Telah Jatuh Korban, Hati-hati Permainan Skull Breaker Challenge Sangat Berbahaya - Pilihan - www.indonesiana.id
x

pemecah tengkorak

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 17 Februari 2020 13:57 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Telah Jatuh Korban, Hati-hati Permainan Skull Breaker Challenge Sangat Berbahaya

    Dibaca : 1.076 kali

    Di berbagai grup WhatsApp (WA) kini masih beredar video tantangan yang sangat membahayakan. Hampir semua netizen yang turut menyebarkan vidoe tersebut, tentu mengiringinya dengan pesan, "Tolong disebarkan, permainan tantangan itu sangat membahayakan!" 

    Sebetulnya dari mana sumber dan awal mulanya permainan tantangan yang "mematikan" ini berasal? Lalu apa nama permainan itu? Ternyata di berbagai media juga sudah ada yang merilis bahwa permainan tantangan yang viral itu bernama Skull Breaker Challenge, yang trending dengan tanda pagar #skullbreakerchallenge. 

    #skullbreakerchallenge menjadi viral di media sosial berawal dari video yang diunggah oleh akun Twitter Yasa for Road Safety, @yasalebanon, pada Kamis (13/2/2020). Unggahan video yang berdurasi 4 detik itu, nampak tiga orang remaja berdiri berjajar. 

    Lalu, di antara dua remaja yang di kiri atau kanan, ada yang memberikan aba-aba agar mereka lompat berbarengan dengan dua kaki. Saat aba-aba dilakukan, ternyata remaja yang berada di kiri kanan tidak melompat, dan mereka kompak menjegal dua kaki remaja yang di tengah saat melompat. 

    Kabarnya, sesuai video tersebut, remaja yang berposisi di tengah, menjadi obyek korban, meninggal dunia karena mengalami pendarahan. Namun, hingga kini, belum diketahui apakah informasi itu benar atau tidak.

     Kendati demikian, dari berbagai media sosial ternyata banyak yang memviralkan adegan  "skullbreakerchallenge" ini lebih dari satu video, rata-rata menjadi empat tiga atau video yang isinya sama, namun dengan remaja dan korban yang berbeda.

    Atas viralnya permainan tantangan bernama "skullbreakerchallenge" ini, lantas banyak yang mengingatkan tentang bahayanya dan juga memberikan imbauan agar tak melakukan hal yang sama. 

    Ini adalah permainan yang sangat berbahaya dan dapat membuat korbannya langsung meninggal dunia. 

    Di lansir dari Kompas.com, Minggu (16/2/2020), dokter Spesialis Ortopedi yang juga Sekjen Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI), Dr Moh. Adib Khumaidi, SpOT, menjelaskan, bahwa melakukan tindakan seperti dalam skull breaker challenger dapat berakibat fatal, di antaranya menyebabkan kecacatan, bahkan kematian.  "Ini bukan bahaya lagi. Fatal bisa menyebabkan kematian dan kecacatan/kelumpuhan akibat cedera tulang belakang," ujar Adib. 

    Selanjutnya Adib memaparkan bahwa bahaya fatal yang bisa terjadi dari tantangan itu, jika bagian kepala atau leher dahulu yang terbentur atau terjadi benturan di punggung, maka akan ada efek yang fatal. Menurut Adib, benturan di kepala dan leher bisa mengakibatkan efek coup contra.  Jika terjadi benturan di leher, dapat mengakibatkan cedera vertebra cervical yang mengakibatkan kelumpuhan otot pernapasan dan mengakibatkan kematian karena gagal napas.

    Bila korban mengalami benturan di punggung, hal fatal yang dapat terjadi yakni fraktur (patah tulang) pada vertebra thorakal dan lumbal, serta cedera medulla spinalis, akibatnya menyebabkan kelumpuhan. 

    Oleh karena itu, Adib mengimbau kepada masyarakat untuk tak melakukan tantangan ini. Bahkan ia menyebut, dilarang keras meniru tantangan skull breaker. Selain bahaya yang mengintai di sektor punggung, leher, dan kepala, permainan tantangan ini juga menyebabkan bahaya lain. 

    Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dari Departemen Medik Orthopaedi dan Traumatologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof. DR. dr. Achmad Fauzi Kamal, SpOT(K), mengungkapkan, skull breaker challenge juga bisa menyebabkan diskolasi cervical 1-cervical 2 atau sekitarnya yang menyebabkan cedera sumsum tulang belakang sebagai kardiorespirasi (sistem jantung dan sistem pernapasan). 

    Menurutnya, selain dislokasi, tantangan tersebut juga dapat menimbulkan fraktur tulang. Jika korban mengalami benturan dengan benda keras, maka bisa berdampak pada kematian. 

    Sejatinya, perkembangan teknologi yang kian pesat, seharusnya tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang negatif dan menantang bahaya. 

    Beredarnya permainan  skull breaker challenger yang dapat mematikan bagi korbannya ini, tak pelak memang wujud dari perkembangan teknologi. 

    Tantangan ini sengaja diviralkan melalui media TikTok. Skull breaker challenger yang nama awalnya berasal dari kata berbahasa Spanyol yaitu "Rompcráneos" yang artinya "Pemecah Tengkorak", hingga kini tidak diketahui siapa yang pertama kali memulai tantangan yang punya nama lain tripping jump challenge ini. 

    Namun yang pasti,  skullbreaker challenge saat ini sedang trending di wilayah Eropa dan Amerika Selatan yang bukan mustahil tren ini merambah ke wilayah lain, termasuk Indonesia. 

    Oleh karenanya muncul hashtag #Skullbreakerchallenge agar tantangan ini tidak ditiru atau dicontoh oleh anak-anak atau remaja lain. 

    Tantangan ini, terjadi, salah satu sebabnya ada efek lucu yang ditimbulkan, ada efek membahagiakan bagi para pelaku, namun tak memikirkan efek yang terjadi pada korban. 

    Apakah para korban, sebelumnya telah diberikan taruhan agar berani melakukan permainan gila ini? Juga belum ditemukan bukti bahwa permainan ini juga menjadi ajang permainan judi.

    Setelah saya telusuri dari berbagai sumber, tantangan ini dilaporkan menyebabkan cedera pengguna TikTok di Amerika Serikat dan Meksiko bahkan sampai berurusan dengan polisi. 

    Selain itu, di berbagai negara telah jatuh korban di antaranya seorang anak sekolah di Venezuela, dua remaja di Kanada, satu remaja di Ozark, Alabama, AS, hingga satu anak di Miami, AS yang merupakan korban beragam kasus skullbreaker challenge dari mulai cedera hingga dirawat di rumah sakit. 

    Di Indonesia sendiri, viral dan merebaknya permainan skull breaker challenger ini, membuat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Divisi Humas Polri turun tangan dan sudah mengeluarkan imbauan agar pengguna media sosial tidak ikut meramaikan tren berbahaya ini. 

    Sangat jelas bahwa, nama asli permainan skull breaker challenger yang artinya pemecah tengkorak ini, sesuai namanya maka para pencipta permainan ini memang bertujuan untuk membuat para korbannya pecah tengkorak kepalanya. Sadis dan sangat gila. 

    Untuk itu, model permainan yang sangat mudah ditiru dan sangat fatal akibatnya ini, juga tidak cukup hanya ditindak lanjuti dengan imbauan. Mungkin Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) juga dapat turut hadir di sini. 

    Sebab permainan ini menjadi viral, lalu banyak jatuh korban, tentu karena ada media yang turut menyebarkan dan mempopulerkan, yaitu media tik-tok dan wa.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.