Komunikasi Massa dan Komunikasi Politik  dalam Masa Pandemi - Analisa - www.indonesiana.id
x

ilustr: scoop.it

deni yusup

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 28 Mei 2020 16:20 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Komunikasi Massa dan Komunikasi Politik  dalam Masa Pandemi

    Dibaca : 866 kali

    Adanya pandemi covid-19 mengubah tatanan masyarakat yang saat ini, beraktivitas kembali dalam masa pandemi mengharuskan beraktivitas dengan menerapkan beberapa persyaratan protokol kesehatan (New Normal).

    Tidak terkecuali di dunia politik akan sama perubahan pola komunikasi akan terjadi dalam masa pandemi dan masa pasca pandemi nantinya, dalam hal ini bagaimana pesan politik disampaikan dalam dimensi yang lebih banyak secara virtual atau tidak langsung. Ini sebenarnya menegaskan tentang bagaimana komunikasi massa dalam kaitan mengunakan media baik lelktonik dan media online serta medsos.

    Sesuai dengan perkembangan teknologi komunikasi politik saat lebih efektif dalam menyampaikan pesan buat publik di era sekarang dengan media internet, dengan mengunakan media elektronik dan media online atau dengan mengunakan akun akun media sosial dari masing- masing elit politik yang kita sebut dalam komunikasi adalah komunikator, penyampai pesan dalam hal ini penyampai pesan politik, selaku komunikatornya tokoh partai politik, presiden serta  pejabat publik lainya.

    Sebelum adanya pandemi semua intensitas  menyampaikan komunikasi politik terhadap publik mengunakan media elektronik, cetak, media online dan media terbaru/media sosial sudah seperti hal biasa dilakukan, Dalam masa pandemi saat intensitas komunikasi lebih meningkat lagi melalui internet secara virtual dengan mengunakan beberapa aplikasi vidieo conference dan pesan politik mengunakan media yang disebutkan diatas tersebut. Sebagaimana kita ketahuai dalam komunikasi politik instrumen yang terpenting adalah adanya aktor selaku komunikator, adanya pesan/ kebijakan atau materi yang akan disampaikan kepada publik melalui media.

    Contoh nyata di Amerika yang mengunakan media sosial dalam kampanyenya adalah presiden Donald Trump mengunakan twitter dalam menyampaikan pesan pesan politiknya. Dalam artikelnya Douglas Kellner yang berjudul Donald Trump dan Politik Tontonan, bahwa Trump telah menjadi master tontonan yang bisa memanfaatkan media tontonan menjadi alat untuk membincangkanya, terlepas dari peryataannya kontroversi tetapi Trump berhasil menguasaain informasi dan paradigma publik AS waktu itu.

    Di Indonesia Presiden Jokowi pun mengunakan akun media sosial seperti instagram dalam menyampaikan pesan-pesan politiknya dan Jokowi pun mengunakan media selaku instrumen untuk menyampaikan pesan-pesan politiknya baik di massa kampaye perode pertama dan dalam pemilihan periode kedua, dan banyak tokoh tokoh lain yang mengunakan media sosial selaku media menyampaikan pesan politik kepada publik selain media elektronik televisi.

    Kedepan akan makin banyak lagi aktor politik mengunakkan media selaku instrumen dalam komunikasi politik dengan memanfaatkan media  sosial dan media online dalam menyampaikan pesan politiknya dalam investasi elektoral, pertanyaanya apakah efektif dalam komunikasi politik untuk menyampaikan pesan politik melalui media massa, tanpa bertemu langsung dengan publik, dalam konsep metode lasswell dalam komunikasi massa, tentu penyampaian komunikasi tentu efektif bagaimanapun pendekatan ini bisa terukur, dimana dalam komunikasi dalam metode laswell ada instruen yang utuh, adanya komunikator, pesan atau materi yang disampaikan, media sebagai alat untuk menyampaikan pesan, ada audiens atau publik dan  ada efek timbal balik dari pesan yang dismapikan apakah direspon atau ditolak penerimaan pesan tersebut ini kerangka evaluasi dalam komunikasi.

    Pada intinya bahwa komunikasi politik mengunakan komunikasi massa tentu efektif merubah pola prilaku norma-norma yang terjadi dipublik, bagaimanapun dalam dunia saat ini informasi massa menjadi asupan tiap hari untuk melihat  dan memetakan apa yang disampaikan oleh pemimpin terhadap masyarakatnya,tidak bisa dibendung arus informasi akan deras terhadap publik.

    Informasi apa saja saat ini bisa masuk langsung kepublik tanpa filter lagi, dengan menjamurnya aplikasi  dan menjamurnya media online yang memberitakan segala macam informasi, baik yang objektif dan informasi yang teroganisir dalam kepentingan tertentu termasuk informasi politik, kedepan melihat perkembangan pandemi yang tidak kurung selesai, efektifitas dalam menyampaikan pesan politik dan untuk brending politik akan lebih banyak lagi mengunakan media-media tontonan ini dengan begitu banyak aplikasi-aplikasi yang bisa digunakan oleh aktor politik untuk investasi politik kedepan.

    Dalam mengahadapi pilkada tahun ini tentu media tontonan ini menjadi faktor utama dalam mengkampayekan sosok figur calon kepala daerah, dimana pertemuan langsung tatap muka degan pemilih dibatsi dan efektifitas sosialisasi diri lebih dominan mengunakan media-media tontonan ini ( media elektonik, media online, media cetak dan media sosial) Siapa yang lebih kreatif dan bisa mengunakan media-media ini dengan baik mereka yang akan mendapat efek baik dari proses sosisalisasi diri, di perlukan kreativitas konten yang menyentuh kebutuhan pemilih, dan siapa calon yang bisa memetakan lebih awal calon pemilihan sebelum melakukan sosialisasi dialah yang mendapat respon electoral yang bagus.

    Deni Yusup, Mahasiswa Pogram Doktor Ilmu Komunikasi


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Salsabila Zulfani

    1 hari lalu

    Covid-19, Membuat Tugas Auditor Menjadi Sulit?

    Dibaca : 95 kali

    Covid 19 adalah virus yang menyerang sisem pernapasan. Virus corona dapat menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat hingga kematian. Pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Hampir setiap hari ribuan bahkan ratusan korban infeksi virus corona meregang nyawa. Perekonomian negara terganggu bahkan banyak perusahaan yang harus mengurangi pegawai supaya tidak bangkrut. Dampak Covid 19 ini memang cukup banyak bagi negara terdampak. Lalu bagaimana dengan negara Indonesia?. Indonesia sudah berusaha sedemikian rupa untuk mencegah penularan virus Covid 19 ini,hingga pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ). Bekerja dan belajar dari rumah, hal ini mungkin tidak terlalu sulit sebab teknologi yang semakin canggih di masa sekarang ini. Lalu bagaimana dengan profesi yang harus bekerja turun lapang atau outdoor? Auditor misalnya?. Auditor harus menyambangi perusahaan klien sehingga dapat dengan mudah mengamati sistem pada perusahaan klien. Mengamati bagaimana SOP atau bagan alur setiap kegiatan perusahaan, seperti penjualan, pembelian dan aliran kasnya. Bagaimana auditor harus bekerja dari jarak jauh?. Strategi bagi auditor yang harus bekerja jarak jauh meliputi perencanaan audit, pemeriksaan/pengkajian dokumen, kerja lapangan/melakukan pengamatan, wawancara terhadap pihak yang terkait, dan pertemuan penutupan. Berikut penjelasan singkatnya. Perencanaan Perencanaan audit merupakan hal yang sangat penting di setiap pengauditan. Namun hal ini akan sulit jika pihak klien ada di lokasi yang jauh ataupun sulit terjangkau ( terpencil ). Sementara tahap perencanaan audit ini harus dibahas dengan klien. Informasi yang dapat dibahas dalam tahap ini adalah ruang lingkup perusahaan serta perncanaan jadwal kapan kegiatan audit akan di mulai, tak lupa memberi informasi kepada klien mengenai keterbatasan perihal proses kegiatan audit jarak jauh ini. Serta info apa saja yang akan dibagikan dan dengan tunjangan media atau teknologi apa yang digunakan. Berdasarkan kebutuhan diatas, auditor dapat menghabiskan waktu dua kali lebih banyak guna membahas perencanaan ini. Teknologi yang dapat digunakan dalam hal ini seperti vidio conference dan powerPoint untuk menyampaikan informasi/materi atau dapat menggunakan panduan visual lainnya. Pemeriksaan/Pengkajian Dokumen Pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh akan memakan waktu cukup banyak serta tak luput dari keterbatasan. Dalam hal ini auditor harus mampu menerima dokumen dalam bentuk/format apapun yang paling mudah diperoleh oleh klien sehingga dapat meminimalisir beban yang ada. Pertimbangan terkait aksesibilitas sistem file digital yang digunakan klien untuk menyimpan rekaman catatan tersebut harus diberikan. Pertimbangan strategi audit yang baik dan tepat juga harus dipikirkan oleh auditor untuk pemeriksaan ataupun pengkajian dokumen, pengambilan sampel dapat menjadi alternatif terbaik. Tergantung pada jumlah rekaman catatan yang ada. Terlepas apakah auditor memeriksa semua atau sebagian dari data yang tersedia. Tidak seperti pemeriksaan/pengkajian rekaman catatan di lokasi, pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh biasanya tidak memungkinkan untuk memberikan pertanyaan langsung pada saat yang sama. Auditor harus mencatat ataupun menulis hal-hal yang patut dipertanyakan pada klien saat melakukan proses pemeriksaan/pengkajian dokumen, dan dapat ditanyakan saat wawancara jarak jauh. Kerja Lapangan/Pengamatan Hal ini mungkin akan menjadi hal yang cukup sulit bagi audit jarak jauh, pasalnya hal ini biasanya dilakukan dengan menyambangi perusahaan klien. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan vidio conference ataupun livestreaming. Walaupun tidak terlepas dari kendala-kendala yang ada seperti ketersediaan Wi-Fi, lokasi kerja klien yang berada di tempat terpencil dan kebisingan yang mungkin akan mengganggu proses audit ini. Tidak banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan observasi jarak jauh. Sebab penayangan vidio hanya pada satu titik dan auditor akan kesulitan untuk melakukan pengamatan. Alternatif lain yang dapat diambil adalah dengan foto digital yang dapat diambil dari smartphone milik klien ataupun milik perusahaan. Hal ini dapat menimalisir kendala jaringan yang tidak memungkinkan melakukan vidio conference. Dari hasil pengamatan, audit dapat membuat catatan dan menyiapkan pertanyaan. Wawancara Terhadap Pihak yang Terkait Dalam hal ini mungkin tidak jauh beda dengan wawancara langsung, hanya perlu media penghubung seperti panggilan vidio ataupun semacamnya misalnya Google Meet, Skype dan Zoom. Auditor perlu melakukan perencanaan wawancara seperti berapa lama waktu yang diperlukan dan kepada siapa saja pihak yang perlu diwawancarai. Misalnya dengan penanggung jawab kegiatan, pemegang keluar dan masuknya kas ( kasir ), bagian gudang, penerimaan barang, dan personil lain yang bertanggung jawab dalam mendukung fokus audit. Persiapan wawancara jarak jauh membutuhkan waktu tambahan bagi auditor, serta auditor harus siap dengan daftar pertanyaan dan hal-hal terkait informasi tambahan apa saja yang dibutuhkan berdasarkan pengamatan yang dilakukan sebelumnya. Keterbatasan wawancara jarak jauh ini juga dapat terjadi ketika personil yang diwawancarai merasa canggung, gugup atau tidak nyaman dengan panggilan vidio oleh sebab itu, pemilihan kata dan penempatan intonasi yang bagus dan tepat akan dapat membuat wawancara menjadi tidak tegang. Pertemuan Penutupan Pertemuan penutupan audit jarak jauh memiliki konsep yang sama dengan pertemuan penutupan secara langsung, mungkin memang memerlukan media penghubung. Penjadwalan penutupan ini harus dipertimbangkan oleh auditor, minimal dua hari setelah melakukan wawancara. Sehingga auditor dapat mengkaji kembali catatannya dan menyusun rancangan awal hasil audit. Pertemuan penutupan ini dimaksudkan untuk mrmpresentasikan rancangan awal hasil audit kepada klien, menyelesaikan pertanyaan/permasalahan serta melakukan pembahasan lebih lanjut untuk hasil final audit, yaitu opini dari auditor. Kesimpulan yang dapat di ambil ialah penggunaan teknologi secara praktis. Inovasi dan transformasi teknologi menjadi fokus bisnis serta progam audit di seluruh dunia. Saat ini adalah saat yang tepat untuk mengkomunikasikan lebih lanjut mengenai proses audit jarak jauh. Terdapat beberapa teknologi berkembang yang dapat menunjang kegiatan tersebut antara lain vidio livestreaming, Virtual Reality ( VR ), pesawat tak berawak ( drone ) dan lainnya. Namun semua teknologi pastilah diperlukan biaya tambahan yang mungkin malah mengakibatkan auditor merugi. Jadi pilihlah teknologi yang sesuai dengan bayaran yang diterima. Proses audit jarak jauh bukanlah satu-satunya solusi yang tepat untuk semua masalah. Hal ini bukan pula sebagai pengganti pelaksanaan audit secara langsung. Namun sebagai bagian dari alternatif yang dapat dilakukan di masa pandemi ini.