Soal Kaget Listrik Tak Merata di Indonesia, adalah Kode dari Nadiem Makarim - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Budi Susanto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Januari 2020

Rabu, 6 Mei 2020 07:09 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Soal Kaget Listrik Tak Merata di Indonesia, adalah Kode dari Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim pasti mengetahui keadaan di Indonesia, termasuk soal listrik belum merata di negeri ini. Dia bisa tau hal tersebut dari rapat kabinet. Menyatakan keterkejutan soal itu di depan publik, adalah cuma cara Nadiem memberikan kode. Tentu ada maksudnya.

    Dibaca : 1.650 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mendikbud Nadiem Makarim kaget, tidak menyangka masih ada daerah di Indonesia yang kurang atau belum memperoleh aliran listrik sehingga kesulitan melakukan belajar online.

    Kalau Nadiem terkejut, justru jadi tanda bakal ada perubahan substansial dilakukannya. Bersiap saja ada perbaikan. Dan Nadiem memang terkenal suka mendobrak, tanpa disangka, misalnya seperti pada gebrakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.

    Oya, kembali ke keterkejutan Nadiem tadi --ketika sedang rapat bersama Komisi X DPR-- kiranya bukan berarti dirinya tidak mengetahui bahwa masih ada wilayah di Tanah Air 'bermasalah' dengan aliran listrik.

    Nadiem adalah Mendikbud. Pasti mengetahui apa yang terjadi dengan keadaan di Indonesia. Pada rapat kabinet, masing-masing Menteri pasti bakal memberikan laporan ke Presiden tentang kinerja --atau sebaliknya ditanya oleh Presiden Jokowi.

    Termasuk masalah aliran listrik yang masih minim di beberapa daerah di Indonesia. Mustahil Nadiem tidak mendengar informasinya, sedangkan dirinya duduk dalam rapat bersama Menteri ESDM di kabinet.

    Cuma Nadiem sedang memberi kode. Bahwa Nadiem bakal mempersiapkan metode maupun skema belajar-mengajar ke depannya agar tidak ada lagi kendala di wilayah yang masih kekurangan atau belum teraliri listrik.

    Nadiem sedang memberi kode bahwa pada masa mendatang, wilayah di Indonesia yang merasa 'bermasalah' dengan aliran listrik sehingga mengganggu kegiatan pendidikan, jangan pernah ada lagi.

    Tapi Nadiem harus dulu terkejut. Supaya kekagetan Nadiem jadi dalilnya bersikap merumuskan kebijakan masa depan pendidikan di wilayah di Indonesia  yang belum teralirkan listrik.

    Jika Nadiem tiba-tiba menetapkan kebijakan mengurus masalah terhambatnya belajar-mengajar di daerah yang masih kesulitan aliran listrik, sedangkan kasusnya tidak pernah terungkap ke publik, nanti malah ujung-ujungnya dituduh macam-macam, dituding aneh-aneh, dianggap sekadar rekayasa.

    Di sini Nadiem cerdas. Terbukti anak muda penuh kreativitas dan inovasi. Nadiem menunjukkan kreasi-inovasinya dengan terkejut. Dia 'seolah' kaget.

    Membuat semua jadi terekspos informasinya ke publik. Diberitakan media. Sehingga  ke depan ketika Nadiem menetapkan kebijakan untuk perbaikan kendala kegiatan belajar-mengajar di daerah kekurangan aliran listrik, tidak 'digoreng' isunya dan diserbu lagi sana-sini.

    Itulah kode dari Nadiem tentang kenapa dia terkejut. Kode perubahan menuju kebaikan masa depan belajar-mengajar yang merata di seluruh Indonesia.

    Nadiem terkejut bukannya tanda dirinya tidak paham masalah terjadi. Justru Nadiem sedang memberitahu ada masalah pendidikan telah lama terjadi tapi tidak ada yang kaget.

    Nadiem sedang memberi kode dari keterkejutannya. Kenapa di Senayan sana, tidak terkejut dan diam saja dengan kondisi kesulitan aliran listrik yang menyebabkan belajar-mengajar terkendala? *

    Ikuti tulisan menarik Budi Susanto lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.