Sisi Positif di Tengah Mewabahnya Covid-19 Bagi Desa Wisata - Analisa - www.indonesiana.id
x

Suasana Pantai Pandawa yang ditutup di tengah penyebaran virus Corona di Bali, 23 Maret 2020. Sejak virus Corona muncul, kunjungan wisatawan asing di Bali pun menurun. REUTERS/Johannes P. Christo

rifky ramadhan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 Maret 2020

Rabu, 25 Maret 2020 12:05 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Sisi Positif di Tengah Mewabahnya Covid-19 Bagi Desa Wisata

    Mewabahnya Covid-19 di Indonesia sangat mengganggu dinamkia masyarakat yang ada, terutama pada sektor pariwisata. Turunnya jumlah kunjungan dan pendapatan adalah suatu momok menakutkan bagi para penggiat di Industri Pariwisata. Tetapi layaknya sebuah koin, mewabahnya Covid-19 memiliki 2 sisi berbeda yang tidak dapat dipisahkan. Hal tersebut adalah dampak negatif dan positif.

    Dibaca : 1.091 kali

    Mewabahnya Covid-19 akhir-akhir ini memberikan dampak yang signifikan terhadap dinamika masyarakat saat ini. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga terjadi di hampir seluruh negara. Mulai dari negara berkembang hingga negara maju sekelas Jepang dan negara-negara di Benua Eropa yang sekilas tingkat kesehatan dan sarana prasarananya jauh lebih tinggi daripada Indonesia. Lalu apa saja sektor yang terdampak oleh mewabahnya Covid-19 hingga mengganggu dinamika kehidupan masyarakat akhir-akhir ini?

    Covid-19, jika dilihat sekilas adalah sebuah krisis kesehatan saja, tetapi jika dilihat secara jangka panjang dan mendalam, wabah ini akan mengakibatkan beberapa krisis lain. Salah satunya adalah krisis ekonomi. Karena penyebaran virus Covid-19 sangat cepat dan masif, pemerintah menghimbau untuk tidak melakukan kegiatan yang memerlukan interaksi dengan orang banyak dan himbauan untuk tidak terlalu sering keluar rumah.

    Bahkan akhir-akhir ini #dirumahaja menjadi viral di media sosial. Semakin sedikitnya masyarakat yang melakukan aktivitas di luar, membuat beberapa kegiatan ekonomi menjadi terganggu. Salah satu contohnya adalah industri pariwisata. Beruntunglah industri pariwisata yang memiliki modal besar, karena dapat sedikit bernafas dengan lega.

    Tetapi untuk industri pariwisata dengan modal kecil dan sangat bergantung pada kunjungan wisatawan seperti halnya desa wisata, dampak ini akan sangat terasa.

    Menurunnya jumlah kunjungan dan pendapatan pada sektor pariwisata khususnya di desa wisata, sebaiknya disikapi sebagai momentum untuk merawat serta memperbaharui kondisi desa wisata tersebut. Mulai dari lingkungan, ekonomi, dan sosial. Berikut cara yang dapat dilakukan oleh para stakeholder dan masyarakat untuk menyikapi dampak mewabahnya Covid-19:

    1. Identifikasi Masalah

    Berjalan dan berkembangnya suatu bisnis tidak dapat dijauhkan dari masalah. Beberapa masalah ada yang langsung terasa ketika berjalannya sebuah usaha dan ada juga masalah yang tidak dirasakan dampaknya secara langsung. Masalah yang sering dihadapi oleh desa wisata adalah masalah pada administrasi, keuangan, pemasaran, pelayanan, produk, dan lingkungan sekitar. Perlu diingat identifikasi masalah tidak hanya berupa apa masalahnya, tetapi juga dimana letak sumber masalahnya dan seberapa parah masalah tersebut.

    1. Merancang Solusi

    Jika masalah sudah dipetakan, akan dengan mudah para stakeholder dan masyarakat untuk merancang solusi seperti apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Tentunya solusi ini harus realistis untuk dilakukan dan tepat sasaran.

    1. Menyusun Aksi

    Solusi yang sudah ditemukan harus dilanjutkan dengan aksi yang nyata untuk mewujudkannya. Dalam penyusunan ini perlu adanya tahapan dalam melaksanakan solusi berupa solusi mana yang harus dilaksanakan terlebih dahulu.

    Ketiga langkah tersebut merupakan langkah yang menurut saya dapat dilakukan oleh stakeholder dan masyarakat dalam menyikapi mewabahnya Covid-19, karena melaksanakan ketiga hal tersebut memerlukan konsentrasi dan fokus yang tinggi agar tidak memerlukan waktu yang lama. Perlu diingat jika suatu desa wisata hendak melaksanakan ketiga hal tersebut, hendaknya tetap menerapkan arahan dari pemerintah dan WHO mengenai physical distancing.

    Terima kasih dan tetap jaga kesehatan



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.