Katanya Peduli Tenaga Medis, Kenapa Ikut-ikutan Beli Termometer Tembak? - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Jumat, 20 Maret 2020 14:07 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Katanya Peduli Tenaga Medis, Kenapa Ikut-ikutan Beli Termometer Tembak?

    Dibaca : 456 kali

    Bila peduli tenaga medis virus corona, kenapa sih harus beli termometer tembak?

    Katanya peduli, katanya simpati kepada tenaga medis yang tengah berjuang menyembuhkan pasien virus corona. Maka cara mendukung tenaga medis, harusnya masyarakat atau orang-orang mampu itu tidak usah membeli peralatan yang harusnya dipakai tenaga medis.

    Wabah virus corona itu kian merebak. Pasien pun terus bertambah. Di Indonesia per hari ini, sudah ada 309 kasus positif corona. Baru 15 yang sembuh. Sementara yang meninggal dunia 25 orang. Angka kematiannya 0,8%. Jadi, ayo dukung tenaga medis Indonesia.

    Bila peduli tenaga medis.

    Bro and sis, tidak perlu beli termometer tembak atau thermal scanner. Karena alat itu sangat diperlukan tenaga medis. Untuk mendeteksi awal suspek corona.

    Bro and sis, tidak usahlah beli masker N95 yang diperuntukkan tenaga medis. Cukup masker biasa saja seperti yang biasa digunakan saat naik motor.

    Bro and sis, tidak perlu beli hand sanitizer secara berlebihan, kan masih ada sabun yang fungsinya juga buat membersihkan kuman.

    Bro and sis, tidak perlu juga beli bahan antiseptik atau alkohol secara berlebihan. Karena itu semua diperlukan untuk para tenaga medis dalam merawat pasien virus corona yang bakal kian bertambah.

    Tenaga medis itu khawatir. Jangan-jangan nanti Alat Pelindung Diri (APD), thermometer tembak, masker N95, sarung tangan, kacamata google atau rapid test pun diborong orang-orang mampu. Sehingga tenaga medis jadi tidak bisa optimal melayani dan menyembuhkan pasien virus corona.

    Bila peduli tenaga medis di tengah serangan virus corona ini. Siapapun tidak boleh panik dan harus mampu menahan diri. Agar tidak perlu ikut-ikutan membeli peralatan medis yang diperuntukan tenaga medis. Apalagi sampai memborong hingga sulit dicari di pasaran.

    Katanya simpati, katanya mendukung tenaga medis. Untuk menyembuhkan pasien virus corona. Tapi, kenapa di saat yang sama malah ikut-ikutan membeli thermometer tembak dan peralatan medis mereka? Lalu di mana kepekaan dan kepedulian itu?

    Ketahuilah, sekalipun punya risiko paling tinggi tertular virus corona. Tenaga medis tetap berjuang dan bekerja untuk menyembuhkan pasiennya. Dokter dan perawat adalah ujung tombak kita di tengah wabah virus corona. Tenaga medis terusberjuang tanpa kenal lelah. Bahkan mempertaruhkan nyawanya. Maka, mudahkan mereka untuk bekerja. Dengan cara tidak usah ikut-ikutan membeli peralatan medis yang mereka butuhkan.

    Katanya tidak usah panik. Lalu kenapa harus ikut-ikutan beli thermometer tembak? Apalagi sampai memborong hingga membuat harga jadi tidak normal. Ayo tahan diri, jangan beli peralatan medis yang harusnya dipakai tenaga medis.

    Wabah virus corona ini bencana nasional. Maka ikuti saja protokol kesehatan yang sudah disampaikan pemerintah. Patuhi dan jalankan sebaik-baiknya. Agar penyebaran wabah virus vorona bisa diminimalisir. Tanpa perlu panik, sampai membeli peralatan medis yang dibutuhkan tenaga medis.

    Untuk masyarakat, untuk orang-orang mampu. Bila mau berperan dalam mencegah wabah virus corona, cukup lakukan hal-hal yang sederhana yang sudah disuruh pemerintah seperti:

    1. Jaga jarak sosial satu sama lainnya, social distancing
    2. Hindari kerumunan atau keramaian, cukup di rumah saja
    3. Rajinlah cuci tangan
    4. Jaga kesehatan agar imunitas tubuh kokoh
    5. Jangan stress atau panic berlebihan
    6. Banyak minum air putih
    7. Istirahat atau tidur yang cukup

    Jadi sekali lagi, tidak perlu ikut-ikutan membeli termometer tembak, masker N95, hand sanitizer, antispetik atau alcohol berlebihan. Secukupnya saja. Apalagi sampai membeli Alat Pelindung Diri (APD), sarung tangan, kacamata google atau rapid test.

    Marilah menahan diri, tidak perlu berlebihan dalam hal apapun. Virus corona itu musuh kita bersama. Harus bersama-sama menghadapinya. Bukan karena mampu, kita malah merepotkan tenaga medis di lapangan.

    Sungguh, siapapun boleh memilih untuk melindungi dirinya sendiri. Tapi di saat yang sama, siapapun bertanggung jawab untuk menyelamatkan jiwa sesamanya. Tabikk #LawanVirusCorona #StayAtHome


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.