Menteri Nadiem dengan Segala Kemerdekaannya - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Budi Susanto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Januari 2020

Kamis, 27 Februari 2020 06:16 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Menteri Nadiem dengan Segala Kemerdekaannya

    Memang sekarang belum tanggal kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan bulannya saja belum. Seperti lazimnya banyak bahasan soal kemerdekaan atau maknanya. Tentu saja di tanggal atau bulan kemerdekaan Republik Indonesia.

    Dibaca : 4.139 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Memang sekarang belum tanggal kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan bulannya saja belum. Seperti lazimnya banyak bahasan soal kemerdekaan atau maknanya. Tentu saja di tanggal atau bulan kemerdekaan Republik Indonesia.

    Ketika tulisan ini muncul. Dibaca publik. Tapi teringat, Mendikbud Nadiem Makarim yang sejak dilantik --23 Oktober 2019-- bisa dikategorikan mengejutkan publik.

    Sudah jadi Menteri Kabinet Indonesia Maju, Menterinya yang urus pendidikan dan kebudayaan pula. Yang biasanya jadi tradisi 'jatah' rektor atau akademisi atau ilmuwan.

    Dan teringat Menteri Nadiem yang begitu dilantik selalu menyuarakan ide-ide 'sexy', kalau diksi revolusioner terlalu dianggap lebay.

    Soal kemerdekaan pendidikan. Itu yang diserukan Menteri Nadiem. Heroik. Seruan Menteri Nadiem membuat publik bisa dianggap jadi penasaran. Slogannya juga cukup bombastis.

    Seperti tadi,  biasanya ungkapan yang berbau kemerdekaan munculnya di momentum bulan Agustus, saat waktu memperingati kemerdekaan Indonesia.

    Namun tidak dengan Menteri Nadiem. Kemerdekaan itu disuarakannya tak harus konvensional. Mungkin bagi Menteri Nadiem kemerdekaan harus dirasakan dan diingat tak harus bulan Agustus saja.

    Setiap saat makna dan arti kemerdekaan yang diraih oleh bangsa Indonesia harus dapat terejawantahkan. Di semua lini. Termasuk pendidikan.

    Menteri Nadiem ingin menunjukkan bahwa kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia sejak tahun 1945 jangan hanya dikenang begitu bulan Agustus saja. Tapi setiap saat adalah momentum kemerdekaan. Setiap waktu.

    Dan butuh aksi nyata mewujudkan bagaimana makna kemerdekaan Indonesia itu. Maka muncul Merdeka Belajar. Yang paling fenomenal adalah mengubah Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Kompetensi Minimun dan Survei Karakter. Diumumkan Desember 2019.

    UN yang jadi momok menakutkan murid dan para orang tua, tidak ada lagi. Ketika selama ini hanya jadi penentu tunggal kelulusan sekolah murid bertahun-tahun. Ketika dianggap tidak efektif. Tidak adil. Dan hanya jadi wacana tuntutan supaya dihapus saja. Namun tak pernah terwujud.

    Nadiem membawa kemerdekaan belajar. Di bulan Desember 2019. Bukan bulannya kemerdekaan bangsa Indonesia. Maka lahir kebijakan Kampus Merdeka.

    Di bulan Januari 2020. Yang bukan bulannya kemerdekaan Indonesia. Ketika kampus diberikan kemudahan soal administrasi dan penyelenggaraan pendidikan.

    Begitu juga Mahasiswa dibukakan pintu leluasa bisa merasakan kuliah di program studi di luar ditempuhnya. Supaya memperkuat sasaran minat masa depan ingin digapainya.

    Toh, tidak juga si Mahasiswa melulu belajar di kampus untuk memenuhi syarat SKS-nya. Mahasiswa bisa memeuhinya dengan cara lain melalui pengabdian diri di luar kampus.

    Dan hadir lagi Merdeka BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Dikumandangkan Februari 2020. Masih jauh dari momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

    Saat Menteri Nadiem memutuskan dana BOS langsung ditransfer ke sekolah. Tidak lagi melalui pemerintah daerah seperti berlangsung selama ini.

    Sekolah lega. Tidak lagi ketar-ketir aktivitasnya tersendat karena dana yang tertunda. Atau sengaja dihambat pihak ketiga.

    Tidak satu pun arti kemerdekaan yang direalisasikan Menteri Nadiem di bulan kemerdekaan bangsa Indonesia. Entah bulan kapan lagi Menteri Nadiem bakal membawa kita menyadari makna dan ruh kemerdekaan. Dengan kebijakan lain pula.

    Nadiem berhasil merawat ingatan kita tentang arti kemerdekaan, yang tidak harus dimaknai setahun sekali.

    Dan Menteri Nadem kelahiran bulan Juli. Bukan Agustus.*

    Ikuti tulisan menarik Budi Susanto lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.