Bupati Muharram Resmikan Wisata Hutan Mangrove di Kampung Tanjung Batu Kabupaten Berau - Travel - www.indonesiana.id
x

Muna Laya

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 Januari 2020

Kamis, 13 Februari 2020 06:10 WIB
  • Travel
  • Berita Utama
  • Bupati Muharram Resmikan Wisata Hutan Mangrove di Kampung Tanjung Batu Kabupaten Berau

    Dibaca : 1.382 kali

    Kampung Tanjung Batu yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini menjadi destinasi wisata setelah lama menjadi tempat persinggahan bagi wisatawan yang ingin menuju atau kembali dari Kepulauan Derawan. Kini Tanjung Batu menjadi kawasan wisata mangrove.

    Hutan mangrove yang memiliki luas sekitar 1,7 hektare diresmikan langsung oleh Bupati Berau, Muharram, di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan. Ia mengucap terima kasih serta terharu dengan apa yang sudah dilakukan oleh para lembaga Javlec dikarenakan kerjasama ini telah menjadikan wilayah Tanjung Batu sebagai daerah wisata.

    Hutan mangrove saat ini berada di pesisir timur Kecamatan Pulau Derawan dan membentang dari utara ke selatan. Dari ratusan hektare hutan mangrove, telah dipilih sekitar 3,96 hektare untuk dikelola sebagai kawasan wisata.

    Dengan adanya kawasan wisata baru yang telah dikembangkan ini, Bupati Muharram menghimbau agar seluruh elemen masyarakat menjaga wisata bahari dengan baik serta berharap agar masyarakat menjadi warga yang ramah terhadap wisatawan yang datang berlibur.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: Supartono JW

    Senin, 27 Juli 2020 18:56 WIB

    Kisah Perjalanan (4) 27 Juli, Sehari di La Vallee dan Disneyland-Paris

    Dibaca : 367 kali

    Hari ini, Rabu, 27 Juli 2011 setelah sarapan pagi, sesuai agenda kami akan bertandang ke La Valee Outlet Shooping Village dan lanjut ke Paris-Disneyland. Sebenarnya, masih ingin badan ini rebahan di kamar hotel, namun apa boleh buat, saya harus mengikuti agenda perjalanan wisata yang memang sudah sangat tertata. Jadi, tidak boleh ada waktu yang meleset dari jadwal yang telah ditentukan. Kemarin, setengah hari ada di Brussel-Belgia, dan setengah harinya lagi berada di bus baik dari Amsterdam menuju Brussel, maupun Brussel menuju Paris, memang tidak begitu banyak menguras tenaga, karena semua perjalanan di tempuh pada siang hari. Nyamannya bus yang membawa kami dan pemandangan indah antara Brussel-Paris, menjadikan kami tak merasakan bahwa kami harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam 40 menit. Bahkan, saat bus harus rehat di rest area pun, kami sebenarnya ingin bus tak perlu berhenti, karena semangatnya kami. Malah saat bus masuk ke Paris, kami pun tak menyadari bahwa kini kami sudah ada di negera Prancis. Bila di sebelumnya kami sudah bercengkerama di Istanbul-Turki selama sehari. Lalu, di Sofia, Veliko Tarnovo, dan Razgrad-Bulgaria selama delapan hari. Berikutnya, singgah di Koln, Duseldorf-Jerman sekitar tiga jam, dan di Volendam, Amsterdam-Belanda selama dua malam satu hari. Kemudian, di Brussel-Belgia setengah hari, maka di Paris-Prancis ini, kami menginap selama empat malam dan bercengkerama selama tiga hari penuh.