Memperingati Kenaikan Isa Almasih, Umat Kristiani Masih Secara Online - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Intan Octamelia

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Mei 2020

Kamis, 21 Mei 2020 21:51 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Memperingati Kenaikan Isa Almasih, Umat Kristiani Masih Secara Online

    Dibaca : 402 kali

    Memperingati hari kenaikan Isa Almasih tidak lengkap rasanya bagi umat Kristiani jika tidak mengikuti misa di gereja. Namun dalam keadaan pandemi seperti ini umat Kristiani tetap bisa memperingati hari besar mereka.

    Setelah persebaran virus Covid-19 merambah ke Indonesia, pemerintah secara cepat dan tanggap memberikan solusi untuk masyarakat Indonesia. Solusi yang tepat adalah untuk tetap berada dirumah masing-masing. Dengan begitu semua aktivitas masyarakat yang melibatkan orang banyak pastinya menjadi terbengkalai, seperti halnya beribadah bagi umat kristiani. Dimasa pandemi ini mereka tetap bisa mengikuti misa walaupun secara online dan tetap dipimpin oleh pemuka agama.

    Semenjak tempat ibadah ditutup, Youtube menjadi salah satu jalan keluar bagi umat Kristiani untuk menjalankan ibadah. Memang tak sama rasanya seperti ibadah di gereja, namun umat Kristiani tetap dapat mengikuti misa secara online bersama keluarga.

    Banyak hal yang menjadi berbeda dengan adanya misa online ini. Namun semua itu mulai menjadi terbiasa hingga saat ini. Misa yang biasanya dilakukan pada akhir pekan ini digantikan dengan live di kanal Youtube milik masing-masing paroki atau gereja. Waktu dan tempat pun sama seperti jadwal misa pada umumnya hanya saja medianya yang berbeda.

    Dengan adanya misa online ini juga membuat umat Kristiani menghayati betapa pentingnya kehadiran Tuhan dalam hidup mereka. Selain itu juga menjadi sebuah tantangan untuk para umatnya agar tetap fokus disaat menjalankan misa walaupun online.

    Tak hanya misa online, banyak organisasi agama Katolik yang mnyelenggarakan adanya doa rosario bersama. Doa ini dimaksudkan dengan membawa harapan supaya virus ini cepat berlalu. Ya, secara online tetap saja, mereka yang menyelenggarakan doa rosario bersama dilakukan melalui media sosial Youtube maupun Instagram dengan cara live.

    Dengan begini menunjukkan bahwa dewasa ini para umat Kristiani menjadi berkawan hangat dengan media sosial. Mulai dari Youtube hingga Instagram, dikarenakan melalui media-media tersebut para umat Kristiani dapat mengobati kerinduannya untuk berkumpul bersama dan juga berdoa bersama.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.






    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 678 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).










    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 678 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).