Sinopsis The Game Towards Zero,  Taecyeon 2PM Mampu Melihat Kematian Seseorang - Seleb - www.indonesiana.id
x

Sinta Nurhikmah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 September 2019

Selasa, 4 Februari 2020 06:15 WIB
  • Seleb
  • Berita Utama
  • Sinopsis The Game Towards Zero,  Taecyeon 2PM Mampu Melihat Kematian Seseorang

    Dibaca : 553 kali

    Melihat kematian seseorang bukanlah keahlian manusia dan hanya Tuhan yang mengetahui, kapan tepatnya seseorang menemui ajalnya. Namun, dalam KDrama The Game Towards Zero akan terlihat kapan seseorang akan menemui ajal beserta dengan kejadian yang menimpa kematiannya tersebut. Meski di luar nalar manusia, tetapi apapun bisa terjadi dalam dunia perdramaan. 

    Taecyeon 2PM yang berperan sebagai Kim Tae Pyung memiliki sebuah kemampuan untuk dapat melihat waktu dan kejadian yang menimpa seseorang, saat menemui ajalnya hanya dengan menatap mata orang tersebut.  Sebagai seseorang dengan harta berlimpah dan kecerdasan yang dimilikinya tersebut, tak hanya sedikit terasa misterius karena kemampuannya tetapi ia juga merupakan seseorang yang memiliki sifat ceria. 

    Taecyon terkenal semenjak bergabung dengan 2PM dan mengembangkan sayapnya di dunia akting, setelah pertama kali berperan dalam drama Cinderella Sister’s (2010) sebagai pemeran utama. Beberapa serial drama yang dibintanginya, seperti Dream High (2011), Lights Fight Ghost (2016), dan Save Me (2017). 

    Selain Taecyeon, Lee Yeon Hee yang berperan sebagai Seo Joon Young sebagai detektif pun turut akan memasuki dunia Tae Pyung. Sebagai seorang detektif yang ditinggal sang ayah yang berprofesi sebagai detektif pula ini, membuat Joon Young merasa tertantang. Terlebih lagi, terdapat sebuah kasus 20 tahun silam yang belum terpecahkan dan mengakibatkan sang ayah harus kehilangan nyawanya. 

    Yeon Hee beberapa kali lebih disibukkan dengan filmografi dengan akting yang mengesankan. Namun, sejak tahun 2004 ia sudah bergelut di dunia akting dengan pertama kali berperan dalam drama Emperor of The Sea dan di tahun 2017 berperan dalam The Package

    Adapun Lim Joo Hwan yang akan beperan sebagai seorang dokter yang ahli dalam bidang forensik, dan akan turut serta membantu Tae Pyung beserta Joon Young dalam mengungkapkan kasus pembunuhan berantai yang kembali terjadi. Lim Joo Hwan sendiri biasanya akan memerankan beberapa peran jahat dan kuat, sehingga mampu membekas di hati penonton. 

    Sempat berperan dalam drama populer Boys Over Flower (2006) bersama dengan Lee Min Ho, Lim Jo Hwan pun sudah terjun ke dunia akting semenjak tahun 2004 dengan berbagai judul drama dan film yang telah dikantongi. Terakhir di tahun 2017, ia berperan dalam drama The Bride of Water Good

    Jika sebelumnya Taecyeon dan Lee Yeon Hee pernah bekerjasama dalam project film Marriage Blue (2013), tetapi dengan Lim Joo Hwan keduanya belum pernah melakukan project bersama dan baru digabungkan dalam KDrama The Game Towards Zero

    Bersama dengan sutradara Jang Joon Ho yang sudah mengerjakan beberapa judul KDrama, seperti The Time (2018), Bad Thief Good Thief (2017), The Invincible Lady Cha (2015), dan juga Princess Aurora (2013), Jang Joon Ho bekerja sama dengan penulis naskah Lee Ji Hyo dalam The Game Towards Zero

    Telah memasuki episode kedelapan, drama ini akan menayangkan dua episode dalam sekali penayangan dengan total jumlah 32 episode yang akan mengudara. Bisa disaksikan setiap hari Rabu dan Kamis di KBC, untuk penayangan jam di Indonesia adalah pukul 18.55 WIB atau 08.55 pm KST. Selamat menyaksikan!


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: iin anggryani

    2 hari lalu

    Kerakusan Manusia untuk Kekuasaan

    Dibaca : 448 kali

    Salam.. Manusia adalah salah satu makhluk yang di ciptakan Allah yang diberi kesempurnaan berupa kelengkapan akal dan nafsu sehingga beda dengan makhluk lainnya. Bumi adalah tempat hidupnya manusia. Manusia adalah makhluk yang paling unik juga na’if. Manusia pada dasarnya adalah makhluk bersosial, bermasyarakat dan berkelompok. Manusia diciptakan dengan dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan. Sedangkan kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan atau di berikan kepada salah satu manusia atau kelompok yang dianggap mampu mengemban tugas tersebut. Manusia berlaku sebagai subjek sekaligus objek dalam kekuasaan atau jabatan. Manusia era sekarang ini berlomba-lomba untuk menduduki wewenang kekuasaan, segala cara mereka lakukan agar bisa mendapatkan posisi itu. Yah karena menurut mereka dengan mampu menduduki wilayah kekuasaan itu merupakan sebuah keistimewaan, kebnaggaan bagi mereka. Mereka tidak tahu berani naik dan berada di posisi itu adalah sebuah tanggungjawab besar yang kelak mereka harus memenuhinya, yang banyak manusia lain bertumpu dan beradu nasib padanya. Tapi kita lihat saja koledornya sekarang ini, banyak manusia yang berada di jabatan sebagai pemimpin daerah, desa bahkan Negara yang lupa akan tugas utamanya, menaungi masyarakat sehingga dengan itu banyak sekali kita lihat sekarang ini pemimpin banyak yang dzolim. Banyak sekarang ini terjadi perang saudara, saling bacok membacok, anak membunuh ayah, kakak membuh adek itu tidak lain motifnya karena berebutan kekuasaan. Memang tidak heran lagi banyak orang bilang dari dulu sampai sekarang kekuasaan dan kedudukan selalu saja menjadi objek yang menarik manusia untuk merebutnya. Banyak sekali kita lihat manusia yang menjadi gila karena haus akan kekuasaan, sehingga apapun cara rela dilakukan demi meraihnya. Kekuasaan memang membuat kita lupa diri dan membutakan hati nurani kita. Kekuasaan terlihat seperti madu dari jauh oleh mata manusia yang haus akannya, yang seketika akan berubah jadi racun apabila kita mendekati dan ada didalamnya. Karena ketika kita berada dalam kekuasaan jelas sekali agama dan ajaran moral, etika akan disingkirkan. Harus kejam itulah senjatanya. Ketika berada dalam kekuasaan, orang yang benar dan luruspun bisa menjadi tersesat, apalagi yang sebelumnya tidak benar. Orang bijak pernah mengatakan “bila ingin hidup dalam kebenaran, maka hindarilah untuk masuk dalam kekuasaan”. Orang-orang yang sudah terpedaya dan sangat haus akan kekuasaan akan rela melakukan apa saja dan mengejarnya bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun bahkan rela mengorbankan segala hal. Machiavelli mengatakan pada dasarnya, selalu ada manusia didunia ini yang memiliki ambisi besar untuk berkuasa, dan merealisasikan ambisinya itu dengan berbagai cara. Manusia harusnya dengan kekuasaan itu harus memberikan manfaat dan pelayanan yang baik bagi rakyatnya. Kekuasaan biasanya tergantung dari manusia mana yang memegangnya, kalau orang baik yang memegangnya maka kekuasaan akan digunakan untuk melayani masyarakat sehingga terciptanya kemakmuran, kedamaian, dan keteraturan. Dan sebaliknya kalau orang salah, gila jabatan dan haus akan kekuasaan maka tidak heran lahir semua kehancuran, banyak permusuhan, saling benci dan lain sebagainya. Manusia ketika mendapati sebuah kekuasaan banyak berubahnya, menganggap dirinya yang paling tinggi dari manusia lainnya dan seenaknya memperlalukan yang lainnya. Manggekompo, 18 Januari 2020 I’in Khairudin