Stop Meributkan Penanganan Corona, Berharap Saja kepada Pemda dan Kesadaran Masyarakat - Analisa - www.indonesiana.id
x

harapan

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 9 April 2020 08:45 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Stop Meributkan Penanganan Corona, Berharap Saja kepada Pemda dan Kesadaran Masyarakat

    Dibaca : 611 kali

    Percuma masih meributkan penanganan corona di Indonesia. Berharap saja kepada Pemda dan kesadaran masyarakat.

    Berharap kepada pemerintah daerah (pemda), kecerdasan, dan kesadaran masyarakat, maka persebaran virus corona di Indonesia, yakin akan signifikan menurun. Signifikan pula jumlah nyawa yang akan melayang. 

    Harapan itu akan dimulai dari pemda DKI Jakarta yang akan melakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) efektif sejak Jumat, 10 April 2020. 

    Berikutnya, akan menyusul pemda Jawa Barat dan Banten, yang secara fakta memiliki kota dan kabupaten sebagai penyangga Jakarta (Jabodetabek). 

    Andai ketiga provinsi ini bersatu melakukan PSBB, dan Jabodetabek pun sudah terbukti sebagai Wuhannya Indonesia, maka yakin  persebaran virus corona ke daerah lain akan segera berkurang. 

    Adanya PSBB, tak pelak akan ada dampak dan konsekuensi terhadap kehidupan ekonomi masyarakat khususnya di sektor usaha informal, namun langkah PSBB yang memang satu-satunya yang boleh dilakukan di Indonesia, maka mau tidak mau memang harus tegas dilakukan, karena berbagai upaya sebelumnya terbukti tak ada signifikasi terhadap menurunnya persebaran virus. 

    Langkah pemda dengan PSBB, juga harus diiringi oleh kecerdasan dan kesadaran masyarakat secara penuh. Tanpa adanya kecerdasan dan kesadaran masyarakat secara penuh, maka mustahil langkah PSBB yang di dalamnya juga akan ada tindakan bantuan kepada masyarakat berhasil menurunkan penyebaran corona.

    Untuk itu, dari pada setiap hari, berbagai pihak saling berdebat, saling menuntut, yang terus viral di berbagai media massa dan televisi, karena tindakan pencegahan, antispasi, dan penanganan corona masih seperti sekarang ini, maka itu semua hanya akan membuang tenaga dan energi, virus pun tak terpengaruh

    Percuma masih meributkan dan menggaduhkan hal yang nampaknya juga sulit akan diterima. Jadi, jalan terbaik dan paling bijak bagi seluruh rakyat Indonesia, percayalah pada sikap proaktif pemerintah daerah yang bertanggungjawab melindungi warganya. 

    Setali tiga uang, ayo masyarakat, dukung kebijakan PSBB yang akan diterapkan di daerah masing-masing. Meski sudah terlambat, masih terbuka ruang dan waktu, untuk menyelamatkan ribuan nyawa rakyat lain, saudara-saudara kita, sebangsa dan setanah air. 

    Kecerdasan akan dapat mengontrol kesadaran. Sementara kecerdasan dan kesadaran akan membentuk pribadi yang berbesar hati serta rendah hati. 

    Orang yang berbesar hati, rendah hati, tentu akan bahu-membahu dan bergandeng tangan mewujudkan satu-satunya kebijakan resmi bernama PSBB. 

    Virus corona menyerang siapa saja, tak pandang bulu, tak peduli kaya dan miskin. Karenanya, dengan kecerdasan, kesadaran, kebesaran hati, dan kerendahan hati, maka orang kaya akan membantu yang miskin dengan hartanya, sementara orang miskin dapat membantu orang kaya dengan tenaganya demi menyingkirkan corona. 

    Patuhi segala peraturan PSBB, sesuai waktu yang ditentukan. Yakin, dengan bersatunya antar pemda di Indonesia dan masyarakat, maka virus corona semakin sempit ruang geraknya, hingga akhirnya hilang di tanah air kita. Aamiin. 


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    4 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.039 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).