Top Selfie Kragilan Pesona Hutan Pinus di Lereng Gunung Merbabu

Minggu, 22 Maret 2020 10:51 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kota magelang terkenal juga dengan atraksi wisata alam. Salah satunya top selfie pinusan Kragilan. Yang mengemas atraksi wisata dengan konsep instagramable.

 

Teman

Kota Magelang terkenal dengan atraksi wisata sejarah, budaya, dan alam. Diresmikannya atraksi wisata top selfie pinusan Kragilan membawa warna baru dalam wisata alam dan wisata kekinian. Atraksi ini mengemas top selfie dengan spot-spot yang instagramable, sehingga menarik antusias wisatawan datang berkunjung baik untuk hunting foto maupun menikmati suasana hutan pinus.


Atraksi wisata tersebut terletak di lereng bukit Gunung Merbabu. Tepatnya di Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Wisatawan dapat menempuh perjalanan selama kurang lebih 1/1,5 jam dari pusat Kota Magelang. Selama perjalanan wisatawan dapat menikmati panorama keindahan Gunung Merbabu dan perkebunan di sekitarnya. Selama dalam perjalanan menuju atraksi wisata wisatawan perlu berhati-hati karena akan melalui jalan yang berliku dan menanjak.

Atraksi wisata ini dibuka pukul 08:00–17:00 WIB dan harga tiket masuk yang relatif murah yaitu Rp10.000 untuk hari biasa dan Rp15.000 untuk hari libur. Pengunjung juga dikenakan biaya parkir sebesar Rp3.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp10.000 untuk kendaraan roda empat.

Sesampainya di lokasi wisata, wisatawan akan dimanjakan dengan pesona hutan pinus yang indah. Wisatawan akan melewati jalan setapak yang di sepanjang jalan dihiasi oleh pohon pinus di sisi kiri dan kanan. Lelah perjalanan pun akan terbayar ketika sampai di lokasi wisata. Bagi pengunjung yang datang pada pagi hari dapat menikmati udara yang masih segar dan bersih. Begitu pun pada siang hari suasana juga terasa teduh karena sinar matahari masuk melalui sela-sela pohon pinus.

Keluarga


Mengambil tema top selfie tentu didalamnya terdapat banyak spot-spot foto untuk diabadikan. Spot foto tersebut dibuat dengan kreativitas pengelola dalam menciptakan spot foto yang menarik dan instagrammable. Disetiap spot foto wisatawan juga dikenakan tarif sebesar Rp5.000/orang dan terdapat bermacam-macam spot foto diantaranya ayunan langit, hammock, sangkar burung, jembatan, gardu pandang, sepeda flying, dan lain sebagainya. Fasilitas penunjang yang ada di atraksi wisata ini antara lain toilet, mushola, rumah makan, dan lahan parkir yang cukup luas.

Ayunan langit


Antusias pengunjung untuk berswafoto sangat terasa, baik di kalangan remaja, dewasa maupun keluarga. Setiap tahunnya selalu ada peningkatan wisatawan yang datang berkunjung. Bagi wisatawan yang ingin mendapatkan hasil foto yang bagus, di sana juga disediakan jasa fotografer. Fotografer akan membantu mengarahkan wisatawan untuk bergaya saat berfoto sehingga akan mendapatkan hasil yang bagus.

Untuk pengambilan foto wisatawan akan dikenakan biaya sebesar Rp2.500/foto atau dapat menyesuaikan paket yang diberikan oleh fotografer. Spot foto favorit yang sering digunakan wisatawan yaitu berada disepanjang jalan setapak yang dikanan kirinya dihiasi pohon-pohon pinus. Suasana hutan pinus yang romantis dan pemandangan nan eksotis juga sering digunakan sebagai tempat foto prewedding.

Alasan dibangunnya atraksi wisata top selfie yaitu sebagai upaya dalam memberdayakan kawasan hutan pinus, kesadaran akan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, membantu perekonomian dan pembangunan masyarakat sekitar. Struktur organisasi yang bertugas dalam hal pengelolaan atraksi wisata dilakukan sepenuhnya oleh masyarakat.

Pada awalnya, masyarakat meminta izin kepada pihak perhutani untuk memberikan izin dalam membangun atraksi wisata di kawasan tersebut. Setelah mendapat izin, masyarakat sekitar dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) mulai membuat spot-spot foto dengan kreativitas mereka. Banyaknya kunjungan wisatawan disetiap tahunnya dapat membantu dalam peningkatan kualitas dan fasilitas atraksi wisata. Dengan adanya kunjungan dari wisatawan tidak hanya menambah pendapatan untuk warga sekitar tetapi juga memberikan bentuk apresiasi kepada masyarakat .

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Devita Miftakhul Mah`da

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler