Nadiem Penggerak Ormas Pendidikan - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ferguso Kubangun

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 11 Maret 2020 15:21 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Nadiem Penggerak Ormas Pendidikan


    Dibaca : 2.335 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Penggerak. Bergerak. Dua komponen yang saling berdampak. Punya tautan pengaruh. Satu dilakukan, ada imbas hasil. Dan hasil tidak dapat tercapai jika satu unsur mandek. Itu sepertinya ada di benak pikiran Mendikbud Nadiem Makarim.

    Sejak awal didapuk jadi Mendikbud, penggerak dan bergerak seperti jadi cita-cita Nadiem. Di lingkungan pendidikan, yang ada Guru dan murid. Juga proses belajar-mengajar.

    Dan Menteri Nadiem memang terbukti menggerakkan. Menggaet organisasi masyarakat (Ormas) yang fokus peduli kemajuan pendidikan Indonesia untuk berkolaborasi. Mencetak Guru berkualitas serta berkompetensi. Sekaligus mampu melahirkan murid-murid hebat di masa depan yang sesuai nilai kehidupan Indonesia. Murid yang juga sadar potensi dirinya di masa depan.

    Di sinilah tampak penggerak dan bergerak. Menteri Nadiem menggerakkan ormas pegiat pendidikan yang mahir untuk menjadikannya sebagai penggerak.

    Penggerak terciptanya pendidikan. Sehingga pendidikan pun maju bergerak berkualitas. Pendidikan maju.

    Menteri Nadiem memberikan ruang beraksi bagi ormas pegiat pendidikan untuk mengeksplorasi keahlian mereka menyusun dan merancang metodologi melahirkan guru dan murid yang bergerak. Di sinilah Menteri Nadiem membuka kesempatan. Kesempatan merealisasikan ide dan strategi organisasi pendidikan agar jangan hanya jadi wacana.

    Dan kelak, seluruh unsur-unsur di lingkungan pendidikan jadi bergerak maju. Berkualitas. Guru yang bergerak dinamis, kreatif dan inovatif. Syarat melakukan perubahan lebih baik, ada penggerak dan yang bergerak.

    Termasuk di lini pendidikan. Menteri Nadiem sedang mengerjakan itu.*

    Ikuti tulisan menarik Ferguso Kubangun lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: Hadirat Syukurman Gea

    3 hari lalu

    Analisis Sistem Jual-Beli Ijon pada Komoditas Mangga Berdasar Ekonomo Makro

    Dibaca : 204 kali

    Mangga merupakan salah satu komoditas buah yang digemari hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mangga turut menyumbang perekonomian Indonesia karena menjadi komoditas yang di ekspor. Pada tahun 2015, ekspor mangga sebesar 1.515 jutatonyangsebagianbesarmerupakanjenis Mangga Gedong Gincu dan Mangga Arumanis. Kabupaten Kediri merupakan salahsatudaerahyang menjadikan mangga khususnya Mangga Podang sebagai oleh - oleh khas daerah dikarenakan banyaknya pohon mangga yang tumbuh di sekitar lereng GunungWilis.ManggaPodangkhasKediri banyak ditemukan di daerah sekitar lereng Gunung Wilis yaitu Kecamatan Banyakan, Tarokan, Grogol, Mojo, dan Semen. Semakin berkembang perekonomian suatudaerahmakasemakinberagam pula cara produsen dan konsumen melakukan jual beli.Salah satu sistem jual beli yang dilarang dalam Islam adalah jual beli yang mengandung unsur gharar. Sistem jual beli ijon adalah salah satu sistem jual beli yang mengandung unsur gharar sehingga dilarang oleh Allah SWT. Ijon berkaitan dengan perilaku produsen dan konsumen. Hal ini dapat dikaitkan dengan ekonomi mikro berupa keputusan pengusaha dan konsumen, terbentuknya harga barang atau jasa dan faktor produksi tertentu di pasar, dan alokasi sumber daya ekonomi.Penelitian ini menggunaka nmetode penelitian studi literatur. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder dengan metode pengumpulan data berupa pengumpulan sejumlah studi pustaka. Berdasarkan studi literatur terkait sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro, diperoleh hasil analisis bahwa sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro saling berhubungan. Hal ini dikarenakan ijon berkaitan langsung dengan perilaku produsen dan konsumen dan ekonomi mikro turut mengatur perilaku produsen dan konsumen. Keywords: Ijon, Komoditas Mangga,Ekonomi Mikro