Virus Corona Sudah Pandemi, Tapi Pemerintah Masih Terkesan Santai - Pilihan - www.indonesiana.id
x

pandemi

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 13 Maret 2020 08:51 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Virus Corona Sudah Pandemi, Tapi Pemerintah Masih Terkesan Santai

    Dibaca : 942 kali

    Pemerintah masih terkesan santai dalam menghadapi serangan virus corona, padahal negara lain sudah bertindak tegas. Lihatlah, kehadiran virus yang sudah di nyatakan sebagai pandemi ini, faktanya semakin hari juga semakin bertambah korban yang positif corona di Indonesia. 

    Sesuai data mutakhir dari pemerintah Indonesia, jumlah dan kondisi korban virus corona atau Covid-19, yang disampaikan oleh juru bicara pemerintah untuk virus corona Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Kamis Siang (12/3/2020), menjadi 31 pasien.  Jumlah tersebut berkurang dari informasi Rabu (11/3/2020) malam dengan jumlah pasien sudah mencapai 34. 

    Namun, berkurang menjadi 31, sebab, satu pasien meninggal dunia, dan dua pasien dinyatakan sembuh. Achmad Yurianto menyebutkan bahwa pasien yang meninggal adalah pasien dengan nomor kasus 25 yang sebelum dirawat dan sudah menderita komplikasi penyakit, yaitu diabetes, hipertensi, hipertiroid dan sakit paru-paru obstruksi menahun. 

    Sementara itu, dua pasien dengan nomor kasus 06 dan 14 dinyatakan sembuh dan menjalani self isolated di rumah. Mereka dilarang keluar berinteraksi dengan tetangga dan tidak menggunakan alat makan-minum yang sama dengan anggota keluarga. 

    Atas kondisi ini, masyarakat juga harus semakin waspada, sebab, ternyata setelah dilakukan pelacakan, seperti di jelaskan oleh Yurianto, ternyata faktanya pasien nomor kasus 27 sebelumnya ada kontak dengan pasien nomor kasus 14. Sedangkan pasien nomor kasus 14 adalah karena akibat kontak langsung dengan pasien nomor kasus 1. 

    Di sinilah, mengapa virus corona disebut sebagai pandemi. Sebab dari 1 sumber, efeknya akan menyebar ke siapa pun yang saling ada kontak. Jadi, bukan mustahil, dari 34 kasus pasien positif corona ini, sudah terjadi kontak di antara mereka dengan orang lain yang mungkin saja kini juga sudah tertular virus tersebut. 

    Belum lagi, penularan dari pasien lain di luar 34 pasien yang sudah resmi dinyatakan positif corona oleh pemerintah. 

    Bila di negara lain, juga sudah melakukan pencegahan dan tindakan yang tegas dan masif dalam rangka mencekal dan menyetop penularan, pemerintah Indonesia juga harus dapat menggaransi dengan tindakan seperti yang dilakukan oleh negara lain. 

    Sejak resmi diumumkan ada yang posotif corona, hanya dalam tempo beberapa hari, kini yang diumumkan resmi sudah 34 pasien, di Jakarta. 

    Bagaimana dengan yang di daerah lain? Padahal, World Health Organization (WHO) saja telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi, karena telah menyebar ke lebih dari 100 negara di dunia. Bahkan inilah pandemi pertama di dunia dalam 10 tahun terakhir.

    Menurut Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Senin (9/3/2020) telah ada 114 ribu orang yang terinfeksi virus Corona di seluruh dunia. Maka dari itu, ia menyebut virus corona sebagai ancaman pandemi. 

    Saya kutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pandemi adalah wabah yang berjangkit serempak di mana-mana atau meliputi geografi yang luas.  Dengan begitu, virus corona yang telah  menyebar luas hampir ke seluruh dunia diakui oleh WHO sebagai pandemi. Populasi seluruh dunia akan terkena infeksi virus ini. 

    Dengan cara penyebaran yang sangat mudah. Satu pasien menyebarkan virus, orang lain yang kontak langsung dengan pasien memungkinkan tertular dan juga menularkan kepada orang lain, begitu seterusnya, ibaratnya bisa beranak pinak. 

    Namun demikian, WHO menegaskan bahwa pandemi ini masih bisa dikendalikan, dan cara mengendalikannya juga sudah diungkap oleh pemerintah Indonesia, bahkan di berbagai media massa, grup-grup media sosial juga telah menyebar cara-cara menghindari dan mencegah tertular virus corona. 

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.