Kenali Masjid Tiban, Wisata Religi di Kota Malang - Travel - www.indonesiana.id
x

rahmah putri

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 Mei 2020

Kamis, 21 Mei 2020 21:52 WIB
  • Travel
  • Berita Utama
  • Kenali Masjid Tiban, Wisata Religi di Kota Malang

    Dibaca : 391 kali

            Berkunjung ke Kota Malang rasanya kurang jika tidak mengunjungi Masjid Tiban. Sebuah kawasan wisata religi yang terletak di daerah Kec. Turen, Malang, Jawa Timur. Masjid yang telah dibangun sejak tahun 1978 ini memiliki mitos sejarah yang sangat kuat dan dipercayai oleh banyak masyarakat. Hal itulah yang menjadi salah satu motivasi wisatawan mengunjungi masjid ini.

         Mitos sejarah yang melatarbelakangi masjid ini ialah tentang pembangunan masjid megah dengan 10 lantai ini dibangun hanya dalam satu malam oleh para jin. Itulah mengapa masjid ini dinamai dengan sebutan "Masjid Tiban" atau yang berarti muncul secara ajaib dan tiba-tiba. Namun, ternyata kisah itu hanyalah mitos belaka. Dilansir dari detiktravel.com masyarakat sekitar mengaku bahwa yang dimaksud jin itu ialah santri pondok pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah yang terdapat dalam satu kawasan dengan Masjid Tiban itu.


         Selain tentang mitos kuat yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berbondong-bondong ke masjid Tiban ini, arsitektur bangunan yang unik pun turut menjadi perhatian masyarakat. Masjid Tiban memiliki arsitektur bercorak India, Turki, Russia dan Messir yang cukup rumit dan bercampur satu sama lain tapi tetap unik. Selain itu 10 lantai yang ada pun dirasa sangat lengkap diantaranya terdapat tempat istirahat, dapur, akuarium, kebun binatang mini, hingga terdapat bangunan yang didesain seperti gua dan puncak gunung yang terdapat di lantai paling atas.

     

        Kendati demikian wisatawan yang berkunjung semakin hari semakin membludak. Menurut pengelola, wisatawan Masjid Tiban ini akan bertambah pesat apalagi bertepatan dengan momentun besar seperti Hari Raya Idul Fitri. Jika pada saat hari biasa wisatawan mencapai 2000 orang setiap harinya, maka jika bertepatan dengan Hari Besar pengunjung akan meningkat hingga 14000 orang setiap harinya.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 677 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).