KKN 07 UMM di Desa Jambesari Tumbuhkan Semangat Gerakan Literasi Dengan Mendatangkan Perpustakaan Keliling - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Ryan putra

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 Januari 2020

Jumat, 14 Februari 2020 06:35 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • KKN 07 UMM di Desa Jambesari Tumbuhkan Semangat Gerakan Literasi Dengan Mendatangkan Perpustakaan Keliling

    Dibaca : 283 kali

    MALANG (30/01/2020), kelompok KKN 07 Desa Jambersari mengadakan generasi  giat literasi dengan mendatangkan mobil perpustakaan keliling di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Jambersari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.  Kegiatan yang diinisiasi oleh Divisi Pendidikan ini, dilaksanakan dengan bekerjasama dengan Humas UMM. Para siswa yang dilibatkan merupakan siswa SD kelas 1 sampai dengan kelas 5.

    Dalam agenda yang dilaksanakan di lapangan SDN 1 jambesari ini, masing-masing kelas didampingi oleh kakak-kakak dari  KKN 07 sebagai penuntun bagi mereka dalam agenda tersebut. Ketika diarahkan ke lokasi kegiatan oleh pendamping masing-masing, para siswa sangat antusias menyambut kehadiran mobil perpustakaan keliling yang dihadirkan langsung oleh Humas UMM.

    Silvi, siswa kelas 1 mengatakan, ia sangat senang bisa membaca buku yang beragam gambarnya. "Di kelas kami hanya belajar menggunakan LKS yang gambarnya hanya hitam putih," ungkapnya. Sementara Kepala Sekolah menjelaskan, sangat terbantu dengan berbagai program yang dilaksanakan oleh kelompok KKN 07 Jambesari mulai dari program mengajar di sekolah sampai dengan program perpustakaan keliling, sangat membantu para guru. Dikarenakan kekurangan tenaga pengajar, sehingga mereka kewalahan dalam proses mengajar di kelas. Bahkan ada mata pelajaran yang sama sekali tidak ada tenaga pengajarnya, salah satunya pelajaran bahasa ingris.

    Minat baca para siswa pun menurun karena selain kekurangan tenaga pengajar yang bisa mendampingi mereka dalam membaca, juga karena kurangnya buku-buku layak baca. Fahri selaku ketua divisi pendidikan mengatakan, pada dasarnya agenda perpustakaan keliling ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca para siswa. Namun yang ditemukan di lapangan lebih menyedihkan lagi. "Bahkan siswa kelas 5 masih ada yang belum bisa membaca dengan lancar," tutur dia.

    Kelompok KKN 07 UMM dibawah arahan Bapak Mohammad Jufri selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dengan tekun mendampingi para siswa membaca dan bermain. Selain itu, Kak Annisa dari Humas UMM sebagai fasilitator bagi para siswa dengan semangat mengajak mereka memainkan permainan petunjuk arah (Direction), sambil menyanyikan lagu Baby Shark. Ini didesain selain melatih sel motorik para siswa, juga secara tidak langsung mengajar mereka berbahasa inggris dengan cara yang menyenangkan (Fun English).


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.



    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 617 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).













    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 617 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).