Susul GP Australia, F1 Tunda Seri Bahrain dan Vietnam - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Dewa Putu Ardita Darma Putera

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 16 Oktober 2019

Sabtu, 14 Maret 2020 17:18 WIB
  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • Susul GP Australia, F1 Tunda Seri Bahrain dan Vietnam

    Dibaca : 2.108 kali

    Efek domino pembatalan seri balap F1 musim 2020 kini merembet pada dua seri berikutnya. Setelah GP Australia gagal pentas, seri Bahrain dan Vietnam turut urung digelar sesuai jadwal. Sedianya, kedua seri tersebut dijadwalkan akan dilangsungkan masing-masing pada 20-22 Maret dan 3-5 April mendatang. Eskalasi penyebaran virus Corona ditambah dengan adanya salah satu kru McLaren Racing Team yang positif terjangkit virus tersebut membuat kompetisi mengalami penundaan.

    Berdasarkan rilisan resmi situs formula1.com, CEO Formula 1 Chase Carey mengatakan bahwa keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan keselamatan semua orang yang berkecimpung di ajang balap tersebut dan juga para penggemar. "Situasi global terhadap COVID-19 begitu cair dan sangat sulit untuk diprediksi. Ini menjadi kesempatan bagi kami menilai situasi dan membuat keputusan yang tepat" kata Carey.

    Sementara itu, gelaran F1 pun diprediksi akan kembali digelar pada akhir bulan Mei atau awal Juni. Dikutip dari motorsport.com, rencana tersebut akan diberlakukan jika kondisi pandemi Corona di Eropa bertambah buruk selama beberapa minggu ke depan. Ini berarti para penggemar harus menunggu seri pembuka musim 2020 ini saat digelar di Baku, Azerbaijan. Jika menilik dari jadwal resmi, GP Baku akan dihelat pada 5-7 Juni 2020 mendatang. 

    Pandemi virus Corona telah menyebabkan kekacauan pada sejumlah agenda balap. Tidak hanya F1 yang mengalami penundaan. Ajang balap lain seperti MotoGP dan Formula E pun turut terkena dampak dari virus tersebut.

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 617 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).