Peserta New Colombo Plan Australia Pilih FH UPH untuk Laksanakan Immersion Program - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Aurelia Natasya

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Juli 2019

Jumat, 21 Februari 2020 09:41 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Peserta New Colombo Plan Australia Pilih FH UPH untuk Laksanakan Immersion Program

    Dibaca : 1.023 kali

    Sebagai Negara tetangga terdekat dan terpenting bagi Australia, Indonesia telah menjadi Negara tujuan utama untuk mahasiswa penerima program New Colombo Plan (NCP). Mahasiswa yang datang ke Indonesia memiliki kesempatan untuk belajar di universitas pilihan mereka. Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (FH UPH) menjadi pilihan bagi mahasiswa dari Murdoch University dan Victoria University untuk belajar tentang sistem hukum dan kebudayaan di Indonesia. Ini merupakan yang kedua kali dilakukan di FH UPH. kali ini berlangsung pada 20 Januari hingga 6 Februari 2020.

    “Pemerintah Australia punya program yang disebut sebagai New Colombo Plan. Program ini memberikan sejumlah dana kepada para mahasiswa disana untuk bisa belajar di kawasan Indo-Pasifik. FH UPH sendiri sudah menjalin kerja sama dengan Murdoch University, sehingga kami dipercaya untuk membuat short course bagi mahasiswa mereka. Kami menyebutnya sebagai Indonesia Immersion Program: Introduction to Indonesia Legal System, Business, and Culture,” kata Dr. Velliana Tanaya, S.H., M.H. – Direktur FH UPH.

    Selain untuk mengimplementasikan kerja sama, hadirnya Indonesia Immersion Program ini juga menjadi salah satu cara bagi Indonesia, khususnya FH UPH untuk mendapatkan pengakuan di dunia internasional, melalui seluruh kegiatan yang dijalani oleh mahasiswa Murdoch dan Victoria.

    “Di sini mereka ada kelas untuk belajar tentang hukum Indonesia di UPH Karawaci dan Semanggi. Lalu, mereka juga kami ajak mengunjungi Mahkamah Konstitusi, KPPU, DPR, FH UI dan UGM, Kedutaan Besar Australia, serta salah satu Law Firm di Jakarta. Untuk tour culture, mereka kami ajak ke beberapa candi di Yogyakarta. Di akhir program, mereka akan membuat reflection paper. Program dijalankan dengan Buddies System – artinya selama di sini mereka akan mendapatkan mentor yang berasal dari mahasiswa serta dosen untuk menjelaskan atau membantu mereka beradaptasi selama di Indonesia,” ujar Velliana.

    Dibandingkan dengan tahun lalu, peserta yang mengikuti program kali ini jauh meningkat, yaitu dari 4 menjadi 14 peserta. Peningkatan ini bisa terjadi karena empat peserta di tahun lalu mengakui bahwa program yang dibuat oleh FH UPH ini sangat bagus dan mereka memiliki kesan yang baik terhadap program ini.

    “Sebenarnya sejak tahun lalu sudah banyak mahasiswa Murdoch yang ingin mengikuti program ini, tetapi mereka kurang informasi, dan memiliki anggapan bahwa Indonesia itu tidak friendly. Berkat pengakuan positif dari empat peserta di tahun kemarin, membuat semakin banyak yang tertarik. Bahkan, peserta tahun ini juga mengatakan bahwa ada kemungkinan peserta tahun depan akan lebih banyak karena semakin tingginya minat teman-teman mereka untuk mengikuti program ini,” ungkap Velliana.

    Program ini akan terus diadakan setiap tahunnya, terlebih kerja sama antara FH UPH dengan Murdoch University sudah terjalin sangat baik. Bahkan, di bulan Mei 2020 ini, Murdoch University akan melakukan re-new MoU degan FH UPH untuk lima tahun kedepan.

    Berikut testimoni beberapa peserta Indonesia Emersion Program FH UPH:

    Laila – Mahasiswi Victoria University

    “Saya memutuskan untuk mengikuti program ini karena tertarik untuk mempelajari  sistem legal dan hukum di Indonesia. FH UPH, baik dari mahasiswa, maupun dosennya juga sangat membantu saya selama berada di Indonesia, saya belajar banyak dari mereka. Menurut saya, kunjungan ke Mahkamah Konstitusi sangat menarik, karena di Australia tidak ada lembaga yang seperti itu,” katanya.

    Hussein Al Asedy – Mahasiswa Murdoch University

    “Melalui program ini saya mendapatkan banyak sekali pengetahuan baru baik tentang hukum, hingga kebudayaan di Indonesia. Program ini sangat bagus dan di luar ekspektasi saya, seperti saat mengunjungi MK dan DPR, mereka sangat terbuka dan selalu menjawab pertanyaan kami. Mahasiswa dan dosen FH UPH pun sangat friendly dan terbuka dengan kami. Melalui program ini juga saya merasa seperti menemukan keluarga baru di Indonesia, dan saya berharap tetap bisa keep in touch dengan mereka,” ucapnya.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.