Dorna dan Jerez Resmi Teken Proposal Gelar MotoGP Juli Mendatang - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Dewa Putu Ardita Darma Putera

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 16 Oktober 2019

Jumat, 8 Mei 2020 05:39 WIB
  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • Dorna dan Jerez Resmi Teken Proposal Gelar MotoGP Juli Mendatang

    Dibaca : 770 kali

    Usaha MotoGP mencari sirkuit yang siap menggelar balapan pembuka untuk kelas tertinggi mereka menemukan titik terang. Berdasarkan pertemuan virtual yang digelar pada Kamis (7/5) disepakati bahwa Dorna selaku promotor MotoGP dan pihak sirkuit Jerez akan menggelar balapan pada Juli mendatang.

    Tidak hanya akan menghelat satu seri, sirkuit Jerez akan menggelar dua balapan masing-masing pada 19 dan 26 Juli. Kepastian ini telah dikonfirmasi langsung oleh wakil presiden pemerintah wilayah Andalusia Juan Marin dikutip dari autosport.com

    "Pagi hari ini (Kamis pagi waktu setempat) pemerintah Andalusia melalui Kementerian Pariwisata, Dewan Perwakilan kota Jerez dan Dorna telah mencapai kesepakatan untuk menggelar dua seri balap MotoGP pada 19 dan 26 Juli".

    Kesepakatan ini rencananya akan diserahkan kepada pemerintah Spanyol dan FIM untuk mendapat persetujuan. "Saya pikir ini jadi berita indah dan kami berterima kasih kepada dewan perwakilan Jerez karena kami tahu usaha yang telah dibuat dalam mengorganisasi event ini, sebagaimana Dorna mengandalkan Jerez kembali," ujar Juan Marin.

    Tidak hanya MotoGP, World Superbike juga mendapat lampu hijau untuk menggeber balapan di sirkuit yang sama. Dilansir dari situs resmi MotoGP, WSBK akan digelar pada 2 Agustus berdasarkan hasil kesepakatan yang telah diteken.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 668 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).