Mengenal Manfaat Tanaman Hias Adam Hawa (Rhoeo Discolor) - Analisa - www.indonesiana.id
x

Tanaman Hias Adam Hawa (Rhoeo Discolor). (Dok. sinoxnursery.com)

Rizky Agassy Sihombing

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Juni 2020

Kamis, 4 Juni 2020 06:13 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Mengenal Manfaat Tanaman Hias Adam Hawa (Rhoeo Discolor)

    Dibaca : 355 kali

    Indonesia sebagai negara tropis dengan potensi tanaman yang secara turun temurun digunakan sebagai obat tradisional, dikenal secara luas sebagai mega center keanekaragam hayati (biodiversity) terbesar ke-2 di dunia setelah Brazil. Di Indonesia juga banyak terdapat berbagai jenis obat tradisional.

    Obat tradisional hampir tidak memiliki efek samping dan merupakan faktor pendukung konsep back to nature, membuat penggunaan obat tradisional semakin meningkat. Tidak bisa dipungkiri bahwa obat tradisional memiliki kelemahan yang menyebabkan kendala dalam perkembangannya. Salah satunya adalah bahan baku obat tradisional yang belum terstandarisasi.

    Tanaman yang berpotensi sebagai obat herbal perlu dilakukan standarisasi terlebih dahulu terutama untuk simplisia dan ekstrak yang digunakan dalam pembuatan obat herbal. Hal ini dilakukan karena obat herbal memiliki peranan penting dalam bidang kesehatan bahkan bisa menjadi produk andalan. Salah satu proses awal standarisasi obat herbal yakni kajian farmakognosi.

    Salah satu dari tanaman yang berpotensi memiliki kandungan yang baik bagi kesehatan kita dan juga belum bantyak diketahui oleh masyarakat pada umumnya adalah tanaman Adam Hawa (Rhoeo Discolor). Rhoeo discolor atau yang lebih di kenal dengan sebutan daun adam hawa merupakan tumbuhan yang sering dijadikan tanaman hias di pekarangan rumah, halaman sekolah, dan pinggir jalan.

    Tumbuhan ini memiliki bangun daun seperti pedang dengan ujung daun yang meruncing, permukaan daun bagian atas berwarna hijau sedangkan bagian bawahnya berwarna ungu, bentuk dan warnanya yang indah pun menjadikan bunga ini biasanya dibudidayakan untuk diperjualbelikan sebagai bunga hias. Selain memiliki bentuk dan warna yang indah, ternyata bunga ini memiliki berbagai kandungan yang dapat dimanfaatkan untuk menyehatkan tubuh.

    Daun Adam Hawa (Rhoeo Discolor) yang berwarna ungu diduga memiliki senyawa flavonoid. Senyawa flavonoid adalah kelompok senyawa fenol terbesar di alam. Senyawa ini merupakan zat warna merah, ungu, biru dan sebagian zat warna kuning yang ditemukan pada tumbuhan-tumbuhan.

    Antosianin sendiri merupakan senyawa flavonoid yang memiliki gugus hidroksil yang berperan terhadap sekresi insulin dari sel beta pankreas, sehingga memiliki aktivitas hipoglikemik, sedangkan warna merah pada daun Adam Hawa (Rhoeo Discolor) mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder seperti, flavonoid, kalkon, dan terpenoid. Rhoeo discolor termasuk ke dalam suku Commelinaceae yang berasal dari Meksiko dan kini tanaman ini telah menyebar ke banyak wilayah lain di seluruh dunia.

    Di negara asalnya tumbuhan ini sudah dimanfaatkan sebagai tanaman obat, daunnya sering di gunakan dalam infusan atau langsung di gunakan pada permukaan wajah untuk mengobati alergi rinitis, superfisial mikosis, ulser, anti inflamasi dengan spektrum luas, agen dermatologikal, dan juga untuk kanker.

    Daun Adam Hawa (Rhoeo discolor) merupakan salah satu tumbuhan yang tergolong kedalam tanaman hias varigata dan merupakan tanaman hias yang cukup diminati oleh masyarakat. Tanaman varigata adalah segala tanaman yang menampilkan dua warna atau lebih pada daunnya, yang berbeda dengan induknya. Selain dari digunakan sebagai tanaman hias karena keunikan fisiologisnya, ternyata daun adam hawa ini dapat dijadikan sebagai obat.

    Selain dari digunakan sebagai tanaman hias karena keunikan fisiologisnya, ternyata daun adam hawa ini dapat dijadikan sebagai obat. Sifat kimia dan efek farmakologis yang dimilikinya berupa rasa manis, sejuk dan dapat digunakan sebagai anti radang, memelihara paru, mencairkan dahak, anti batuk, anti diare, membersihkan darah. Selain itu, daun adam hawa juga dapat dimanfaatkan sebagai obat mimisan, obat berak darah, terkilir atau memar, serta sebagai obat flu.

    Penelitian terdahulu memaparkan bahwa daun tanaman adam hawa memiliki senyawa antosianin. Daun tanaman Adam Hawa dapat digunakan sebagai sumber antioksidan yang cukup baik dan cukup melimpah di Indonesia.

    Tanaman Adam Hawa (Rhoeo Discolor) bisa juga dijadikan teh herbal yang mudah dikonsumsi bagi masyarakat pada umumnya, Teh herbal atau herbal tea itu sendiri merupakan racikan bunga, daun, biji, akar, atau buah kering yang dibuat menjadi sebuah minuman dan juga merupakan salah satu produk minuman campuran teh dan tanaman herbal yang memiliki khasiat dalam membantu pengobatan suatu penyakit atau sebagai penyegar.

    Teh herbal umumnya campuran dari beberapa bahan yang biasa disebut infusi. Infusi terbuat dari kombinasi daun kering, biji, kayu, buah, bunga dan tanaman lain yang memiliki manfaat. Dikutip dari berbagai sumber, berikut cara membuat tanaman Adam Hawa (Rhoeo Discolor) menjadi ramuan herbal untuk pengobatan dan sebagai teh herbal:

    1. Untuk luka luar:

    - Tumbuklah daun Adam Hawa hingga halus, kemudian oleskan pada bagian tubuh yang terdapat luka memar. Sifat antiinflamasi yang terdapat di dalamnya mampu mempercepat penyembuhan luka memar.

    - Untuk pengobatan rematik, cukup gunakan beberapa lembar daun Adam Hawa yang masih segar, kemudian bakar daunnya hingga layu, lemas, dan lembut, setelah itu tempelkan daun adam hawa pada bagian yang sakit selagi masih hangat, kita bias menggunakan kain sebagai penahan daun Adam Hawa agar tidak lepas

    1. Untuk pengobatan dalam (Pembuatan teh herbal):

    Rebus daun Adam Hawa yang telah dibersihkan dalam air bersih, bisa juga ditambahkan dengan daun melati, agar aroma dari teh yang dihasilkan memiliki bau yang sangat harum. Lalu minum air hasil rabusan tadi secara rutin hingga sembuh total.

    Pada saat kita mengolah daun Adam Hawa, usahakan hindari getahnya, karena biasanya getah dari tumbuhan bisa membuat kulit kita menjadi merah dan gatal. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa getah dari daun Adam Hawa ini beracun. Jadi pandai-pandailah dalam mengolah daun Adam Hawa ini menjadi obat/teh herbal yang mudah untuk dikonsumsi.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Salsabila Zulfani

    1 hari lalu

    Covid-19, Membuat Tugas Auditor Menjadi Sulit?

    Dibaca : 95 kali

    Covid 19 adalah virus yang menyerang sisem pernapasan. Virus corona dapat menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat hingga kematian. Pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Hampir setiap hari ribuan bahkan ratusan korban infeksi virus corona meregang nyawa. Perekonomian negara terganggu bahkan banyak perusahaan yang harus mengurangi pegawai supaya tidak bangkrut. Dampak Covid 19 ini memang cukup banyak bagi negara terdampak. Lalu bagaimana dengan negara Indonesia?. Indonesia sudah berusaha sedemikian rupa untuk mencegah penularan virus Covid 19 ini,hingga pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ). Bekerja dan belajar dari rumah, hal ini mungkin tidak terlalu sulit sebab teknologi yang semakin canggih di masa sekarang ini. Lalu bagaimana dengan profesi yang harus bekerja turun lapang atau outdoor? Auditor misalnya?. Auditor harus menyambangi perusahaan klien sehingga dapat dengan mudah mengamati sistem pada perusahaan klien. Mengamati bagaimana SOP atau bagan alur setiap kegiatan perusahaan, seperti penjualan, pembelian dan aliran kasnya. Bagaimana auditor harus bekerja dari jarak jauh?. Strategi bagi auditor yang harus bekerja jarak jauh meliputi perencanaan audit, pemeriksaan/pengkajian dokumen, kerja lapangan/melakukan pengamatan, wawancara terhadap pihak yang terkait, dan pertemuan penutupan. Berikut penjelasan singkatnya. Perencanaan Perencanaan audit merupakan hal yang sangat penting di setiap pengauditan. Namun hal ini akan sulit jika pihak klien ada di lokasi yang jauh ataupun sulit terjangkau ( terpencil ). Sementara tahap perencanaan audit ini harus dibahas dengan klien. Informasi yang dapat dibahas dalam tahap ini adalah ruang lingkup perusahaan serta perncanaan jadwal kapan kegiatan audit akan di mulai, tak lupa memberi informasi kepada klien mengenai keterbatasan perihal proses kegiatan audit jarak jauh ini. Serta info apa saja yang akan dibagikan dan dengan tunjangan media atau teknologi apa yang digunakan. Berdasarkan kebutuhan diatas, auditor dapat menghabiskan waktu dua kali lebih banyak guna membahas perencanaan ini. Teknologi yang dapat digunakan dalam hal ini seperti vidio conference dan powerPoint untuk menyampaikan informasi/materi atau dapat menggunakan panduan visual lainnya. Pemeriksaan/Pengkajian Dokumen Pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh akan memakan waktu cukup banyak serta tak luput dari keterbatasan. Dalam hal ini auditor harus mampu menerima dokumen dalam bentuk/format apapun yang paling mudah diperoleh oleh klien sehingga dapat meminimalisir beban yang ada. Pertimbangan terkait aksesibilitas sistem file digital yang digunakan klien untuk menyimpan rekaman catatan tersebut harus diberikan. Pertimbangan strategi audit yang baik dan tepat juga harus dipikirkan oleh auditor untuk pemeriksaan ataupun pengkajian dokumen, pengambilan sampel dapat menjadi alternatif terbaik. Tergantung pada jumlah rekaman catatan yang ada. Terlepas apakah auditor memeriksa semua atau sebagian dari data yang tersedia. Tidak seperti pemeriksaan/pengkajian rekaman catatan di lokasi, pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh biasanya tidak memungkinkan untuk memberikan pertanyaan langsung pada saat yang sama. Auditor harus mencatat ataupun menulis hal-hal yang patut dipertanyakan pada klien saat melakukan proses pemeriksaan/pengkajian dokumen, dan dapat ditanyakan saat wawancara jarak jauh. Kerja Lapangan/Pengamatan Hal ini mungkin akan menjadi hal yang cukup sulit bagi audit jarak jauh, pasalnya hal ini biasanya dilakukan dengan menyambangi perusahaan klien. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan vidio conference ataupun livestreaming. Walaupun tidak terlepas dari kendala-kendala yang ada seperti ketersediaan Wi-Fi, lokasi kerja klien yang berada di tempat terpencil dan kebisingan yang mungkin akan mengganggu proses audit ini. Tidak banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan observasi jarak jauh. Sebab penayangan vidio hanya pada satu titik dan auditor akan kesulitan untuk melakukan pengamatan. Alternatif lain yang dapat diambil adalah dengan foto digital yang dapat diambil dari smartphone milik klien ataupun milik perusahaan. Hal ini dapat menimalisir kendala jaringan yang tidak memungkinkan melakukan vidio conference. Dari hasil pengamatan, audit dapat membuat catatan dan menyiapkan pertanyaan. Wawancara Terhadap Pihak yang Terkait Dalam hal ini mungkin tidak jauh beda dengan wawancara langsung, hanya perlu media penghubung seperti panggilan vidio ataupun semacamnya misalnya Google Meet, Skype dan Zoom. Auditor perlu melakukan perencanaan wawancara seperti berapa lama waktu yang diperlukan dan kepada siapa saja pihak yang perlu diwawancarai. Misalnya dengan penanggung jawab kegiatan, pemegang keluar dan masuknya kas ( kasir ), bagian gudang, penerimaan barang, dan personil lain yang bertanggung jawab dalam mendukung fokus audit. Persiapan wawancara jarak jauh membutuhkan waktu tambahan bagi auditor, serta auditor harus siap dengan daftar pertanyaan dan hal-hal terkait informasi tambahan apa saja yang dibutuhkan berdasarkan pengamatan yang dilakukan sebelumnya. Keterbatasan wawancara jarak jauh ini juga dapat terjadi ketika personil yang diwawancarai merasa canggung, gugup atau tidak nyaman dengan panggilan vidio oleh sebab itu, pemilihan kata dan penempatan intonasi yang bagus dan tepat akan dapat membuat wawancara menjadi tidak tegang. Pertemuan Penutupan Pertemuan penutupan audit jarak jauh memiliki konsep yang sama dengan pertemuan penutupan secara langsung, mungkin memang memerlukan media penghubung. Penjadwalan penutupan ini harus dipertimbangkan oleh auditor, minimal dua hari setelah melakukan wawancara. Sehingga auditor dapat mengkaji kembali catatannya dan menyusun rancangan awal hasil audit. Pertemuan penutupan ini dimaksudkan untuk mrmpresentasikan rancangan awal hasil audit kepada klien, menyelesaikan pertanyaan/permasalahan serta melakukan pembahasan lebih lanjut untuk hasil final audit, yaitu opini dari auditor. Kesimpulan yang dapat di ambil ialah penggunaan teknologi secara praktis. Inovasi dan transformasi teknologi menjadi fokus bisnis serta progam audit di seluruh dunia. Saat ini adalah saat yang tepat untuk mengkomunikasikan lebih lanjut mengenai proses audit jarak jauh. Terdapat beberapa teknologi berkembang yang dapat menunjang kegiatan tersebut antara lain vidio livestreaming, Virtual Reality ( VR ), pesawat tak berawak ( drone ) dan lainnya. Namun semua teknologi pastilah diperlukan biaya tambahan yang mungkin malah mengakibatkan auditor merugi. Jadi pilihlah teknologi yang sesuai dengan bayaran yang diterima. Proses audit jarak jauh bukanlah satu-satunya solusi yang tepat untuk semua masalah. Hal ini bukan pula sebagai pengganti pelaksanaan audit secara langsung. Namun sebagai bagian dari alternatif yang dapat dilakukan di masa pandemi ini.