Waspadai Investasi Bodong, Kemana Investasi yang Benar? - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Polisi menunjukkan barang bukti sejumlah uang saat rilis kasus investasi ilegal 'MeMiles' di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur, Surabaya, Selasa, 21 Januari 2020.

Setyo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 22 April 2020 14:08 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Waspadai Investasi Bodong, Kemana Investasi yang Benar?

    Berinvestasi kalau hanya memburu imbal hasil yang bisa mengalahkan inflasi setinggi-tingginya dalam sekejap tentu sangat berbahaya karena yang terjadi justru akan terjebak dalam skema investasi yang tidak bener alias bodong. Bukannya keuntungan (cuan) yang didapatkan, dari banyak kasus penipuan berkedok investasi ini bikin uang modal juga amblas dibawa lari penipu.

    Dibaca : 3.531 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Berinvestasi kalau hanya memburu imbal hasil yang bisa mengalahkan inflasi setinggi-tingginya dalam sekejap tentu sangat berbahaya karena yang terjadi justru akan terjebak dalam skema investasi yang nggak bener alias bodong.

    Saat ini penipuan berkedok investasi sangat marak. Korbannya terus bermunculan. Tak hanya mereka yang notabene tak berpendidikan, mereka yang bergelar sarjana hingga doktor saja bisa terjebak dalam skema penipuan. Hal ini terjadi karena daya tarik imbal hasil yang tinggi yang bisa membuat kaya dengan mendadak.

    Tak hanya miliaran, kerugian yang disebabkan investasi bodong ini hingga triliunan. Alhasil, yang terjebak hanya bisa gigit jari. Bukannya keuntungan (cuan) yang didapatkan, dari banyak kasus penipuan berkedok investasi ini bikin uang modal juga amblas dibawa lari penipu.

    Kedok investasi bodong ini juga sudah sangat beragam mulai dari arisan, umroh, pohon jati, bisnis, kebun, pohon kurma, produk kesehatan dan sebagainya. Padahal, kalau mau sedikit mikir penipuan berkedok investasi ini mudah dikenali dengan tiga jurus ini:

    1. Cermati Keuntungan Tinggi yang Ditawarkan

    Penipuan berkedok investasi biasanya mengiming-imingi, menjanjikan, menawarkan dan menjamin keuntungan yang sangat tinggi dan tidak masuk akal, tentu bagi yang bisa mikir dan tidak keburu-buru terayu penipu. Maklum, penipu investasi bodong ini biasanya lihai karena punya skill retorika yang meyakinkan. Keuntungan sangat tinggi dalam waktu singkat memang senjata utama penipu untuk menggaet korban.

    Dari dulu yang namanya penipu berkedok investasi ini menjamin keuntungan tinggi dalam waktu singkat, misalkan keuntungan di atas 30% dalam waktu 1 bulan. Siapa yang tak tertarik dengan keuntungan seperti itu? Tapi itu semua adalah modus. So, waspadai, keuntungan besar dalam waktu singkat adalah bodong. Sebelum masuk sangat dianjurkan, cek legalitasnya ke OJK untuk meyakinkan kalau badan usaha itu bukanlah investasi bodong. Legalitas itu wajib.

    2. Amati Pasti Fokus Cari Korban

    Kebanyakan penipuan berkedok investasi mengharuskan anggota untuk mencari anggota baru (member get member) atau keharusan menyetor terus-terusan atau menawarkan paket-paket yang makin keuntungannya jika menyetor dana lebih banyak. Kalau pun ada produk yang ditawarkan biasanya barangnya tidak jelas manfaatnya karena fokus penipuan ini memang mencari korban untuk mengeruk uangnya. Untuk meyakinkan korban, tak jarang penipu ini terorganir dan memiliki tim marketing.

    3. Waspadai Testimoni Sosok yang Berhasil, Publik Figur hingga Artis

    Untuk meyakinkan korban, tak jarang penipuan berkedok investasi ini menciptakan sosok yang sudah berhasil untuk testimoni. Lebih dari itu, penipuan ini bisa membayar publik figur hingga artis untuk mempromosikan. Tak mengherankan, dalam beberapa kasus penipuan berkedok investasi ini tak jarang publik figur dan artis harus berurusan dengan pihak berwajib begitu kedok bodong ini terbongkar.

    Setelah tahu cara mengenali investasi yang nggak bener, lalu kemana investasi benar? Saat ini banyak jenis investasi benar yang mulai dari emas (logam mulia), properti, bisnis hingga barang koleksi. Tapi itu kan butuh duit gede?

    Nah, untuk investasi dengan duit terbatas bisa mulai dengan investasi obligasi, reksa dana atau saham yang saat ini sudah sangat terjangkau dan mudah dilakukan. Apalagi saat ini boleh dikata menjadi momen yang tepat untuk investasi saham dengan mudah misalkan dengan aplikasi IPOTGO milik IndoPremier yang terdaftar dan diawasi oleh OJK.

    Investasi saham yang terjangkau dengan modal cekak kini sedang heboh-hebohnya karena harga saham-saham unggulan sedang murah-murahnya karena corona. Harga-harga saham unggulan kini bisa dikoleksi dengan harga murah dan menjadi momen tepat untuk start investasi saham untuk cuan yang menggiurkan usai corona berlalu. Kesempatan emas ini tidak akan pernah datang dua kali.

    Ikuti tulisan menarik Setyo lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.