Sail Indonesia 2020 Terpaksa Dibatalkan akibat Virus Corona - Analisa - www.indonesiana.id
x

Keindahan Pulau Moyo saat senja di Sumbawa. TEMPO/Supriyantho Khafid

Vidya Viveka

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 April 2020

Kamis, 9 April 2020 06:18 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Sail Indonesia 2020 Terpaksa Dibatalkan akibat Virus Corona

    Dibaca : 332 kali

    Indonesia merupakan negara yang memiliki begitu banyak kekayaan. Salah satu sumber kekayaan dari Indonesia berasal dari lautan. Lautan memberikan banyak manfaat bagi Indonesia.

    Sektor pariwisata menjadi salah satu yang mendapatkan manfaat dari adanya lautan. Laut bisa memiki potensi untuk dijadikan atraksi dalam kegiatan pariwisata. Mulai dari bagian pesisir laut, permukaan laut, hingga bagian bawah laut dapat dimanfaatkan sebagai atraksi wisata. Salah satu jenis pariwisata yang dapat dilakukan di laut adalah nautical tourism.

    Nautical tourism adalah segala aktivitas wisata yang berhubungan dengan sailing dan boating atau kombinasi diantara keduanya. Ada banyak aktivitas wisata yang termasuk dalam nautical tourism seperti menggunakan kapal pesiar, menggunakan yacht, melakukan islands hopping, dan masih banyak lainnya. Terdapat beberapa event juga yang termasuk dalam nautical tourism salah satunya adalah Sail Indonesia.

    Sail Indonesia adalah event pelayaran menggunakan yacht yang rutin diadakan setiap tahun di perairan Indonesia. Event ini diikuti oleh banyak peserta baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Tujuan diadakannya Sail Indonesia adalah untuk mempromosikan pariwisata bahari Indonesia.

    Sail Indonesia sudah dimulai sejak tahun 2001. Mulai tahun 2009, Sail Indonesia diberi nama sesuai dengan tempat tujuan utama dimana puncak penyelenggaraan event diadakan. Pada tahun 2009, tujuan utamanya adalah Bunaken dan diberi nama Sail Bunaken. Kemudian event selanjutnya diberi nama Sail Banda (2010), Sail Wakatobi - Belitong (2011), Sail Morotai (2012), Sail Komodo (2013), Sail Raja Ampat (2014), Sail Tomini (2015), Sail Karimata (2016), dan Sail Sabang (2017).

    Pada tahun 2018 dan 2019 Sail Indonesia diberi nama Wonderful Sail to Indonesia. Pada dua tahun itu, memang Sail Indonesia dirancang agar para peserta benar-benar mengelilingi laut Indonesia selama beberapa bulan.

    Sail Indonesia 2020 akan menjadi Sail Indonesia yang ke-19. Event ini rencananya akan diadakan pada tanggal 24 Juli 2020 mendatang. Sail Indonesia tahun 2020 dirancang tidak jauh berbeda dengan Sail Indonesia tahun 2019. Sail Indonesia tahun 2020 juga akan diberi nama Wonderful Sail to Indonesia.

    Semua yacht yang akan mengikuti event ini akan berangkat dari Darwin. Kemudian, perjalanan dilanjutkan menuju Kupang. Setelah itu menuju ke Timur Tengah Utara - Alor - Komodo Labuan Bajo - Sumbawa Besar - Medana Bay - Lovina Bali - Banyuwangi - Karimunjawa - Kumai - Belitung - Manggar - Pulau Ketawai dan berakhir di Bintan. Sail Indonesia direncanakan untuk dilakukan selama 3 bulan.

    Namun, pada tahun 2020 ini Sail Indonesia terpaksa dibatalkan karena adanya wabah virus covid-19 atau yang biasa dikenal masyarakat dengan virus corona. Karena cepatnya penyebaran virus ini pihak penyelenggara terpaksa membatalkan event yang sudah direncanakan ini. Hal ini karena himbauan dari pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Semua orang dihimbau untuk terus berada di rumah untuk memutus penyebaran virus ini. Segala bentuk keramaian juga harus dihindari saat ini.

    Padahal, sebenarnya Sail Indonesia membawa cukup banyak dampak positif baik untuk masyarakat, pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat. Sail Indonesia sangat membantu dalam mempromosikan pariwisata bahari Indonesia. Oleh karena itu, event ini rutin diadakan setiap tahun dan tidak pernah absen.

    Adanya Sail Indonesia juga membuat daerah yang akan menjadi pemberhentian yacht memperbaiki sarana dan prasarana mereka. Hal ini tentu membuat daerah tersebut dapat semakin berkembang. Selain itu, bagi masyarakat lokal event dapat menambah penghasilan mereka seperti dengan menjual makanan atau souvenir kepada para peserta event ini.

    Meskipun ada juga dampak negatif yang dibawa namun, secara keseluruhan Sail Indonesia membantu pariwisata bahari Indonesia untuk terus berkembang. Pembatalan Sail Indonesia 2020 memang sangat disayangkan. Namun, ini bisa dijadikan tambahan waktu bagi penyelenggara untuk mempersiapkan Sail Indonesia 2021 selanjutnya.

    Sumber :
    https://www.kanal.web.id/sejarah-sail-indonesia, diakses 8 April 2020
    http://www.sailindonesia.net/home/home.php, diakses 8 April 2020


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.147 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).