Mengenal Freddy Yohanes, Pengusaha Muda dan Selebgram yang Sukses Berkarir di Dunia Digital - Seleb - www.indonesiana.id
x

Sumber: Freddy Huang (Istimewa)

Maz Atca Berliando

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 April 2020

Jumat, 22 Mei 2020 05:57 WIB
  • Seleb
  • Berita Utama
  • Mengenal Freddy Yohanes, Pengusaha Muda dan Selebgram yang Sukses Berkarir di Dunia Digital

    Dibaca : 443 kali

    Freddy Yohanes atau yang lebih dikenal dengan panggilan Freddy Huang ini adalah seorang pria yang berasal dari Batam, yang kini mendulang kesuksesannya dimulai dari nol hingga sampai sukses saat ini. Banyak sekali kisah inspiratif dari perjalanan hidup beliau yang bisa kita simak.

    Semakin marak dan berkembangnya dunia digital dan media sosial, membuat banyak orang mencoba peruntungan baru yaitu untuk menjadi seorang selebgram dan itu dilakukan oleh Freddy Huang, pria kelahiran Batam, 06 Juli 1994 silam, kini karirnya sedang naik sebagai seorang selebgram.

    Selain menerima endorse dari berbagai macam merek, Freddy juga menjadi sebuah model pakaian di banyak brand. Dirinya juga berjualan kaos, gelang, jaket, serta aksesoris lainnya dari brand yang dia bangun sendiri, yaitu freddylabels.

    Berasal dari keluarga yang broken home, tidak membuat Freddy patah semangat dalam mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari, semua hal ia lakukan demi keluarganya. Karirnya dimulai dari nol dan semua berawal dari menjadi seorang figuran di film Sense Of Our Flavour, film asal Singapura yang mengambil latar belakang di Batam. Semenjak saat itu, perkenomian Freddy pun mulai membaik, yang semulanya dulu ia tinggal di kos-kosan, dan naik angkutan umum, kini Freddy sudah mampu membeli rumah dan mobil sendiri.

    Menurut Freddy bekerja apa saja yang penting halal dan bisa bantu mama, kakak dan juga adik itupun lebih dari cukup. Dan Freddy berpesan untuk kita semua jangan lupa untuk terus selalu bersyukur.

    Selain aktif menjadi selebgram, anak kedua dari tiga bersaudara ini juga memiliki hobby traveling yang kemudian didokumentasikan dan diunggah di kanal YouTube miliknya. Freddy mengungkapkan bahwa ia bisa mendapatkan pemasukan 1 juta hingga 1.5 juta dari hasil bertraveling.

    "Walapun jumlah pelanggan atau subscribe-rnya masih sedikit, semoga nanti menjadi banyak dan terus berkembang" ujar Freddy.

    "Penghasilan dari YouTube itu sangat lumayan untuk membantu saya membeli keperluan dan lainnya," kata pria asal Batam dengan lebih dari 4.000 pelanggan di kanal YouTubenya tersebut.

    Selain menjadi selebgram dan juga model, Freddy kerap diundang dalam berbagai event tertentu, seperti peresmian toko tas, toko sepatu, restoran dan masih banyak lagi lainnya.

    Menurut Freddy, menjadi seorang selebgram itu mempunyai banyak keuntungan dan manfaat, diantaranya traveling yang dibiayai oleh sponsor, mendapatkan produk terbaru yang belum rilis di pasaran, penghasilannya bertambah, dan tentu juga Freddy mempunyai banyak teman-teman baru yang membantu dirinya menambah wawasan agar semakin bertambah luas.

    Melansir dari socialblade, kanal YouTube milik Freddy ini sudah memiliki jumlah pelanggan atau subscriber sebanyak 4.760, dengan perkiraan penghasilan dari YouTube dalam jangka waktu satu bulan, Freddy bisa meraup uang mulai dari 17 USD sampai dengan 280 USD. Bila kita konversikan ke rupiah dengan nilai tukar dollar saat ini yang mencapai Rp. 14.735, berarti Freddy mendapatkan pemasukan mulai dari Rp. 250.495 sampai dengan Rp. 4.125.800 per bulan, dan untuk estimasi pendapatan dalam jangka waktu satu tahun yaitu sebanyak Rp 3.094.350 hingga Rp. 50.099.000, angka yang cukup fantastis untuk seorang YouTuber dengan jumlah pelanggan atau subscriber yang baru menyentuk angka 4.760, dan belum lagi ditambah pendapatan Freddy lainnya seperti dari model, endorse dan juga brand yang ia miliki sendiri.

    Freddy Yohanes atau yang lebih dikenal dengan panggilan Freddy Huang ini juga memiliki akun Instagram yang bernama @freddypreddy dan sudah memiliki pengikut atau follower sebanyak lebih dari 100.000 orang.

    Dari Freddy kita belajar bahwa siapapun dapat mewujudkan mimpinya apapun itu, kuncinya adalah selalu yakin bahwa kita mampu, dan kini mimpi Freddy sudah menjadi kenyataan, yaitu memiliki hidup yang bercukupan, dan memiliki bisnis yang berjalan dengan baik. Jadi, jika kalian yang masih belum bisa menggapai cita-cita atau mimpi kalian, jangan patah semangat terus kerja cita-citamu, jangan berhenti dan putus asa, ini sudah dibuktikan oleh Freddy.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 668 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).