi tadi. 

    "Pesawat charter membawa 206 penumpang asal Jepang yang dievakuasikan dari Wuhan, pusat penyebaran virus Corona."

     Selain itu, berdasarkan keterangan dari Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, total ada 650 warga Jepang di Wuhan yang berharap bisa segera dipulangkan. 

    Dengan kata lain, masih ada 444 warga yang mengantri untuk dievakuasi dari kawasan penyebaran virus Corona. 

    Selain Jepang, Amerika Serikat (AS) juga sudah berhasil membawa warganya pulang dari Wuhan. Pesawat yang membawa 201 warga AS telah tiba di bandara Anchorage, Alaska untuk mengisi bahan bakar dan lanjutkan perjalanan ke California. 

    Informasi dari Kementerian Luar Negeri AS mencatat sekitar 1.000 warga tinggal di Wuhan. Menyusul Jepang dan AS, negara yang menyatakan bakal segera mengevakuasi warga dari Wuhan adalah Australia, India, Filipina, Sri Lanka, Korea Selatan, Thailand, Prancis, Jerman, Spanyol, Algeria, dan Maroko, termasuk Malaysia. 

    Anehnya, Indonesia sendiri belum dapat memastikan apakah dapat mengevakuasi WNI di Wuhan. Kementerian Luar Negeri RI menyatakan masih menunggu proses izin evakuasi dari pemerintah China sebelum bisa memulangkan ratusan WNI yang terjebak di Wuhan. 

    Padahal Jepang dan AS saja sudah berhasil mengevakuasi tahap 1 warganya. Apakah Jepang dan AS mendapat prioritas dari China? Atau pemerintah Indonesia yang benar-benar "lelet"(lamban). 

    Coba apa kata pelaksana tugas juru bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah. Katanya, pemerintah Indonesia terus berkomunikasi dengan China terkait rencana evakuasi ini. 

    "Kami masih terus mendiskusikan dan mengupayakan fasilitasi dari pihak Tiongkok," kata Faizasyah seperti dikutip dari CNN Indonesia.com pada Rabu (29/1). 

    Setali tiga uang, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan tidak mudah memulangkan ratusan warga Indonesia dari Wuhan karena wilayah itu masih diisolasi. 

    Ini apa-apa an? Jepang dan AS sudah berhasil mengevakuasi warganya. Ke mana saja itu juru bicara Kemlu RI dan Menteri Luar Negeri RI? Padahal hingga Kamis (30/1), korban meninggal akibat virus corona di China sudah bertambah menjadi 170 orang. 

    Menurut AFF, angka ini meningkat setelah Provinsi Hubei melaporkan 38 kematian baru dengan lebih dari 1.700 kasus yang dikonfirmasi. 

    Bagaimana semua warga negara asing yang terisolir di Wuhan tidak semakin panik, termasuk warga Indonesia dan keluarganya. 

    Tetapi kok Jepang dan AS sudah berhasil evakuasi sebagian warganya? Ini kok pemerintah Indonesia dan negara selain Jepang dan AS lamban sekali ya? 

    Semoga tiga pesawat yang sudah dipersiapakn untuk mengevakuasi warga Indonesia dari Wuhan segera mendapat izin terbang dan membawa suadara kita pulang dengan selamat. Aamiin.

    Herannya, kok Jepang dan AS bisa diizinkan oleh China, ya?



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.