Ruang Isolasi di SMC Disiapkan demi Tanggulangi COVID-19 - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Cahaya Tasikmalaya

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2020

Selasa, 24 Maret 2020 05:53 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Ruang Isolasi di SMC Disiapkan demi Tanggulangi COVID-19

    Dibaca : 229 kali

    Telah ada banyak pemberitaan mengenai kondisi klinik maupun rumah sakit yang sedang menangani pasien Covid-19. Beberapa di antaranya bahkan cukup menyedihkan karena ada banyak barang medis dan ruangan yang sudah tidak memadai dan habis. Memang kini suasana penuh kekalutan inilah yang menimbulkan kelangkaan karena sikap pembelian yang tidak kira-kira. Selain itu, banyak masker yang katanya sudah habis diekspor sehingga tidak ada stok di dalam negeri. 

    Beruntung, barang-barang seperti hand sanitizer, masker N95, sarung tangan bedah dan lainnya masih bisa diimpor melalui penggalangan dana yang dilakukan oleh banyak pihak. Sementara itu pengadaan ruangan bagi ODP dan PDP juga kini semakin terbatas. Rumah sakit juga menangani pasien dengan keluhan penyakit lain, sedangkan pasien dengan COVID-19 terus naik dan butuh ruangan serta fasilitas khusus untuk isolasi.

    Di Tasikmalaya, meski belum ada warganya yang berstatus PDP, tetapi Pemkab sudah sangat siaga, bahkan semenjak awal Maret, ketika Gubernur Jawa Barat menyampaikan bahwa Jabar siaga COVID. Kesiapsiagaan yang nampak progresif di tengah situasi genting ini adalah menerapkan skenario siaga transfer rujukan ke RSU Dokter Slamet di Kabupaten Garut dan juga pengadaan ruang isolasi sebelum adanya transfer pasien. 

    Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto turut mengapresiasi langkah yang diambil oleh RS SMC Tasikmalaya. Beliau bangga karena imbauan yang sudah dikeluarkan beberapa hari lalu ternyata sangat cepat direalisasikan oleh instansi-instansi terkait. “Meski RS SMC belum jadi RS rujukan untuk tangani COVID-19, tapi penting untuk punya satu instansi medis yang siap dan siaga selalu. Termasuk di dalamnya ruang isolasi. Saya kira prosedurnya sudah sangat runtut dan jelas, sehingga aman, baik untuk pasien dan tenaga medis.” ungkap Bupati Ade.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.