Si Cadar Mengundang Cinta - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Foto Irfansyah

Irfansyah Baharudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 Januari 2020

Minggu, 9 Februari 2020 17:17 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Si Cadar Mengundang Cinta

    Dibaca : 418 kali

    Pandangan kedua mata ini tak mampu berkedip
    Walau tersilaukan oleh pesona yang terpancarkan
    Melihat yang terahasia dibalik kain hitam
    Dia yang terhias dari kebenaran

    Aku membiasakan pandangan
    Saat keindahan senyumnya
    mendamaikan perasaanku
    Titian kehidupannya hanya di pasrahkan kepada Tuhannya
    Keindahan di balik kain sucinya membuatku cinta

    Aku terpesona oleh sinar hangatnya
    Binar cahaya nan indah tak tertandingi
    Menghias hariku dengan senyuman perhatian
    Bola mata memandang dengan santun

    Dalam hati kata ku
    Siapa pemilik jilbab indah yang terurai panjang itu
    Siapa pemilik mata indah bagai cahaya rembulan
    Tertarik diri dibuat olehnya
    Harapku pandang lagi aku walau sekejap

    Nyata berjalan mendekat
    Membuat naluri cinta semakin meningkat
    Aku malu jadi salah tingkah
    Menatapnya berjalan lembut dengan sembunyi-sembunyi

    Dia mengundang cinta
    Ketetapan tulus budi pekerti
    Santun tatapan memikat hati
    Sinar kemilau menyentuhku
    Sang akhwat yang belum tercemari

    Selalu membawa arus kesucian
    Terkesima pesona indahnya
    Mataku memandangnya menuangkan kesempurnaan
    Takjub akan kelembutan dan keanggunannya

    Lidahku seakan kelu otakku seakan buntu
    Aku terjatuh dalam lubang cintanya
    Ada sejuta aksara yang terangkai kata dalam hati ini
    Rasa ingin merengkuh menginap di jiwa dan mengisi hatinya. 

    Yogyakarta, 08 Februari 2020


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: iin anggryani

    2 hari lalu

    Kerakusan Manusia untuk Kekuasaan

    Dibaca : 453 kali

    Salam.. Manusia adalah salah satu makhluk yang di ciptakan Allah yang diberi kesempurnaan berupa kelengkapan akal dan nafsu sehingga beda dengan makhluk lainnya. Bumi adalah tempat hidupnya manusia. Manusia adalah makhluk yang paling unik juga na’if. Manusia pada dasarnya adalah makhluk bersosial, bermasyarakat dan berkelompok. Manusia diciptakan dengan dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan. Sedangkan kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan atau di berikan kepada salah satu manusia atau kelompok yang dianggap mampu mengemban tugas tersebut. Manusia berlaku sebagai subjek sekaligus objek dalam kekuasaan atau jabatan. Manusia era sekarang ini berlomba-lomba untuk menduduki wewenang kekuasaan, segala cara mereka lakukan agar bisa mendapatkan posisi itu. Yah karena menurut mereka dengan mampu menduduki wilayah kekuasaan itu merupakan sebuah keistimewaan, kebnaggaan bagi mereka. Mereka tidak tahu berani naik dan berada di posisi itu adalah sebuah tanggungjawab besar yang kelak mereka harus memenuhinya, yang banyak manusia lain bertumpu dan beradu nasib padanya. Tapi kita lihat saja koledornya sekarang ini, banyak manusia yang berada di jabatan sebagai pemimpin daerah, desa bahkan Negara yang lupa akan tugas utamanya, menaungi masyarakat sehingga dengan itu banyak sekali kita lihat sekarang ini pemimpin banyak yang dzolim. Banyak sekarang ini terjadi perang saudara, saling bacok membacok, anak membunuh ayah, kakak membuh adek itu tidak lain motifnya karena berebutan kekuasaan. Memang tidak heran lagi banyak orang bilang dari dulu sampai sekarang kekuasaan dan kedudukan selalu saja menjadi objek yang menarik manusia untuk merebutnya. Banyak sekali kita lihat manusia yang menjadi gila karena haus akan kekuasaan, sehingga apapun cara rela dilakukan demi meraihnya. Kekuasaan memang membuat kita lupa diri dan membutakan hati nurani kita. Kekuasaan terlihat seperti madu dari jauh oleh mata manusia yang haus akannya, yang seketika akan berubah jadi racun apabila kita mendekati dan ada didalamnya. Karena ketika kita berada dalam kekuasaan jelas sekali agama dan ajaran moral, etika akan disingkirkan. Harus kejam itulah senjatanya. Ketika berada dalam kekuasaan, orang yang benar dan luruspun bisa menjadi tersesat, apalagi yang sebelumnya tidak benar. Orang bijak pernah mengatakan “bila ingin hidup dalam kebenaran, maka hindarilah untuk masuk dalam kekuasaan”. Orang-orang yang sudah terpedaya dan sangat haus akan kekuasaan akan rela melakukan apa saja dan mengejarnya bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun bahkan rela mengorbankan segala hal. Machiavelli mengatakan pada dasarnya, selalu ada manusia didunia ini yang memiliki ambisi besar untuk berkuasa, dan merealisasikan ambisinya itu dengan berbagai cara. Manusia harusnya dengan kekuasaan itu harus memberikan manfaat dan pelayanan yang baik bagi rakyatnya. Kekuasaan biasanya tergantung dari manusia mana yang memegangnya, kalau orang baik yang memegangnya maka kekuasaan akan digunakan untuk melayani masyarakat sehingga terciptanya kemakmuran, kedamaian, dan keteraturan. Dan sebaliknya kalau orang salah, gila jabatan dan haus akan kekuasaan maka tidak heran lahir semua kehancuran, banyak permusuhan, saling benci dan lain sebagainya. Manusia ketika mendapati sebuah kekuasaan banyak berubahnya, menganggap dirinya yang paling tinggi dari manusia lainnya dan seenaknya memperlalukan yang lainnya. Manggekompo, 18 Januari 2020 I’in Khairudin