Kabupaten Tasikmalaya Tidak Meliburkan Sekolah dan Mohon Doa Restu dari Seluruh Masyarakat - Analisa - www.indonesiana.id
x

gringo honasan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 Maret 2020

Rabu, 25 Maret 2020 12:05 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Kabupaten Tasikmalaya Tidak Meliburkan Sekolah dan Mohon Doa Restu dari Seluruh Masyarakat


    Dibaca : 2.852 kali

    Bupati H. Ade Sugianto SIP, sore ini (24/3) diruang Rapat Dinas Kesehatan memberikan arahan sekaligus menunjuk Sekretaris daerah (sekda) DR. Muhamad Zen sebagai juru bicara resmi Pemkab. Yang pertama, menurutnya, memiliki pusat informasi dan koordinasi yang disentralkan di kantor dinas kesehatan, dan juru bicaranya Kadinkes dr. Heru.

    Dan, yang kedua, untuk tindakan, sudah dibuat satuan gugus tugas penanganan, pencegahan pandemi Covid-19 atau lebih dikenal corona.
    Dan akan melibatkan semua banyak hal, untuk lebih lengkapnya bisa ditanyakan langsung ke Sekda, yang menyangkut hal seperti ada surat berbagai instruksi dari pembatasan luar jam kerja sampai kepada kekuatan tim gerak cepat, kurang lebih ada 5 kebijakan yang dikeluarkan

    Saat penulis menanyakan Pemkab agak terlambat dalam melaksanakan sosialisasi pandemi Corona pada warga masyarakat, tidak seperti yang dilakukan oleh pemerintah kota, Bupati mengatakan apa yang dimaksudkan kabupaten Tasikmalaya ini kondisinya baru sekarang dinaikkan dari waspada kemarin sekarang kepada keadaan tertentu bukan KLB, karena Alhamdulillah saat ini kondisinya aman, tidak seperti daerah lain kondisinya ada yang darurat bahkan ada yang luar biasa.

    Jadi kondisi untuk kabupaten Tasikmalaya keadaan tertentu/ masih hijau (aman). H. Ade Sugianto juga mengatakan dalam tahap-tahap penanganan bencana itu ada undang-undangnya, jadi gak bisa dibandingkan dengan daerah yang lain yang terjangkit.

    Ade juga menyebutkan diwilayahnya hanya ada 11 orang yang termasuk ODP (orang dalam pengawasan), dan belum tentu terjangkit, karena itu jangan sampai beritanya keliru, sehingga warga masyarakat luas tidak resah atas penyampaian informasi yang salah, kentrentraman tetap terjaga dan bisa melaksanakan aktivitasnya.

    Bupati mohon semua pihak agar mendoakannya, dan mudah-mudahan tetap berjalan seperti sekarang, dan kenapa melaksanakan beberapa langkah kebijakan mengurangi kegiatan aktivitas dikantor jam kerja dikurangi kemudian dilakukan kerja di rumah dan dikantor, semata-mata untuk meningkatkan kewaspadaan dalam rangka mengoptimalkan ikhtiar.

    Selanjutnya, dikatakan bahwa anak-anak sekolah tidak diliburkan, belajar di rumah cuma kegiatan di sekolah tidak ada, maka sistem belajar di rumah dilaksanakan.

    Singaparna.(25/3/2020)

    Gringo Honasan



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.