Candi Jalatunda: Wisata Religi Mojokerto - Analisa - www.indonesiana.id
x

Afilia Fathia

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Mei 2020

Jumat, 22 Mei 2020 13:45 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Candi Jalatunda: Wisata Religi Mojokerto

    Dibaca : 192 kali

    Siapa yang tak ingin terlihat awet muda?

    Barangkali sudah menjadi rahasia umum, ingin terlihat awet muda dan cantik. Siapa sangka Mojokerto, kota di kecil di Jawa Timur menyimpan patirtan yang konon katanya dapat membuat awet muda.

    Patirtan Candi Jalatunda terletak kurang lebih 55 km dari pusat ibukota Jawa Timur, Surabaya. Lebih tepatnya terletak di bagian utara lereng barat Gunung Penanggungan (gunung suci bagi umat Hindu aliran Siwa) Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Secara geografi, terletak kurang lebih 800 Mdpl pada Bukit Bekel. Selain wisata patirtan, pengunjung juga disuguhkan pemandangan alam dan udara yang sejuk.

    Konon Candi Jalatunda merupakan hadiah Raja Udayana dari bali yang dibangun tahun 997 M kepada Raja Airlangga atas kelahiran puteranya. Sumber lain menyebutkan Candi Jalatunda merupakan tempat pertapaan Airlangga untuk mencari ketenangan jiwa.

    Menurut hasil riset dari dinas kementerian lingkungan hidup, air Candi Jalatunda mengandung mineral sangat tinggi. Bagian dinding kiri candi terdapat pahatan angka 977 masehi, sedangkan bagian kanan bertuliskan 997 masehi.

    Tersusun dari batu andesit, berukuran panjang 16,85 meter dengan lebar 13,52 meter. Candi Jalatunda memiliki 2 sendang berukuran 2x2 meter menghadap barat. Bagian kiri digunakan untuk pemandian wisatawan perempuan, bagian kanan digunakan untuk pemandian laki-laki. Teriknya musim kemarau tak pernah membuat sendang jalatunda asat. Kolam Candi Jalatunda dipenuhi ikan mas yang konon tidak pernah berkurang atau bertambah.

    Air Candi Jalatunda disebut-sebut air zam-zamnya Indonesia. Tak heran jika tempat ini menjadi primadona masyarakat. Rata-rata wisatawan yang berkunjung sebesar 80% dari luar kota. Mayoritas motivasi mereka yang berkunjung ke tempat ini untuk ngalap berkah.

    Air patirtan Jalatunda diyakini memiliki beragam khasiat, seperti menyembuhkan berbagai penyakit hingga membuat awet muda. Malam satu Sura atau satu Muharam menjadi momentum istimewa bagi sebagian orang, terutama warga Bali untuk melakukan ritual ngalap berkah hingga memandikan pusakanya.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.