Gugus Tugas Dekela, Garda Depan Pemenuhan Perlindungan Anak di Desa - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Pembentukan GT Dekela dilakukan di 12 desa dampingan tim KESEMPATAN

Maria Clara Bastiani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 Oktober 2019

Jumat, 28 Februari 2020 16:40 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Gugus Tugas Dekela, Garda Depan Pemenuhan Perlindungan Anak di Desa

    Pembentukan Gugus Tugas Dekela menjadi tahapan untuk mengembangkan Desa Layak Anak, karena itu dilakukan untuk mempercepat upaya melaksanakan kebijakan dan program Dekela. Perlu kader-kader yang mempunyai jiwa kepedulian dan mau berperan dalam kegiatan di masyarakat.

    Dibaca : 1.572 kali

    Beberapa orang mulai mendatangi kantor kelurahan, pagi itu ada kegiatan penting untuk membahas upaya perlindungan anak di desa. Anak, yang dalam banyak hal masih memerlukan pendampingan dan bimbingan oleh keluarga, menjadi topik penting yang akan dibahas oleh masyarakat yang hadir di kelurahan. Para bapak dan ibu yang datang memenuhi undangan Yayasan Tunas Alam Indonesia (SANTAI) merupakan para kader desa yang tergerak hatinya untuk melakukan perubahan bagi anak-anak setempat. Sebagai kelanjutan dari diskusi mengenai model Desa Layak Anak, saat ini agenda pertemuan akan difokuskan pada pembentukan Gugus Tugas Dekela.

    Apa itu Gugus Tugas Dekela? Apa yang akan dilakukan Gugus Tugas Dekela? Siapa yang menjadi pengurus Gugus Tugas Dekela?

    Cita-cita mewujudkan Desa Layak Anak itu membutuhkan dukungan besar dan partisipasi masyarakatnya. Bagaimana tidak? Jika bicara mengenai anak, tentu ini melibatkan jumlah yang tidak sedikit, kita tidak hanya bicara untuk anak yang ada dalam keluarga kita, tetapi juga anak-anak lain yang berada di wilayah tempat tinggal, desa. Ada banyak anak dengan macam-macam kebutuhan yang harus menjadi pertimbangan dalam merancang program atau kegiatan. Anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang, membutuhkan pengasuhan dan stimulasi pada masa perkembangannya. Tersedianya layanan di desa, harus berasal dari kesadaran dan pemikiran tentang pemenuhan hak anak.

    Dalam pertemuan merancang model Dekela, para kader sudah memberikan gagasan mengenai kegiatan yang ingin dilakukan, semua berangkat dari kebutuhan dan melihat situasi anak di desa. Hari ini, rencana-rencana itu menjadi tugas yang harus diemban bersama Gugus Tugas Dekela.

    Nama Gugus Tugas bermakna peranan yang akan dilakukan oleh tim untuk mempercepat pelaksanaan kebijakan pengembangan Dekela. Ini menjadi tugas bersama, bukan pribadi, sehingga penting mempunyai kader yang berasal dari desa tersebut. Gugus Tugas memberikan ruang bagi warga desa  baik laki-laki maupun perempuan yang bersedia dan memiliki kepedulian terhadap anak. Salah satu kemampuan yang penting adalah keterampilan berkomunikasi dengan pemerintah desa dan anggota masyarakat yang lain.

    Terbentuknya Gugus Tugas Dekela juga menjadi tahapan dalam mengembangkan cita-cita Desa Layak Anak itu. Diawali dengan komitmen, Gugus Tugas dibentuk dan berjalan untuk merencanakan program aksi. Jadi, Gugus Tugas ini menjalankan peran yang penting agar rencana yang sudah disepakati bisa dilaksanakan dan dimonitor untuk melihat perkembangan dan mengevaluasi.

    Tidak lupa, sebagai bentuk pertanggungjawaban melaksanakan program, nantinya Gugus Tugas harus membuat pelaporan supaya dapat diketahui masyarakat desa. Tugas dan peran inilah yang penting untuk dikuatkan agar Gugus Tugas mampu mengawal upaya perlindungan anak di desa. Nantinya, kemampuan Gugus Tugas juga ada ditingkatkan dengan berbagai pembekalan informasi untuk memperkuat tugas yang akan dilakukan.

    Hadirnya Gugus Tugas Dekela sesuai klaster perlindungan anak akan mempermudah masyarakat mengenali hak anak. Ada lima klaster yang nantinya memunculkan program-program yang dibutuhkan oleh anak: hak sipil dan kebebasan,  lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan dan budaya, dan perlindungan khusus.

    Selain lima klaster sesuai hak anak, ada satu klaster yang nantinya lebih memfokuskan pada kelembagaan. Itulah sebabnya kader yang dilibatkan dalam Gugus Tugas perlu mempunyai kemampuan komunikasi, karena mereka akan menjadi garda terdepan untuk mensosialisasikan hak anak, mengajak komunitas makin peduli pada anak dan menjadi agen perubahan bagi kehidupan anak-anak di desa.

    Memang perlu waktu untuk membuat banyak kegiatan untuk memenuhi hak sesuai klaster. Tetapi, di tahap awal pembentukan Gugus Tugas Dekela ini ada kegiatan-kegiatan prioritas yang diusulkan, dengan harapan mempercepat dan menggerakkan penyadaran masyarakat, salah satunya menggagas ide pembentukan Forum Anak, membuat pusat kegiatan anak dan keluarga, dan memberi perhatian pada isu pekerja anak di pertanian. Hal ini sesuai dengan temuan saat proses pemetaan sosial, masih ada anak-anak desa yang bekerja di pertanian dan rentan menjadi pekerja anak karena kondisi keluarganya. Nampaknya, langkah Gugus Tugas Dekela perlu didukung oleh banyak pihak, agar kerja-kerja ke depan makin nyata dan memberikan hasil pada anak dan keluarga yang sangat membutuhkan.

    Selamat bertugas untuk Gugus Tugas di empat desa dampingan tim SANTAI, desa Pandanwangi, Wakan, Ganti dan Sengkerang.  Anda menjadi garda terdepan untuk menggerakkan masyarakat peduli hak anak.

    Jadi, desa mana lagi yang tergerak untuk bercita-cita menjadi Desa Layak Anak?

     

    #paaclaindonesia

    #programkesempatan

    #indonesiabebaspekerjaanak2022

    #duniabebaspekerjaanak2025

    #desalayakanak

    #kla

     

    Catatan:

    • Dekela: Desa/Kelurahan Layak Anak

    Referensi:

    • Bahan tayang Dinas P3AKB NTB

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.