Sikap Disiplin Masyarakat, Kata Kunci Cegah Virus Corona - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Selasa, 31 Maret 2020 10:50 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Sikap Disiplin Masyarakat, Kata Kunci Cegah Virus Corona

    Dibaca : 688 kali

    Wabah virus corona kian merebak. Jumlah pasien Covid-19 pun setiap hari terus meningkat. Tercatat hingga Senin (30/3), terjadi penambahan 129 kasus baru. Totalnya menjadi 1.414 kasus. Dari jumlah tersebut, ada 1.217 orang dirawat, 122 pasien meninggal dunia, dan 75 pasien sembuh. Daerah yang terpapar sudah mencakup 27 provinsi. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah pasien positif terbanyak, yakni 698 orang.

    Presiden Joko Widodo, hari ini saat membuka rapat terbatas membahas laporan Gugus Tugas Penanganan Corona via video conference menegaskan perlunya memperkuat kebijakan pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19 dalam skala lebih besar. Bila perlu physical distancing atau social distancing didampingi kebijakan darurat sipil.

    "Physical distancing dilakukan lebih tegas, lebih disiplin, dan lebih efektif lagi. Sehingga tadi sudah saya sampaikan bahwa perlu didampingi adanya kebijakan darurat sipil," kata Jokowi.

    Maka penting dikedepankan, pentingnya physical distancing, menjaga jarak fisik antar satu dengan yang lainnya. Masyarakat diminta untuk lebih disiplin dan mematuhi imbauan untuk menghindari kerumunan massa, tetap #DiRumahAja, dan work from home. Bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Tidak berkumpul dengan jumlah orang banyak. Daripada terlibat pada perdebatan soal ada tidaknya lockdown, sungguh patut dioptimalkan sikap “disiplin” masyarakat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

    Siapapun harus menyadari. Imbauan untuk “menjaga jarak” memang benar-benar harus direalisasikan dengan penuh disiplin. Agar wabah Covid-19 bisa segera diakhiri dan dan tidak meluas ke daerah-daerah yang tak terjangkit; tidak menyebar ke orang-orang yang sehat.

    Menyikapi dinamika yang terus berkembang, Polda Metro Jaya pun masih focus untuk memastikan kebijakan social distancing atau pembatasan aktivitas sosial. Sampai saat ini Polri masih patroli ke tempat-tempat yang sering jadi tempat kerumunan atau berkumpulnya orang. Sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus Covid-19 atau corona.

    "Polri tetap fokus pada social distancing. Tidak ada lockdown. Kita tegas laksanakan itu sesuai Maklumat Kapolri. Tolong dipatuhi dengan displin. Tetapi apabila masyarakat kita sampaikan dan tidak mau mengindahkan petugas di situ, kita lakukan tindakan tegas terukur," ujar Kombes Yusri Yunus, Kabid Humas Polda Metro Jaya di Polda Metro Jaya (30/3).

    Maka sudah menjadi tanggung jawab Polri untuk memastikan berjalannya tertib sipil. Untuk memutus rantai penyebaran virus corona, di samping mengawal kebijkan yang dimabil pemerintah. Karena itu, kata kuncinya ada pada sikap disiplin.

    Kedisplinan, inilah karakter yang harus terus diperkuat. Dalam upaya mencegah wabah virus corona. Masyarakat harus disiplin mematuhi imbauan. Virus corona menyebar dari orang ke orang. Tanpa tahu siapa yang menularkan dan siapa yang ditularkan. Maka disiplin untuk #DiRumahAja menjadi kata kuncinya. Disiplin mengikuti imbauan untuk bekerja dari rumah, sekolah dari rumah, beribadah dari rumah. Karena tanpa sikap disiplin, maka wabah virus corona akan terus merebak dan menelan korban.

    Disiplin pun berarti tertib. Termasuk dalam menentukan status wilayah. Oleh karena itu, para kepala daerah pun diimbau disiplin dalam mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Bahwa karantina wilayah pun menjadi kewenangan pemerintah pusat, bukan kewenangan pemerintah daerah. Pemerintah pusat dan daerah harus berada dalam satu visi, satu kebijkan yang sama. Agar tidak membingungkan masyarakat.

    Maka kian penting hari ini, masyarakat tetap disiplin untuk physical distanding; jaga jarak antara satu dengan yang lainnya dan menghindari berkumpulnya orang banyak. Sehingga wabah virus corona dapat diakhiri penyebarannya. #LawanVirusCorona

      


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.148 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).