BWA Lawan Covid-19 Kuatkan Indonesia - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

penyemprotan desinfektan dan penyediaan hand sanitizer di masjid

hermawan hasan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 Maret 2020

Senin, 30 Maret 2020 15:01 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • BWA Lawan Covid-19 Kuatkan Indonesia

    Dibaca : 726 kali

    Badan Wakaf Alquran (BWA) meluncurkan aksi bertajuk "Lawan Covid-19 Kuatkan Indonesia" pada Kamis (26/3). Melalui aksi ini, BWA akan menjalankan aksi bersih-bersih pada sejumlah masjid. Tujuannya, agar rumah ibadah itu dapat mengantisipasi ancaman virus korona baru atau Covid-19. Selain itu, dalam aksi ini BWA juga memberikan sejumlah alat pelindung diri (APD) ke rumah-rumah sakit kecil di pinggiran kota.

    Chief Executive Officer (CEO) BWA, Ustaz Heru Binawan menyampaikan, BWA ingin menjadi bagian solusi dari wabah Covid-19 yang menyebar di tengah masyarakat Indonesia. Jadi BWA ingin mewadahi para wakif yang ingin memberikan donasi untuk membantu menghadapi wabah Covid-19.

    "Posisi kami menjadi fasilitator bagi orang-orang yang mau berdonasi untuk mendukung upaya melawan Covid-19, kegiatan yang kami kerjakan barangkali sama dengan lembaga-lembaga lain," kata Ustaz Heru

    Ia mengatakan, BWA akan menyiapkan ADP, hand sanitizer, vitamin dan suplemen untuk membantu tenaga medis menjaga daya tahan tubuh. Saat ini BWA sedang mencari APD kemudian akan didistribusikan ke rumah sakit kecil di pinggiran kota, karena rumah sakit besar sudah dibantu pemerintah.

    Bayak rumah sakit kecil yang minta APD secara khusus, maka BWA akan menyisir rumah sakit yang membutuhkan APD. Kemungkinan APD akan disalurkan ke rumah sakit yang membutuhkan di sekitar Jakarta dan Jawa Barat.

    "Beberapa rumah sakit yang menghubungi kami ada di Ciawi (Bogor), ada di Jawa Barat, tapi kalau memang wabah ini panjang periodenya rumah sakit di wilayah lain bisa dibantu juga, tergantung dana yang dihimpun BWA," ujarnya.

    Ustaz Heru juga menduga Covid-19 akan lama mewabah di tengah masyarakat Indonesia atau mungkin akan terjadi lockdown, maka BWA akan menyiapkan program-program untuk membantu masyarakat. BWA tidak hanya membantu tenaga medis tapi juga akan membantu masyarakat. Namun saat ini fokus BWA membantu tenaga medis dulu.

    Aksi 'Lawan Covid-19 Kuatkan Indonesia' dibuka dengan membersihkan Masjid Arrahmah di Tebet, Jakarta Selatan. Di sana BWA membersihkan masjid dengan disinfektan dan memberikan hand sanitizer. Selanjutnya BWA akan membersihkan masjid-masjid lainnya.

    Ustaz Heru mengingatkan bahwa saat ini masyarakat Indonesia sedang menghadapi ujian dari Allah SWT. Masyarakat harus bisa memilih aktivitas yang tepat supaya tindakan yang diambil tidak membuat Covid-19 semakin mewabah.

    "Kepada saudara-saudara kita yang kelebihan rezeki, tentu saat ini kesempatan kita untuk mengejar pahala melalui harta kita, sudah banyak lembaga yang melawan Covid-19, masyarakat silahkan donasi untuk membantu melawan Covid-19," jelasnya.

    UNTUK DONASI MUDAH KE BWA MELALUI WA 0811-163-8855 KETIK MENU

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.148 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).