New Normal dan Buka Mal, Jangan Halusinasi dan Fiksi - Analisa - www.indonesiana.id
x

pasti

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 27 Mei 2020 10:15 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • New Normal dan Buka Mal, Jangan Halusinasi dan Fiksi

    Dibaca : 691 kali

     

    Siapa sih, negara dan masyarakatnya di dunia ini, yang tidak berharap pandemi corona berakhir, lalu kehidupan kembali normal, tidak perlu embel-embel new normal segala. 

    Begitu pun dalam hari-hari belakangan ini, ada dua kontroversi yang diciptakan oleh  pemimpin bangsa kita dan bawahannya dan pemerintah daerah dengan bawahannya pula. 

    Menyangkut hebohnya kisah new normal yang digelontorkan oleh Presiden Jokowi, namun dimentahkan bahwa hal tersebut masih sebatas wacana oleh Mahfud MD. 

    Sementara saat bawahan Anies tiba-tiba sangat yakin akan kembali membuka pusat perbelanjaan di DKI Jakarta mulia 5 Juni, juga dimentahkan oleh sang gubernur. 

    New normal yang awalnya dilontarkan oleh Jokowi, kini terlanjur heboh dan viral, bahkan dalam beberapa hari ini, artikel atau selebaran tentang new normal bertebaran di grup whatsapp dan media sosial lainnya, ternyata, muncul berita, bahwa new normal itu masih tetap sekadar wacana. 

    Belum ada kepastian, karena memang belum ada surat keputusan dari pemerintah. Adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengungkap bahwa kebijakan tentang tatanan hidup baru atau New Normal hidup berdamai dengan pandemi Covid-19, masih sebatas wacana alias belum ada keputusan resmi dari pemerintah. 

    "Ada wacana, belum keputusan bagaimana tentang new normal ini," kata Mahfud dalam sambutannya di acara Halal bi Halal IKA UNS yang disiarkan di kanal Youtube Universitas Negeri Sebelas Maret, Selasa, 26 Mei 2020. 

    Sementara, dalam persoalan lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menegaskan tak ada keputusan soal tanggal beroperasinya kembali pusat perbelanjaan atau mal. Anies mengingatkan belum ada aturan mengenai berakhirnya masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). 

    "Jadi kalau saat ini ada yang mengatakan bahwa mal akan buka tanggal 5, mal akan buka tanggal 7, itu imajinasi, itu fiksi. Karena belum ada aturan mana pun yang mengatakan PSBB diakhiri," kata Anies saat memantau arus balik mudik Lebaran 2020 di check point Km 47 Tol Jakarta-Cikampek, Selasa (26/5/2020). 

    Bahkan ditegaskan oleh Anies bahwa ia selalu memberi penjelasan PSBB bisa diakhiri, tetapi bisa juga diperpanjang. Berakhir atau tidaknya penerapan PSBB tergantung pantauan terhadap aktivitas masyarakat. 

    "Dan saya selalu mengatakan PSBB ini bisa PSBB penghabisan, tapi bisa juga diperpanjang, tergantung pantauan atas kegiatan masyarakat selama dua minggu ini," ucap Anies. 

    Yang pasti, keputusan PSSB diakhiri atau diperpanjang akan diambil pekan depan, setelah semua data yang dibutuhkan Pemprov DKI Jakarta untuk menganalisis masuk. Bila wacana new normal dinyatakan oleh presiden dan dibantah oleh menterinya, maka, pernyataan Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) DKI Jakarta Ellen Hidayat yang mengatakan mal akan kembali beroperasi pada 5 Juni mendatang, didasari pada berakhirnya masa PSBB di DKI Jakarta pada 4 Juni 2020 dan beranggapan tanggal 5 sudah boleh buka, disampaikan kepada detikcom, Senin (25/5), dianggap halusinasi dan fiksi oleh Anies. 

    Jadi, bagi media massa, di situasi pandemi corona, jangan hanya mementingkan dirinya sendiri. Kasihan masyarakat yang sebagian besar "gagap" membaca berita sampai tuntas, miskin literasi, langsung tergiring opininya dari sekadar membaca judulnya. 

    Bahkan dalam ruang-ruang media sosial, masyarakat sangat mudah "digoyang" pola pikir dan akal sehatnya. Bila saya analogikan, Indonesia terkini itu, ibarat grup sebuah whatsapp, anggotanya terdiri dari bayi sampai profesor. 

    Dalam hal kemampuan  berpikir dan memahami persoalan tidak berimbang, bahkan lebih banyak tidak nyambungnya. Banyak sok tahunya, banyak main sebar dan teruskan tanpa dirinya sendiri paham dan sudah menganalisis kesimpulan berita atau indormasi yang dibagikan. 

    Dalam kasus new normal, karena wacananya digelontorkan presiden, bahkan masyarakat beranggapan new normal malah sudah berlaku. Begitupun pusat perbelanjaan di DKI akan dibuka 5 Juni. Media bahkan sudah merilis nama mal yang akan buka tanggal 5  hingga tanggal 8 Juni. Luar biasa. 

    Dalam kegelapan, selalu saja ada pihak yang gemar memadamkan lampu. Seharusnya, dalam gelap, jadilah lilin yang menyala, meski hanya satu, tetap saja cahayanya memberi terang meski temaram. 

    Sabar masyarakat, new normal belum ada surat keputusannya. Mal buka juga belum ada kebijakannya. Yang sudah pasti itu, jaga protokol kesehatan sesuai PSBB, jadi corona benar-benar terdesak mundur. 

    Ayo kita nanti new normal yang pasti, dan buka mal yang bukan halusinasi dan fiksi.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Salsabila Zulfani

    1 hari lalu

    Covid-19, Membuat Tugas Auditor Menjadi Sulit?

    Dibaca : 94 kali

    Covid 19 adalah virus yang menyerang sisem pernapasan. Virus corona dapat menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat hingga kematian. Pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Hampir setiap hari ribuan bahkan ratusan korban infeksi virus corona meregang nyawa. Perekonomian negara terganggu bahkan banyak perusahaan yang harus mengurangi pegawai supaya tidak bangkrut. Dampak Covid 19 ini memang cukup banyak bagi negara terdampak. Lalu bagaimana dengan negara Indonesia?. Indonesia sudah berusaha sedemikian rupa untuk mencegah penularan virus Covid 19 ini,hingga pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ). Bekerja dan belajar dari rumah, hal ini mungkin tidak terlalu sulit sebab teknologi yang semakin canggih di masa sekarang ini. Lalu bagaimana dengan profesi yang harus bekerja turun lapang atau outdoor? Auditor misalnya?. Auditor harus menyambangi perusahaan klien sehingga dapat dengan mudah mengamati sistem pada perusahaan klien. Mengamati bagaimana SOP atau bagan alur setiap kegiatan perusahaan, seperti penjualan, pembelian dan aliran kasnya. Bagaimana auditor harus bekerja dari jarak jauh?. Strategi bagi auditor yang harus bekerja jarak jauh meliputi perencanaan audit, pemeriksaan/pengkajian dokumen, kerja lapangan/melakukan pengamatan, wawancara terhadap pihak yang terkait, dan pertemuan penutupan. Berikut penjelasan singkatnya. Perencanaan Perencanaan audit merupakan hal yang sangat penting di setiap pengauditan. Namun hal ini akan sulit jika pihak klien ada di lokasi yang jauh ataupun sulit terjangkau ( terpencil ). Sementara tahap perencanaan audit ini harus dibahas dengan klien. Informasi yang dapat dibahas dalam tahap ini adalah ruang lingkup perusahaan serta perncanaan jadwal kapan kegiatan audit akan di mulai, tak lupa memberi informasi kepada klien mengenai keterbatasan perihal proses kegiatan audit jarak jauh ini. Serta info apa saja yang akan dibagikan dan dengan tunjangan media atau teknologi apa yang digunakan. Berdasarkan kebutuhan diatas, auditor dapat menghabiskan waktu dua kali lebih banyak guna membahas perencanaan ini. Teknologi yang dapat digunakan dalam hal ini seperti vidio conference dan powerPoint untuk menyampaikan informasi/materi atau dapat menggunakan panduan visual lainnya. Pemeriksaan/Pengkajian Dokumen Pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh akan memakan waktu cukup banyak serta tak luput dari keterbatasan. Dalam hal ini auditor harus mampu menerima dokumen dalam bentuk/format apapun yang paling mudah diperoleh oleh klien sehingga dapat meminimalisir beban yang ada. Pertimbangan terkait aksesibilitas sistem file digital yang digunakan klien untuk menyimpan rekaman catatan tersebut harus diberikan. Pertimbangan strategi audit yang baik dan tepat juga harus dipikirkan oleh auditor untuk pemeriksaan ataupun pengkajian dokumen, pengambilan sampel dapat menjadi alternatif terbaik. Tergantung pada jumlah rekaman catatan yang ada. Terlepas apakah auditor memeriksa semua atau sebagian dari data yang tersedia. Tidak seperti pemeriksaan/pengkajian rekaman catatan di lokasi, pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh biasanya tidak memungkinkan untuk memberikan pertanyaan langsung pada saat yang sama. Auditor harus mencatat ataupun menulis hal-hal yang patut dipertanyakan pada klien saat melakukan proses pemeriksaan/pengkajian dokumen, dan dapat ditanyakan saat wawancara jarak jauh. Kerja Lapangan/Pengamatan Hal ini mungkin akan menjadi hal yang cukup sulit bagi audit jarak jauh, pasalnya hal ini biasanya dilakukan dengan menyambangi perusahaan klien. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan vidio conference ataupun livestreaming. Walaupun tidak terlepas dari kendala-kendala yang ada seperti ketersediaan Wi-Fi, lokasi kerja klien yang berada di tempat terpencil dan kebisingan yang mungkin akan mengganggu proses audit ini. Tidak banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan observasi jarak jauh. Sebab penayangan vidio hanya pada satu titik dan auditor akan kesulitan untuk melakukan pengamatan. Alternatif lain yang dapat diambil adalah dengan foto digital yang dapat diambil dari smartphone milik klien ataupun milik perusahaan. Hal ini dapat menimalisir kendala jaringan yang tidak memungkinkan melakukan vidio conference. Dari hasil pengamatan, audit dapat membuat catatan dan menyiapkan pertanyaan. Wawancara Terhadap Pihak yang Terkait Dalam hal ini mungkin tidak jauh beda dengan wawancara langsung, hanya perlu media penghubung seperti panggilan vidio ataupun semacamnya misalnya Google Meet, Skype dan Zoom. Auditor perlu melakukan perencanaan wawancara seperti berapa lama waktu yang diperlukan dan kepada siapa saja pihak yang perlu diwawancarai. Misalnya dengan penanggung jawab kegiatan, pemegang keluar dan masuknya kas ( kasir ), bagian gudang, penerimaan barang, dan personil lain yang bertanggung jawab dalam mendukung fokus audit. Persiapan wawancara jarak jauh membutuhkan waktu tambahan bagi auditor, serta auditor harus siap dengan daftar pertanyaan dan hal-hal terkait informasi tambahan apa saja yang dibutuhkan berdasarkan pengamatan yang dilakukan sebelumnya. Keterbatasan wawancara jarak jauh ini juga dapat terjadi ketika personil yang diwawancarai merasa canggung, gugup atau tidak nyaman dengan panggilan vidio oleh sebab itu, pemilihan kata dan penempatan intonasi yang bagus dan tepat akan dapat membuat wawancara menjadi tidak tegang. Pertemuan Penutupan Pertemuan penutupan audit jarak jauh memiliki konsep yang sama dengan pertemuan penutupan secara langsung, mungkin memang memerlukan media penghubung. Penjadwalan penutupan ini harus dipertimbangkan oleh auditor, minimal dua hari setelah melakukan wawancara. Sehingga auditor dapat mengkaji kembali catatannya dan menyusun rancangan awal hasil audit. Pertemuan penutupan ini dimaksudkan untuk mrmpresentasikan rancangan awal hasil audit kepada klien, menyelesaikan pertanyaan/permasalahan serta melakukan pembahasan lebih lanjut untuk hasil final audit, yaitu opini dari auditor. Kesimpulan yang dapat di ambil ialah penggunaan teknologi secara praktis. Inovasi dan transformasi teknologi menjadi fokus bisnis serta progam audit di seluruh dunia. Saat ini adalah saat yang tepat untuk mengkomunikasikan lebih lanjut mengenai proses audit jarak jauh. Terdapat beberapa teknologi berkembang yang dapat menunjang kegiatan tersebut antara lain vidio livestreaming, Virtual Reality ( VR ), pesawat tak berawak ( drone ) dan lainnya. Namun semua teknologi pastilah diperlukan biaya tambahan yang mungkin malah mengakibatkan auditor merugi. Jadi pilihlah teknologi yang sesuai dengan bayaran yang diterima. Proses audit jarak jauh bukanlah satu-satunya solusi yang tepat untuk semua masalah. Hal ini bukan pula sebagai pengganti pelaksanaan audit secara langsung. Namun sebagai bagian dari alternatif yang dapat dilakukan di masa pandemi ini.