Mahassiwa KKN 02 UMM Mengadakan Sosialisasi Sampah Berbasis Masyarakat - Analisa - www.indonesiana.id
x

KKN UMM 2 NGIJO

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Januari 2020

Jumat, 7 Februari 2020 09:44 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Mahassiwa KKN 02 UMM Mengadakan Sosialisasi Sampah Berbasis Masyarakat

    Dibaca : 282 kali

    Mahasiswa KKN 02 Universitas Muhammadiyah Malang dengan Dr. Bambang Yudi A, MM selaku Dosen Pembimbing Lapangan menggelar sosialisasi peduli lingkungan di Balai Desa Ngijo Kecamatan Karangploso, Rabu (05/02). Bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup, kegiatan ini dilakukan agar masyarakat bisa lebih memperhatikan kebersihan tempat tinggal mereka serta lingkungan sekitarnya khususnya lingkungan rumah tangga. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK Desa Ngijo.

    Hendra Yadi selaku Ketua Pelaksana dan perwakilan Divisi Kesehatan dan Lingkungan KKN 02 UMM mengatakan, “Kepedulian masyarakat kepada lingkungan perlu tertanam sejak dini. Salah satu contohnya kesadaran akan sampah, dimana masyarakat nantinya akan dituntut untuk dapat memilah dan memilih jenis sampah yang termasuk jenis organik dan anorganik. Berkaitan dengan tema kegiatan KKN yang kami usung yaitu mengenai lingkungan, sosialisasi ini ditujukan untuk membangun kesadaran masyarakat khususnya di Desa Ngijo mengenai kepedulian terhadap lingkungan terutama pengelolaan sampah”.

    Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Dinas Lingkungan Hidup, terdapat sekitar 6000 m3 sampah yang dihasilkan oleh penduduk Kabupaten Malang perhari, sehingga ini menjadi suatu masalah yang perlu diperhatikan. Belum optimalnya pemilahan sampah rumah tangga menjadi salah satu kendala dalam pengelolaan sampah. Pada Desa Ngijo sendiri tidak terdapat TPS di tiap RW sehingga terjadi penumpukan sampah di TPA. Namun sayangnya untuk mengurangi penumpukan tersebut dilakukan pembakaran terhadap sampah yang dapat menyebakan terbentuknya CO2 yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara

    Bapak sugiyanto selaku perwakilan perangkat desa mengatakan, “Permasalahan sampah di Desa Ngijo belum ada penanganan secara khusus, memang terdapat adanya bank sampah tetapi kurang adanya manajemen untuk pengelolaan bank sampah tersebut sehingga tidak berjalan secara optimal, untuk tahun ini pemerintah desa melakukan pengadaaan 2 buah truk countiner untuk menangani masalah sampah yang ada di Desa Ngijo”.

    Permasalahan sampah merupakan masalah yang tidak bisa dihindarkan dan seiring perkembangan zaman, permasalahan sampah  semakin kompleks dari waktu ke waktu. Hal ini membuat kondisi tersebut mengkhawatirkan adalah banyaknya warga yang masih tidak peduli dengan permasalahan ini.

    Ibu Lusiani Ferelia Hakim, S.T, M.Ling selaku pemateri dari kegiatan ini menyampaikan bawha, “Mindset manusia tentang sampah adalah barang buangan sehingga banyak orang yang enggan dengan sampah terutama dalam mengelolanya. Sampah bukanlah pertanggungjawaban pemerintah, melainkan kita semua. Namun, tidak ada yang dengan sukarela bertanggungjjawab mengelola sampah yang dihasilkan karena jika dilemparkan tanggung jawab ini kepada orang lain, maka tidak akan selesai”.

    Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah berbasis masyarakat,kami harapkan untuk kedepannya bank sampah di Desa Ngijo dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan masyarakat mampu untuk memilah sampah serta menjadikannya memiliki nilai ekonomi yang tinggi.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.