Mikro BTS Masuk Long Ayan, Bupati Berau Harap Dapat Permudah Akses Komunikasi Masyarakat - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Muna Laya

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 Januari 2020

Senin, 30 Maret 2020 09:18 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Mikro BTS Masuk Long Ayan, Bupati Berau Harap Dapat Permudah Akses Komunikasi Masyarakat

    Dibaca : 274 kali

    Bupati Berau, H. Muharram resmikan Mictro Base Transceiver Station di Kampung Long Ayan, Berau pada hari Rabu 4 Maret lalu. Tower mikro tersebut merupakan realisasi dari APBD tahun 2019.

    29 vsat telah dibangun untuk daerah yang tidak terjangkau jaringan termasuk kantor kepala kampung, sekolah, serta puskesmas di Kampung Long Ayan, Kecamatan Segah tersebut. Pembangunan mikro BTS tersebut merupakan hasil kerjasama dengan salah satu perusahaan operator telekomunikasi di Indonesia dengan sistem sewa.

    Bupati Berau, Muharram, berharap masyarakat Long Ayan dapat menggunakan dan menjaga jaringan telekomunikasi tersebut dengan sebaik-baiknya. Meski begitu, Muharram merasa masih belum puas dengan mikro BTS tersebut dikarenakan jaringannya yang masih hanya mencakup jaringan 2G.

    Hal ini pun diakui oleh pihak Kominfo, jaringan BTS masih terbatas dan jarak jangkauan 2 KM. Jika menggunakan telfon dalam waktu yang bersamaan maka hanya sekitar 35 persen yang akan masuk. Kedepannya, ia berharap agar dapat ditingkatkan jaringan hinga 3G bahkan lebih baik lagi sampai 4G agar mempermudah masyarakat dalam berkomunikasi.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.148 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).