Pergerakan PSSI yang "Slow" Namun Tegas, Kompetisi, Staf Khusus, dan Pergerakan PT LIB - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

PSSI-Supartono

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 30 Mei 2020 16:46 WIB
  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • Pergerakan PSSI yang "Slow" Namun Tegas, Kompetisi, Staf Khusus, dan Pergerakan PT LIB

    Dibaca : 1.173 kali

    Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, PSSI kini "slow" dengan langkahnya, namun tegas. Apa saja langkah slow PSSI yang tegas itu?  Di antaranya sedang fokus mengurus kelanjutan Liga dahulu. Juga mengangkat staf khusus untuk memperkuat barisan. 

    Namun, atas diangkatnya staf khusus oleh Ketua Umum PSSI, juga menjadi berita hangat yang lantas laris manis diliput berbagai media. 

    Selain itu, sengkarut di PT LIB, juga sedang coba dibenahi. Bahkan, Reza Lubis yang masih digadang-gadang akan didudukkan di Deputi PSSI, oleh sebab namanya juga diapungkan untuk mengisi beberapa kursi kosong di LIB, kini benar-benar sudah dikontak oleh PT LIB. 

    Atas komunikasi PT LIB dengan Reza, PSSI pun tak mengetahuinya. Meski demikian, PSSI masih berharap Reza akan tetap dapat duduk di PSSI bersama calon Sekjen baru Syauqi, yang nampaknya juga semakin mantap langkahnya. 

    Sementara menyoal staf khusus, yang sudah ramai diberitakan oleh media bahwa Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule mengangkat dua jenderal purnawirawan TNI AD sebagai staf khusus. Juga akhirnya menjadi pertanyaan publik. Ada apa lagi ini? 

    Bila mengutip dari laman resmi PSSI, Kamis malam (28/5/2020), Staf khusus itu adalah dua pensiunan perwira tinggi militer Mayjen TNI (Purn) Leonardus JP Siegers dan Mayjen TNI (Purn) Andogo Wiradi. 

    Dijelaskan pula oleh Iriawan bahwa keberadaan Pak Leo dan Pak Andogo sangat bermanfaat untuk memberikan masukan kepada ketua umum. Mayjen TNI (Purn) Leo Siegers merupakan sosok yang berpengalaman dalam bidang kemiliteran. Ia pernah menjabat sebagai Pengdam I Bukit Barisan pada Mei 2010 hingga September 2011. Pria yang lahir di Makassar, 20 Agustus 1956, ini lulus Akmil pada 1978 dan mengakhiri masa kemiliterannya dengan menjabat Koordinator Staf Ahli Panglima TNI dan Staf Khusus Panglima TNI. Leo Siegers juga pernah bermain untuk PSM Makassar pada era 1970-an. Saat masih aktif di militer, Leo juga sempat membela PS TNI. 

    Sedangkan Mayjen TNI (Purn) Andogo Wiradi merupakan lulusan Akmil tahun 1981 dan pernah menjabat Deputi V Kantor Staf Presiden saat Luhut Binsar Panjaitan menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Andogo besar di kesatuan infanteri baret merah (Kopassus) juga pernah menjadi Kasdam I Bukit Barisan dan mengakhiri karier militernya sebagai Koordinator Staf Ahli Panglima TNI. 

    Kedua staf khusus yang ditunjuk Moch. Iriawan ini sudah mulai bertugas. Leo Siegers, misalnya, telah mendampingi Iwan Bule saat bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, pada 22 Mei 2020 lalu dalam rangka penyampaian perkembangan persiapan Piala Dunia U20 2021. 

    Berikutnya  mengikuti pertemuan rapat virtual dengan pengelola klub Liga 2 guna membahas kelanjutan kompetisi Jumat (29/5/2020). 

    Kira-kira, apakah pengangkatan staf khusus di PSSI maksud  dan tujuannnya sama dengan staf khusus Presiden RI? Jawabnya tentu tidak sama. Terlebih, staf khusus di PSSI adalah pensiunan perwira tinggi TNI. 

    Dengan diangkatnya dua staf khusus dari pensiunan perwira tinggi TNI, tentu maksudnya jelas. Iriawan yang kini benar-benar ingin memberikan bukti prestasi sepak bola nasional kepada publik Indonesia, maka demi menjalankan visi-misi dan tujuan yang lurus, meraih prestasi, maka organisasi PSSI harus kuat. 

    Selama ini, musuh dan masalah terbesar PSSI mengapa tak dapat berprestasi, bukan dari faktor eksternal. Tetapi dari faktor internal PSSI sendiri. 

    Sudah menjadi cerita klasik, bahwa selama ini, PSSI banyak dihuni oleh pengurus yang "bergerbong", tujuannya untuk kepentingan diri dan gerbongnya serta sangat kuat bersembunyi di balik statuta. 

    Tak pelak PSSI terus menjadi sarang mafia. Di bawah Iriawan, di dalam PSSI juga masih bercokol orang-orang lama yang sangat rentan menggagalkan visi-misi tujuan PSSI meraih prestasi untuk bangsa dan negara. 

    Dengan demikian, sangat jelas bahwa, masuknya dua purnawirawan TNI menjadi staf khusus, jelas sangat strategis. Tujuan pengangkatannya pun menjadi "benderang" bahwa staf khusus akan memperkuat kedudukan ketua umum, dari pengurus lama yang masih "mafia". 

    Jadi, untuk melawan dan menjegal para "perusuh" terutama dari internal PSSI sendiri, maka diangkatlah dua mantan jenderal tersebut. PT LIB mengkawatirkan Selain menyoal dua staf khusus, dikontaknya Reza Lubis oleh pihak PT LIB tanpa sepengetahuan PSSI, memang menjadi bukti bahwa kondisi PT LIB sejak ditinggal para pejabatya, kini mengkawatirkan. 

    Terlebih, dari informasi akurat yang saya peroleh dan fakta yang ada, di PT LIB kekurangan tenaga ahli yang profesional. Dan, orang lama yang masih bercokol, bekerja setengah hati. Bila kini, Reza Lubis sudah didekati PT LIB, PSSI sendiri juga masih berharap Reza menjadi bagiannya. 

    PSSI sendiri mengungkapkan bahwa sekarang mereka benar-benar mencari orang-orang muda yang punya keahlian di penataan sepakbola. Harus punya wawasan inovatif dan smart, serta bermental baja. Karenanya, semua itu butuh proses dan tidak bisa dilakukan dengan tergesa. 

    Semoga dua staf khusus di PSSI dapat bekerja sesuai tuntutan dan kewajibannya. Kompetisi Liga 1 dan 2 segera jelas kelanjutannya. Progres dan proses pemilihan sekjen dan seputi baru sesuai harapan, dan PT LIB pun dapat segera kembali beredar di orbitnya. Aamiin. 


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.