Promosikan Pariwisata NTB melalui Sail Mayo Tambora 2018 - Travel - www.indonesiana.id
x

Lintang Anindyaa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 7 April 2020

Rabu, 8 April 2020 14:36 WIB
  • Travel
  • Berita Utama
  • Promosikan Pariwisata NTB melalui Sail Mayo Tambora 2018

    Dibaca : 1.627 kali

    Nautical tourism adalah bentuk aktivitas yang berhubungan dengan sailing, boating, atau dapat juga kombinasi antara keduanya dengan tujuan untuk melakukan kegiatan wisata. Kegiatan nautical tourism antara lain seperti berpergian dari satu pulau ke pulau lain menggunakan kapal pesiar atau acara yang berpusat di kapal. Akan tetapi, kegiatan ini tidak hanya terbatas pada kapal pesiar, dapat juga menggunakan yacht (kapal pesiar privat) yang ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan cruise. Terdapat juga island hopping yaitu mengunjungi beberapa pulau yang jaraknya berdekatan dalam waktu sehari.

    Sebagai Negara kepulauan, Indonesia dikenal dengan wisata baharinya. Keindahan dan keunikan wisata di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar terhadap jenis wisata bahari. Pulau dan pantai dengan keindahan bawah laut menjadi tujuan wisata favorit bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Dengan melihat potensi perairan berupa lautan dan pantai tersebut, menjadikan satu daya tarik wisata yang saat ini banyak digemari oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.  

    Salah satu acara nautical tourism di Indonesia adalah Sail Moyo Tambora. Sail Moyo Tambora diselenggarakan mulai tanggal 9 – 23 September 2018. Event ini merupakan salah satu event internasional yang masuk dalam Calendar of Event yang dibuat oleh Kementerian Pariwisata, hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Koordinator Bidang Maritim RI.

    Sebelum adanya acara Sail Moyo Tambora terdapat event Sail Bunaken pada tahun 2009 dengan tujuan meratakan pembangunan daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) yang akhirnya difokuskan kepada pengembangan pariwisata, terutama destinasi prioritas. Kegiatan acara Sail Moyo Tambora diselenggarakan untuk mengenalkan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Kabupaten Sumbawa kepada seluruh dunia dan menunjukkan bahwa provinsi NTB sudah bangkit kembali dari bencana alam yang sebelumnya terjadi.  

    Diikuti oleh 140 kapal yacht dari 38 negara mengelilingi perairan di Pulau Moyo dan Tambora, antara lain Selandia Baru, Inggris, Prancis, Australia, Chile, dan Amerika Serikat. Mereka melakukan kegiatan berlayar menuju Sumbawa untuk melihat keindahan alam yang berada di Sumbawa. Kemudian ada kegiatan sailing pass yang diikuti oleh 248 perahu dan uniknya lagi perahu yang digunakan dihiasi dengan bendera dan pernak pernik yang tentunya memanjakan mata penonton.

    Sail Moyo Tambora tidak hanya berkutat dengan kegiatan berlayar saja, tetapi kegiatan event ini dikemas dengan berbagai rangkaian acara yang tentunya menarik wisatawan untuk berkunjung dengan menampilkan beragam kekayaan alam dan budaya daerah setempat. Kegiatan wisata yang disajikan beragam dan sangat menarik. Ketika opening ceremony terdapat atraksi yang sangat ditunggu – tunggu oleh masyarakat setempat maupun wisatawan, yaitu atraksi terjun payung yang dilakukan oleh Korps Marinir TNI Angkatan Laut. Uniknya dari atraksi terjun payung ini adalah penerjun tidak menggunakan seragam, akan tetapi penerjun menggunakan pakaian khas Sumbawa. Tidak hanya atraksi terjun payung, terdapat atraksi marching band dari Politeknik Pelayaran Surabaya.

    Pemerintah juga meresmikan beberapa pembangunan infrastruktur dan pariwisata Sumbawa, seperti Peresmian Jembatan Samota, melepas sailing pass 500 perahu nelayan dari pantai goa menuju ujung Labuan Badas, Peresmian Terminal Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III, dan Penetapan Taman Nasional Moyo Tambora.

    Sail Moyo Tambora didukung oleh Kementerian Perhubungan dengan memberikan beberapa bentuk dukungan berupa akomodasi dan transportasi. Pertama, menyiapkan empat unit kapal Negara, yaitu KN. Nusa Penida, KN. Bung Tomo, KL. Grantin, KL. Hasanuddin, dan kapal tol laut KM. Logistik Nusantara yang digunakan sebagai fasilitas penginapan. Kedua, Kemenhub menambah jumlah flight maskapai penerbangan dan waktu operasional bandara diperpanjang pengoperasiannya hingga pukul 21.00 WITA. Ketiga, mengirimkan bantuan 30 bis dan fasilitas pendukung lainnya.

    Acara ini tidak hanya mengundang wisatawan lokal, wisatawan mancanegara juga dapat menikmati karena terdapat berbagai rangkaian acara untuk memeriahkan Sail Mayo Tambora. Rangkaian acara untuk menyemarakkan Sail Mayo Tambora antara lain Pre-event Tambora Volcano Tour, Gebyar Pesta Jagung, Sengigi Festival, Culture Performance Moyo Tambora, City Parade, Kenawa Jazz Festival, Saka Buffalo Race, Maritim and Tourism Expo, Moya Tambora Fun Run, Tenun and Fashion Street Festival, International Culinary Program, International Yacht Rally (diikuti oleh 140 kapal yacht dari 38 negara), dan bakti sosial. Tidak hanya itu, terdapat juga kegiatan internasional seperti dialog budaya, forum investasi, seminar International Asia Pasific Geopark, dan International Paragliding.

    Dengan adanya event Sail Moyo Tambora meningkatkan jumlah wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Sumbawa dan Lombok. Pemerintah berharap dengan adanya event Sail Moyo Tambora dapat membangkitkan pariwisata dan mempromosikan potensi wisata bahari daerah Lombok dan provinsi NTB.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.