Ziarah di Saat Covid-19 di Surakarta? Jangan Dulu Daripada Kecewa! - Travel - www.indonesiana.id
x

Amelye Putri

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 Mei 2020

Jumat, 22 Mei 2020 06:02 WIB
  • Travel
  • Berita Utama
  • Ziarah di Saat Covid-19 di Surakarta? Jangan Dulu Daripada Kecewa!

    Dibaca : 397 kali

    Ingin berziarah di kala Covid-19 dengan niat meminta bantuan melalui doa kepada leluhur atas kondisi saat ini atau mungkin karena sudah mendekati bulan suci Ramadan bukan merupakan pilihan yang tepat untuk dilakukan. Beberapa situs ziarah yang menjadi atraksi wisata di daerah Surakarta ditutup untuk sementara demi kelancaran kehidupan banyak pihak, loh, guys!

    Penutupan oleh beberapa atraksi wisata ziarah ini juga merupakan upaya yang dilakukan oleh pengelola atraksi wisata berdasarkan anjuran dari Pemerintah Surakarta yang mengkategorikan wabah Covid-19 sebagai kejadian luar biasa (KLB). Lalu, mana saja situs ziarah di Surakarta yang ditutup?

    1. Astana Giribangun

    Salah satu tempat wisata paling iconic di Solo karena merupakan makam tokoh-tokoh penting dari Keluarga Besar Jendral Soeharto (Presiden RI ke-2) yang berada di Jl. Astana Giribangun, Dengkeng, Girilayu, Matesih, Kabupaten Karanganyar ini menjadi sangat ramai dikunjungi wisatawan dan peziarah untuk melakukan ziarah kepada leluhur yang biasanya ramai dipadati kunjungan pada hari besar tertentu ataupun saat ada pencalonan legislatif loh. Bahkan rata-rata jumlah kunjungan setiap harinya adal 3000 orang pada hari biasan dan mencapai 10 ribu pengunjung pada akhir pekan atau hari besar lainnya.

    Namun, adanya Covid-19 yang juga melanda Indonesia ini mengharuskan situs ini untuk menutup akses bagi para pengunjung dikarenakan untuk keamanan dan keselamatan diri para pekerja dan juga pengunjung. Pengumuman penutupan ini diberitakan langsung di pintu masuk kawasan Astana Giribangun yang ditujukan untuk setiap pengunjung yang ingin berziarah di sini.

    2. Gua Maria Regina Mojosongo

    Tempat doa bagi umat beragama Katolik ini berada di kawasan Kelurahan Mojosongo, Jebres, Surakarta ini biasanya ramai dikunjungi oleh para peziarah untuk berdoa dan melakukan berbagai acara. Adapun acara rutin seperti perayaan ekaristi setiap hari kamis pukul 19.00 WIB dan juga sakramen pertobatan yang biasa dilakukam hari Jumat minggu keempat menjadi berhenti dengan adanya kasus ini.

    Dari akun Instagram resminya yaitu @guamariamojosongo  pada tanggal 28 April 2020 kemarin pihak pengelola menyatakan bahwa seluruh kegiatan dan kunjungan ditutup mengingat imbauan pencegahan penyebaran Covid-19 ini.

    3. Candi Cetho

    Peninggalan bersejarah yang diperkirakan dibangun sejak zaman Kerajaan Majapahit ini merupakan salah satu candi bercorak Hindu yang ada di Indonesia. Letaknya yang berada di lereng Gunung Lawu membuat pengunjung yang datang semakin tertarik karena adanya peninggalan bersejarah disertai dengan pemandangan sekitar yang sangat indah.

    Akan tetapi, bagi pembaca yang memiliki niat untuk berkunjung ke sini maka harus menahannya karena melalui akun Instagram @candi.cetho menjelaskan bahwa adanya Covid-19 ini mereka akan menutup akses demi keselamatan dan keamanan. Dari unggahan tersebut, pengelola Candi Cetho menutup sementara waktu berdasarkan imbauan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tnegah yang mana bertujuan untuk mencegah penyebatan dari Covid-19 ini.

    4. Masjid Agung Surakarta

    Masjid yang terletak di sisi barat Alun-alun Lor Keraton Surakarta ini sangat menarik karena memiliki arsitektur bangunan gaya Jawa Kuno dan Arab Persia yang ramai dikunjungi Jemaah untuk beribadah yang mana seperti yang telah dimuat dalam https://pariwisatasolo.surakarta.go.id/destinations/eksotisme-masjid-agung-keraton-solo/. Lokasinya yang juga berdekatan dengan Pasar Klewer dan Keraton Surakarta membuat banyaknya kunjungan dari wisatawan ke masjid ini.

    Namun, lagi-lagi karena Covid-19 ini maka Masjid Agung Surakarta pun tidak menyelenggarakan Sholat Jumat dan Sholat Tarawih sesuai dengan anjuran untuk melakukan physical distancing. Adapun pengurus dari Masjid ini juga tidak mengadakan adanya kegiatan amalan Ramadan seperti berbuka dan sahur Bersama, tadarus Alquran, takbir keliling, halal bi halal, dan lainnya di tengah wabah Covid-19 ini.

    5. Keraton Kasunanan Surakarta

    Terakhir, salah satu tempat yang sangat terkenal di Surakarta yaitu Keraton Surakarta yang mana biasanya sering didatangi oleh orang-orang. Adanya penutupan akses bagi pengunjung hingga waktu yang belum ditentukan membuat segala acara yang seharusnya terlaksana menjadi tidak dilaksanakan atau tertunda seperti Upacara Jumenengan, Kirab Budaya, dan lainnya yang biasanya dihadiri oleh pengunjung dengan segala tujuannya seperti berdoa ke leluhur, mempelajari sejarah keraton, dan lain-lain.

    Nah, beberapa tempat ziarah di atas menutup segala akses kunjungan dan kegiatan selama wabah Covid-19 ini. Dari sini maka kita bisa tahu bahwa anjuran pemerintah mengenai penutupan tempat-tempat wisata seperti wisata ziarah seperti ini sudah dilakukan oleh beberapa tempat seperti halnya di Surakarta sendiri yang sangat memperhatikan imbauan Walikota Surakarta sendiri yaitu F.X. Hadi Rudyatmo dalam kejadian luar biasa (KLB) yang terjadi di Surakarta maupun daerah lain di Indonesia.

    Teruntuk pembaca yang menginginkan untuk berziarah, berwisata, atau berpergian, mending disimpan niatnya dulu yah daripada kecewa karena banyaknya tempat wisata yang tutup akibat Covid-19 ini. Ayo tetap #dirumahaja dan lakukan aktivitas yang membuat kalian tetap produktif meski tidak kemana-mana, stay safe selalu!


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 677 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).