TC Timnas Bentrok: Lagi-lagi PSSI Bikin Program Pengulangan Kesalahan - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong memberikan instruksi saat seleksi pemain Timnas Indonesia U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 13 Januari 2020. Sebanyak 51 pesepak bola hadir mengikuti seleksi pemain Timnas U-19 yang kemudian akan dipilih 30 nama untuk mengikuti pemusatan latihan di Thailand. ANTARA

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 6 Februari 2020 08:17 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • TC Timnas Bentrok: Lagi-lagi PSSI Bikin Program Pengulangan Kesalahan

    Bila tidak melakukan program pengulangan kesalahan, bukan PSSI namanya! Apa yang ada di benak pengurus PSSI? Jelas-jelas, sejumlah tim tengah menggeber persiapan menyambut Liga 1 2020 dengan berlatih dan mengikuti turnamen pramusim, kok tiba-tiba PSSI menggelar training center timnas?  Secara logika, tidak ada klub yang tidak memanfaatkan momentum persiapan timnya yang tinggal hitungan hari menuju bergulirnya Liga 1. 

    Dibaca : 978 kali

    Bila publik masih menyebut bahwa PSSI dengan nakoda baru tetap rasa lama, memang benar adanya. Bagaimana tidak, federasi sepak bola nasional yang selalu rajin membikin program pengulangan kesalahan, nyatanya, kini juga kembali mengulang kesalahan program yang sama. 

    Apa PSSI tidak belajar dari penolakan FIFA yang belum lama ini tak mengabulkan pengajuan jadwal Piala Dunia U-20 karena Program FIFA memang telah tersusun matang, kendati alasan PSSI karena jadwal Piala Dunia U-20 terlalu mepet dengan Hari Raya Idul Fitri? 

    Sementara, kini PSSI justru mengingkari janji dan membikin kacau program klub Liga 1 dalam persiapan pra musim jelang bergulirnya Liga 1 dengan rencana Training Centre (TC) timnas senior yang asal tabrak saja. 

    Padahal kick off Liga 1 sudah ditentukan oleh PSSI sendiri yang akan bergulir pada 29 Februari 2020. Namun, ibarat petir di siang bolong, Wakil Ketua PSSI, Cucu Somantri meminta pengertian dari setiap klub yang pemainnya akan dipanggil timnas Indonesia untuk pemusatan latihan pada 9-17 Februari 2020. 

    Ini apa yang dipikirkan oleh Cucu dan PSSI? Jelas-jelas, di saat bersamaan, sejumlah tim tengah menggeber persiapan menyambut Liga 1 2020 dengan berlatih dan mengikuti turnamen pramusim.  Secara logika, tidak ada klub yang tidak memanfaatkan momentum persiapan timnya yang tinggal hitungan hari menuju bergulirnya Liga 1. 

    Terlebih,  ada beberapa klub yang masih sibuk berburu pemain demi melengkapi skuatnya. Karena itu, sudah menjadi hal yang tidak dapat di tawar, bila semua manajemen klub dan jajaran pelatihnya tentu ingin menyiapkan tim sebaik mungkin. 

    Sementara, agenda TC timnas senior Indonesia sudah diumumkan di media, akan berkekuatan 34 pemain, dalam rangka mempersiapkan skuat untuk kembali bertanding di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. 

    Jelas sekali, TC timnas benar-benar menjadi masalah karena periode TC bentrok dengan kegiatan mayoritas tim. Selain bentrok dengan persiapan internal, ada juga persiapan pra musim Piala Gubernur Jatim yang akan diikuti oleh tujuh klub Liga 1 yang akan bertanding pada 10-20 Februari 2020. 

    Cucu ingkar janji 

    Mengapa Cucu dan PSSI kembali membikin blunder dan ingkar janji dengan membawa-bawa nasionalisme? 

    Pada saat berbicara sebagai Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, Cucu menggaransi kompetisi Liga 1 2020 tidak akan berbenturan dengan kegiatan timnas Indonesia, baik ketika menggelar TC maupun saat bertanding di turnamen maupun FIFA Matchday. 

    Namun ternyata Cucu berbalik berbuat seenaknya sendiri. Coba simak apa yang diucapkan Cucu, berikut ini:  "Nanti akan kami koordinasikan dengan klub. Walaupun di sisa laga Kualifikasi Piala Dunia 2022, Timnas Indonesia bisa dibilang tidak ada harapan, tapi paling tidak jangan sampai memalukan," ujar Cucu. 

    Sudah jelas, klub dan seluruh publik sepak bola nasional juga tidak ingin sepak bola nasional terus terpuruk, tapi juga tidak bisa Cucu dan PSSI ingkar janji dengan mengorbankan persiapan klub. Bukannya paham dan memahami kondisi yang akan terjadi, bila TC dipaksakan dan menabrak persiapan semua klub, Cucu malah begitu yakin dengan mengucap: 

    "Klub-klub juga harus mengedepankan nasionalisme. Ini bagian dari kami untuk meningkatkan motivasi dan karakter para pemain yang harus cinta negaranya. Para pemilik klub juga harus memprioritaskan sebab muara kompetisi itu adalah timnas Indonesia," kata Cucu. 

    Di mana pemikiran Cucu? Aneh bin ajaib, kok masih ada pengurus PSSI semacam ini? Dan dipercaya duduk menjabat Diektur PT LIB segala. 

    Laga timnas Senior masih akan berlangsung 27 Maret 2020. Bila TC dilakukan setelah pekan pertama Liga 1 bergulir, justru akan semakin membikin pemain yang dipanggil ke timnas dalam kondisi siap tempur, karena sudah dipersiapkan oleh klubnya dan sudah mengarungi laga Liga 1 di pekan pertama. 

    Apa yang ada dalam kepala Anda, Cucu? Mengapa tak membiarkan Shin Tae-yong memilih sendiri pemain timnas dari laga-laga dalam Liga 1? Lalu apakah Tae-yong harus TC dengan pemain pilihan orang lain? 

    Masa budaya titipan masih ada? Ironisnya, sudah membikin gaduh, sudah mengumumkan akan memanggil 34 pemain dan tanggal TC, namun tempat TC pun masih belum pasti. 

    Luar biasa, Cucu dan PSSI ini. Maunya apa, coba? Bijak dan cerdaslah membuat program TC, PSSI!



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.