Kisah-kisah Inisiatif Warga Menghadang Wabah Virus Corona - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Toko Buku Wijaya di Kota Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, berinisiatif menyediakan tempat cuci tangan di depan tenpat usahanya, agar pengunjung mencuci tangan dulu sebelum masuk toko. Hal ini dilakukan demi mencegah penularan wabah virus corona. Istimewa

tuluswijanarko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 23 Maret 2020 17:56 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Kisah-kisah Inisiatif Warga Menghadang Wabah Virus Corona

    Dibaca : 617 kali

    Tempat Cuci Tangan di Toko Wijaya, Kota Karanganyar, Jawa Tengah. Pengelola toko beriinisiatif menyediakan tempat cuci tangan itu bagi pengunjung demi mencegah penularan virus corona. Istimewa

    Ajakan itu beredar di linimasa media sosial maupun di grup-grup percakapan seperti Whatsapp. Di sana tertulis seperti ini: Yuk bantu dengan cara order makanan untuk abangnya. Warungnya laku dan abang ojolnya dapat makanan. Sebuah ajakan yang intinya bersama-sama melawan wabah virus corona beserta dampaknya sebisa mungkin.

    Pemerintah memutuskan wabah corona itu dilawan, salah satunya, dengan social distancing. Warga diimbau melakukan jarak sosial, antara lain, dengan melakukan kegiatan di rumah saja, mulai dari belajar, bekerja, hingga berdoa. Tetapi, apa boleh buat, langkah ini berdampak pada kemunduran  ekonomi rakyat.

    Mereka yang berusaha “hari ini untuk makan hari ini”, seperti para penjual makanan di kaki lima, pengemudi ojek online, dan lain-lain, mengalami sepi order. Penjualan menurun. Lalu bagaimana mereka bertahan?

    Keadaan ini lalu memunculkan benih-benih solidaritas di kalangan masyarakat. Warga berusaha saling tolong dan menguatkan untuk menghadapi pageblug corona ini. Selain itu juga muncul inisiatif dalam bentuk lain, seperti menyediakan alat cuci tangan gratis.

    Berikut berbagai bentuk solidaritas itu yang kisahnya dirangkum dari informasi yang berseliweran di media sosial.

     

    1. Menolong warung makan pinggir jalan dan pengemudi ojol.

    Ajakan ini beredar di berbagai platform media sosial. Intinya warga yang sedang work from home alias bekerja di rumah diimbau beli makanan di warung-warung kaki lima lewat aplikasi ojek online (ojol) . Dengan aksi ini, pengemudi ojol mendapat orderan dan dagangan pewarung pun laku.

    “Saya sudah mencoba melakukannya hari ini. Saya beli dua porsi, dan satu porsi kuberikan untuk pengemudi ojek online,” kata Isna, seorang tenaga pendidik yang berdomisili di kota Sala. Hal serupa dilakukan Fahmi yang berdiam di Yogyakarta.

    Rafi, warga Bekasi, pernah membeli sate padang lewat ojol sebanyak dua porsi. Saat pesanan diantar sampai rumah, satu porsi di serahkan kepada bang ojol. “Beneran, nih?” kata pengemudi ojol itu seakan tak percaya.

    Aksi ini tampaknya terus bergulir karena cerita-cerita semacam itu kian beterbaran di media sosial.

     

    2. Toko dan warung siapkan alat cuci tangan

    Beberapa toko dan warung kelontong melakukan inisiatif menyediakan sarana cuci tangan di depan tempat usaha mereka. Tujuannya, tentu agar para konsumen membersihkan tangan dulu sebelum masuk ke dalam. Biasanya pengusaha toko atau warung itu menyertakan imbauan tertulis di samping tempat cuci tangan tersebut.

    Toko Buku Wijaya di Kota Karanganyar, Jawa Tengah, adalah salah satu yang melakukan prakarsa itu. Pengelola toko meletakkan tempat cuci tangan di dekat pintu masuk.

    Perkakas itu terdiri dari gentong plastik warna putih yang bertengger di atas bangku kayu. Pada bagian bawah gentong ada keran, dan sisa air akan ditampung ember di lantai.

    Ada sabun cair untuk perlengkapan cuci tangan. Dan, untuk mengeringkan, disediakan tisu kertas. Pada tembok ditempel selembar kertas bertuliskan: Sebelum masuk mohon untuk cuci tangan terlebih dahulu.

    “Sekitar 50 persen pengunjung mau cuci tangan,” kata Sunu Wijanarko, pengelola toko tersebut. Ide membuat tempat cuci tangan itu muncul setelah serangan wabah makin menggila di berbagai tempat.

    Meski sejauh ini di kota Karanganyar belum ditemukan warga yang terinfeksi positif virus Covid-19, ide itu tetap ia wujudkan. “Ini untuk jaga-jaga,” kata Sunu.

    Langkah tersebut kemudian diikuti beberapa pengelola jasa fotokopi di kota itu. Rata-rata mereka juga membuat tempat cuci tangan setengah darurat dan disertai imbauan untuk saling menjaga kesehatan bersama.

    Di kota Serang, Banten, sebuah warung sembako juga menyediakan perangkat serupa. Sarana itu dibuat dari dari galon bekas, dan juga disediakan sabun plus tisu pembersih.

    Selanjutnya: Para Ketua RW membentuk Satuan Tugas Mandiri 


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.