Ini Gerak Taktis Menhan Prabowo Tangani Wabah Virus Corona - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Ahmad Irso Kubangun

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 26 Maret 2020 10:27 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Ini Gerak Taktis Menhan Prabowo Tangani Wabah Virus Corona

    Dibaca : 18.818 kali

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto langsung mengambil keputusan cepat. Melihat kondisi saat ini Indonesia sudah pandemi virus corona. 

    Puluhan orang meninggal dunia dan ratusan orang pun saat ini sedang berjuang untuk sembuh dari virus Corona. Keputusan Pak Menteri Pertahanan sudah tepat. Pertama dia (Prabowo) berkomunikasi dengan pihak pemerintah China. Walhasil, alat-alat kesehatan penanganan Covid-19 pun sudah tiba di Tanah Air. 

    Sekarang, Pak Menteri Pertahanan pun mempunyai langkah taktis. Melihat jumlah ratusan orang positif corona. Tentunya perlu alat perlindung diri lebih banyak lagi untuk para tenaga medis yang menangani pasien virus corona. 

    Berdasarkan cuitan juru bicara Kemenhan RI Dahnil Simanjuntak di akun sosial. Menteri Pertahanan menghubungi beberapa pabrik untuk memproduksi massal APD. Ini langkah cepat dan taktis. Sebab, para tenaga medis perlu alat untuk menangani para pasien yang terpapar virus corona. 

    Tentu, APD ini untuk tenaga medis di Indonesia sebagai senjata memerangi pandemi virus corona baru atau COVID-19. 

    Penulis suka dengan kebijakan Pak Menteri Pertahanan. Dengan adanya banyak APD tentunya para tenaga medis mudah menangani COVID-19. 

    Langkah Prabowo jempolan, deh, kalau soal taktis tanggap di waktu genting seperti ini. Semoga wabah corona ini cepat berlalu dan aktivitas rakyat Indonesia berjalan seperti biasanya. 

    Tetap jaga diri dan tidak panik. Satu lagi jangan menyebarkan berita hoaks. Karena hoaks merugikan banyak orang.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 595 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).