Tayangan Kemewahan Artis di Televisi, Tak Punya Hati! - Analisa - www.indonesiana.id
x

kemewahan

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 27 Maret 2020 14:50 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Tayangan Kemewahan Artis di Televisi, Tak Punya Hati!

    Dibaca : 534 kali

    Setop tayangan yang hanya menampilkan dan menjual kemewahan dan gelimang harta para artis di televisi, di tengah masyarakat panik dan kesulitan ekonomi akibat wabah corona. Tak punya hati!

    Tayangan-tayangan tersebut benar-benar tak mendidik, tak memahami situasi dan kondisi masyarakat, tak ada simpati dan empati, sebab hanya demi kepentingan televisi dan artisnya. 

    Di mana Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai regulator penyiaran, hingga tayangan yang tak memihak masyarakat dan malah hanya menampilkan kesombongan dan pamer kekayaan terus dapat tayang di tengah rakyat yang terus tertekan dan tambah menderita. 

    Mungkin bila saya sebut, tayangan seputar keluarga RA, RO, dan artis lain yang hanya pamer rumah, isi rumah, luas tanah, pamer mobil, isi garasi, kebiasaan hidup mewah, pamer isi dompet dan atm. 

    Sungguh menciderai hati masyarakat dan malah menjadikan masyarakat menjadi pemimpi di siang bolong. Apakah tepat hingga sekarang tayangan-tayangan seperti demikian masih terus diputar di layar televisi hanya demi mengejar rating dan masuknya sponsor? 

    Tadinya, saya tak berpikir menulis perihal kepongahan para artis dan stasiun televisi yang tak punya hati. Namun terkait pekerjaan saya, banyak masyarakat yang meminta tolong untuk menulis tentang tayangan di televisi tentang artis dan keluarganya yang terus pamer kemewahan, di mana sebagian besar masyarakat Indonesia di landa kesulitan. 

    Kepada para artis bersangkutan, mohon kesadarannya, tahu dirilah, dan seharusnya merasa malu, unjuk gigi dan pongah pamer harta dan kemewahan di saat kondisi ekonomi masyarakat sedang terpuruk. 

    Kasihan masyarakat yang diminta berdiam di rumah, malah harus menonton hiburan di televisi hanya berisi gosip dan kemewahan kehidupan kalian, artis yang bisa jadi semu dan hanya demi keuntungan pribadi. 

    Ingat, hidup bergulir bagai roda. Ada saatnya di bawah, ada saatnya di atas. Jadi, saat kalian sekarang sedang di atas, mawas dirilah. Cerdas intelektual, personaliti, dan emosilah. Pahamai kondisi masyarakat kini sedang bagaimana?

    Lalu, apa edukasi dari tontonan kemewahan yang tidak ada signifikasi dan realistisnya bagi kehidupan masyarakat umum, terlebih di masa susah seperti sekarang. 

    Wahai saluran televisi yang masih menayangkan siaran kemewahan artis, punya hati lah, bila tak cerdas emosi dalam melihat situasi dan kondisi. Masih banyak tayangan hiburan yang justru dapat membantu menaikkan mental masyarakat yang tertekan akibat virus. 

    Sehingga tinggal di rumah, salah satu hiburan dan edukasinya adalah tayangan televisi yang realistis dan nyambung bagi kehidupan masyarakat di saat seperti ini. 

    Ayo KPI, bertindaklah. Jangan biarkan masyarakat menonton tayangan tak bermutu, yang membikin masyarakat hidup dalam mimpi, menjadi pemimpi, menjadi tukang mengkhayal, malas untuk  bertindak kreatif, inovatif, malas kerja, tetapi mau makan enak, hidup enak, dan bergaya sok kaya (OKB). 

    Untuk para orangtua di rumah, tolong arahkan putera-puterinya, selama tayangan tentang kemewahan itu masih ada, dampingi putera-puteri Anda yang tak dapat diarahkan untuk tidak menontonnya. 

    Berikan edukasi dan pengertian. Semoga anda-Anda, para orangtua berhasil mengarahkan para putera-puterinya agar menonton tayangan yang edukatif, dan Anda sendiri tidak memberi contoh negatif, menonton tayangan tak bermutu di masa wabah corona ini. 


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.143 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).