Kerinduan Netizen pada Pak SBY Tak Terbendung - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Rudi Fitrianto

Pengamat Kebijakan Publik, Politik dan Hukum
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 6 April 2020 09:08 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Kerinduan Netizen pada Pak SBY Tak Terbendung

    Dibaca : 3.937 kali

    Di alam keterbukaan seperti sekarang ini, sosial media menjadi kebutuhan pokok bagi kalangan muda maupun tua. Media menjadi perantara untuk menyambung informasi dari berbagai sudut padang baik itu berisi pujian, kritik, sinisme, dan sampai hujatan.

    Demokrasi merupakan keniscayaan, kontrol negara terhadap keterbukaan itu juga ada batasanya, negara Indonesia pernah memiliki masa lalu yang kelam dimana otoritarian membungkam suara dan hati rakyat selama 32 tahun lamanya ~ ini merupakan perjuangan panjang, hasil keringat, dan “pertempuran” para pihak baik para aktivis mahasiswa, cendekiawan, tokoh masyarakat dan politisi melalui parlemen.

    Kebebasan merupakan sesuatu yang sangat fundamental dan sangat penting sekarang ini. Seperti kemarin tepatnya pada tangga 04 April 2020 di jagad twitter dengan kata kunci “Pak SBY” menjadi top trending topic Indonesia.

    Setelah menelusur dengan kata kunci “Pak SBY”  akan muncul begitu banyak respon atau curhatan dari warga twitter. Kebanyakan dari mereka merasa kangen dengan sosok Presiden ke–6 Republik Indonesia tersebut. Netizen kangen dengan masa satu dasawarsa SBY mulai dari alam demokrasinya, ekonomi yang stabil dan kebijakan pro rakyat.

    Akun twitter @okkysiregarr misalnya menuliskan "Emang jamanya Pak SBY itu bisa dikatakan aman di kritik juga tidak membuatnya bersikap memenjarakan orang yang mengkritiknya". Selain itu akun @mmerdekaw menuliskan dalam tweetnya " Dulu jaman Pak SBY saking kuatnya KPK sampe orang2nya yang korupsi pada ditangkepin semua. Sekarang? KPK dilemahkan untuk apa? Dengan dalil ABC sampe Z. Supaya apa?".

    Seperti diketahui Presiden Yudhoyono memulai menjabat sebagai Kepala negara dan Kepala Pemerintah sejak tahun 2004, begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh SBY dan pemerintahanya diawal masa baktinya sebut saja Tsunami yang begitu maha dahsyat dan termasuk bencana terbesar di era modern yang merenggut jutaan jiwa di ujung barat Indonesia.

    Sosok Yudhoyono kala itu dengan pembawaanya yang tenang dan kalem berhasil membangun kembali bumi serambi mekah dan berhasil pula mendamaikan Gerakan Aceh Merdeka untuk kembali bersatu dengan Ibu pertiwi. Kerja keras Presiden SBY juga tidak sia–sia kala itu SBY juga dianugerahi penghargaan oleh PBB  karena dapat menyelesaikan tanggap bencana dengan baik sekitar tahun 2005.

    Pasca tragedi kelam tersebut Yudhoyono berhasil membawa Indonesia ke dalam kelompok elit yang bernama G20. Tidak semua negara bisa menjadi anggotanya. Berkat keberhasilanya melobi Presiden Obama dan Perdana Menteri Australia untuk pertama kalinya tahun 2008 Indonesia bersanding dengan 20 negara lain yang termasuk ekonomi besar dunia.

    Dan kebangganya membawa Indonesia kedalam G20, SBY ungkapkan dalam pidatonya pada tahun 2009 di depan ribuan mahasiswa Harvard University bahwa ia mengatakan keberhasilan yang dilakukan selama ini bukan untuk dirinya tetapi untuk seluruh rakyat Indonesia.

    Selain itu hal yang sangat fundamental di era SBY adalah terkait alam keterbukaan dan Demokrasi. Di masa–masa inilah rakyat Indonesia sangat bebas mengkritik, memfitnah bahkan setiap hari tiada kritik dan hujatan untuk Yudhoyono.

    Bahkan sangat disayangkan beberapa media juga sangat minir dengan Presiden SBY, bahkan setiap hari masyarakat memperhatikan media tersebut menilai Presiden tidak ada benarnya. Kebebasan masyarakat mengakses internet dan bersosial media juga tidak dibatasi. Mungkin SBY sadar dulu beliau ikut memperjuangkan kebebasan itu, diantara para perwira sosok Yudhoyono dikenal dekat dengan para mahasiswa.

    Walaupun Yudhoyono sudah tidak menjabat Presiden sejak tahun 2014 yang lalu dan sekarang juga mulai mencopot seragam politiknya secara perlahan tetapi kecintaanya pada negara dan keberlangsungan rakyat Indonesia terus tumbuh di hatinya.

    Di kala para politisi dan mantan kepala negara terdiam ditengah keadaan seperti ini, Tweet yang jernih dari akun @SBYudhoyono untuk para stakeholders sebagai obat penguat untuk Pemerintah menentukan kebijakan kedepan. Jarang sekali politisi yang diluar pemerintahan seperti SBY mau memberikan rekomendasi secara objektif dan tidak juga menjatuhkan martabat Presiden Jokowi.

    Dalam setiap kesempatan SBY pernah bercerita dengan para insan media, beliau sangat sadar memimpin negara yang begitu luas dan kompleks seperti Indonesia seorang Presiden tidak bisa sendiri perlu adanya masukan–masukan (goodwill) yang objektif untuk dijadikan pertimbangan dalam melangkah.

    Sikap seorang Yudhoyono yang sampai saat ini masih perhatian pada bangsa dan negaranya Indonesia, mungkin SBY sampai saat ini masih memegang teguh Sapta Marga dan tertanam didalam lubuk hatinya yang 50 tahun yang lalu beliau ikrarkan dihadapan Sang Pertiwi. ****


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.