Masyarakat Menanti Bantuan Jaminan Pendapatan dan Konsumsi dari Pemerintah - Analisa - www.indonesiana.id
x

Fadjroel

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 23 Maret 2020 10:43 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Masyarakat Menanti Bantuan Jaminan Pendapatan dan Konsumsi dari Pemerintah

    Dibaca : 511 kali

    Sejak kebijakan lockdown diputuskan tidak diambil oleh pemerintah pusat, lalu pemerintah daerah juga menjalankan kebijakan yang tetap sesuai koridor protokoler pemerintah pusat menyoal virus corona, tetap saja masyarakat yang berusaha di sektor informal semakin terdampak. 

    Meski kelihatannya masyarakat di sektor informal terlihat "bandel" dan tetap beraktivitas seperti biasa, mereka juga tetap manusia biasa yang juga takut tertular virus corona. 

    Namun, karena kondisi "perut" maka mereka tetap terpaksa bandel karena kalau mereka tetap tidak berupaya, siapa yang mau membantu dan menolong keluarga mereka dari jerat dan himpit kehidupan ekonomi mereka. 

    Pemerintah pusat yang kabarnya akan membantu masyarakat golongan ini, ternyata hingga hari ini, belum nampak tanda-tanda akan mengucurkan bantuan kepada masyarakat. 

    Selama ini, masyarakat hanya mendengar desas-desus dan membaca/mononton berita tentang wacana ini dari pemerintah. 

    Kira-kira kapan, pemerintahan Jokowi ini benar-benar akan membuktikan menyalurkan bantuan sosial untuk masyarakat yang sangat membutuhkan? 

    Ternyata, juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman dalam siaran resminya kepada awak media, Minggu (22/3/2020) mengatakan, pemerintah memberikan jaminan pengaman sosial bagi masyarakat yang terdampak kehidupan sosial-ekonominya akibat wabah virus corona. 

    Lanjutnya, pemerintah akan menjamin pendapatan dan konsumsi masyarakat melalui berbagai bantuan sosial. Fadjroel juga menyatakan bahwa pemerintah juga menggerakkan semua daya untuk menjamin jaring pengaman sosial bagi masyarakat terdampak kehidupan sosial-ekonominya agar konsumsi dan pendapatan masyarakat terjamin. 

    Lebih spesifik, Fadjroel malah menyebut, pemerintah akan menggencarkan program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan, Penerima Bantuan Iuran, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Sembako, Kartu Pra-Kerja hingga Dana Desa, serta memperbanyak Padat Karya Tunai dari Kementerian/Lembaga. 

    Fadjroel yang juga kerap tampil di layar kaca ini, gaya bicaranya juga tetap sama dan berupaya meyakinkan media dan masyarakat. Namun, lagi-lagi, apa yang dikemukakan Fadjroel dalam rangka mewakili pemerintah, semua yang diungkapkannya masih sebatas wacana, belum nyata-nyata. 

    Dalam siaran resmi itu pula, Fadjroel tetap berapi-api menjelaskan bahwa pemerintah katanya juga akan menjamin ketersediaan bahan pokok. Selain itu, untuk menjaga roda perekonomian dunia usaha dan masyakarat terus berputar, pemerintah akan membuat sejumlah kebijakan fiskal dan moneter yang melibatkan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Pasar Modal, dan Lembaga Penjamin Simpanan. 

    Tidak hanya itu, Fadjroel pun mengungkapkan bahwa pemerintah juga akan merelokasi anggaran untuk aktivitas Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 serta mendorong pencairan APBD Propinsi/Kabupaten/Kota dan anggaran Kementerian/Lembaga sesegera mungkin. 

    Di sisi lain, seiring dengan janji pemerintah, khususnya untuk masyarakat di sektor informal, secara umum pemerintah meminta masyarakat agar mendukung langkah dan kebijakan yang sudah diambil, seperti menjalankan pembatasan sosial dengan bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. 

    Nah, setelah semua disampaikan oleh Fadjroel, yang menjadi pertanyaan awak media dan masyarakat, kapan bantuan pemerintah khususnya untuk masyarakat di sektor informal dan kelas bawah itu akan dikucurkan? 

    Sabar masyarakat. Mungkin masih dihitung, dikalkulasi, masih dipikirkan strateginya dan prosedurnya, dan masih-masih yang lain. Sabaaar, ya


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.