Indonesia Optmis Menang Lawan Covid-19 - Analisa - www.indonesiana.id
x

Corona

Alfin Riki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Kamis, 4 Juni 2020 10:20 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Indonesia Optmis Menang Lawan Covid-19

    Dibaca : 714 kali

    Virus Covid-19 memang masih bercokol di Indonesia. Banyak aturan yang dikeluarkan untuk mencegah penyebarannya, seperti PSBB dan physical distancing. Meskipun masih ada pasien yang terkena corona, namun rakyat Indonesia harus optimis bahwa penyakit ini benar-benar bisa hilang dari negeri ini.


    Presiden Joko Widodo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk optimis dalam melawan virus covid-19. Keadaan dalam pandemi ini memang sulit, tapi bukan berarti kita harus menyerah. Seluruh elemen masyarakat diharap bekerja sama untuk menghempaskan corona dengan menaati beberapa peraturan yang dikeluarkan pemerintah, seperti PSBB, wajib pakai masker, dan physical distancing.


    Seruan presiden ini tentu memotivasi masyarakat untuk terus semangat dalam melawan corona. Caranya dengan menaati hidup bersih dan terus menjaga higienitas tubuh dan rumah, agar tidak mudah terkena virus Covid-19. Selain itu, masyarakat juga diharap untuk terus menjaga stamina dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan juga minum herbal, agar tubuh kuat dan tidak mudah tertular corona.


    Optimisme untuk bisa menang melawan virus covid-19 ini tentu harus diiringi oleh sikap masyarakat yang pro dengan kebijakan pemerintah. Ketika ada imbauan untuk wajib pakai masker, maka harus memakainya walau hanya keluar untuk membuang sampah di tong depan rumah. Jika aturan ini ditaati maka akan melindungi diri dari penularan virus covid-19.
    Pembatasan sosial berkala juga harus ditaati dan masyarakat belum boleh untuk menyelenggarakan acara yang mengundang keramaian. Misalnya konser musik atau pesta pernikahan. Malah akan digodok aturan bahwa boleh saja ada acara walimah pernikahan tapi jumlah tamu dibatasi jadi 30 orang saja. Ini semua untuk menaati aturan PSBB.


    Mengapa harus menaati aturan dengan ketat? Tentu ini semua dilakukan agar corona kalah dan segera pergi dari Indonesia. Kenyataannya, walau sudah ada anjuran dari pemerintah untuk memakai masker, tapi masih sering dilanggar oleh masyarakat. Masih banyak orang yang menganggap bahwa corona adalah penyakit biasa dan bahkan hanya sebuah teori konspirasi. Jadi mereka cuek dan tidak memakai masker atau pelindung wajah apapun ketika keluar rumah.
    Kedisplinan adalah kunci dari keberhasilan untuk melawan corona. Taatilah segala peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Bukankah lebih baik menaati peraturan ini karena hanya berlaku sementara? Jika Indonesia sudah dinyatakan bebas dari virus covid-19, maka kita bisa bebas dan beraktivitas seperti biasa, sama dengan saat sebelum pandemi corona berlangsung.


    Sementara itu, pemerintah juga masih sangat optimis bahwa penyebaran virus covid-19 akan berhenti. Diperkirakan, di bulan juni 2020 ini kurva pasien corona bisa melandai. Memang di bulan mei ini grafiknya sempat naik, karena merupakan puncak dari pandemi. Namun setelah ada kenaikan, tentu ada penurunan. Semoga beberapa bulan ini grafik pasien corona tak hanya melandai tapi juga turun, sehingga Indonesia bisa benar-benar bebas dari virus covid-19.
    Xiao Qian, Duta Besar China untuk Indonesia juga memuji langkah Presiden Joko Widodo dalam mengatasi serangan virus covid-19.

    Jokowi dianggap cepat tanggap dan sudah menerapkan langkah yang tepat untuk mencegah penyebaran corona. Presiden juga dipuji karena bratanggung jawab dan peduli, tak hanya terhadap keselamatan dan kesehatan WNI tapi juga warga negara asing. Xiao Qian juga optimis bahwa pandemi corona di Indonesia akan lekas berakhir.
    Seruan presiden untuk tetap bersikap optimis di tengah pandemi covid-19 tentu harus kita ikuti. Kita tidak boleh menyerah dengan corona. Tetaplah berperilaku hidup bersih dan disiplin memakai masker serta rajin minum ramuan herbal untuk menjaga daya tahan tubuh. Dengan begitu, kita tidak mudah tertular corona atau menularkan virus covid-19.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.



    Oleh: Saufi Ginting

    13 jam lalu

    LINGLUNG

    Dibaca : 33 kali


    Oleh: medy afrika

    1 hari lalu

    Perbedaan Aset Desa dengan Inventaris Desa

    Dibaca : 90 kali

    DESA, NEWS - Secara umum, aset Desa diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (“UU Desa”) dan lebih rinci diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa (“Permendagri 1/2016”). Aset Desa  : adalah barang milik Desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan hak lainnya yang sah. Sementara itu, istilah inventaris desa tidak ditemukan dalam UU Desa maupun Permendagri 1/2016.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (“KBBI”) yang terakses dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, inventaris adalah daftar yang memuat semua barang milik kantor (sekolah, perusahaan, kapal, dan sebagainya) yang dipakai dalam melaksanakan tugas.                                                                                      Merujuk pada definisi inventaris desa di atas, maka dapat kami simpulkan bahwa inventaris desa adalah daftar barang milik desa. Meski demikian, istilah inventarisasi dapat kita temukan dalam Permendagri 1/2016. Inventarisasi adalah kegiatan untuk melakukan pendataan, pencatatan, dan pelaporan hasil pendataan aset Desa. Merujuk pada definisi inventarisasi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa inventaris desa adalah hasil aset desa yang didata, dicatat, dan dilaporkan. Yang Termasuk Aset Desa : Aset Desa dapat berupa tanah kas desa, tanah ulayat, pasar desa, pasar hewan, tambatan perahu, bangunan desa, pelelangan ikan, pelelangan hasil pertanian, hutan milik desa, mata air milik desa, pemandian umum, dan aset lainnya milik desa.   Aset lainnya milik desa antara lain: a.  kekayaan desa yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (“APBDesa”); b.    kekayaan desa yang diperoleh dari hibah dan sumbangan atau yang sejenis; c.    kekayaan desa yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak dan lain-lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; d.    hasil kerja sama desa; dan e.    kekayaan desa yang berasal dari perolehan lainnya yang sah. Inventarisasi Aset Desa : sekretaris desa selaku pembantu pengelola aset desa berwenang dan bertanggungjawab: a.    meneliti rencana kebutuhan aset desa; b.    meneliti rencana kebutuhan pemeliharan aset desa ; c.    mengatur penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan aset desa yang telah di setujui oleh Kepala Desa; d.    melakukan koordinasi dalam pelaksanaan inventarisasi aset desa;dan e.     melakukan pengawasan dan pengendalian atas pengelolaan aset desa.   Petugas/pengurus aset desa bertugas dan bertanggungjawab: a.    mengajukan rencana kebutuhan aset desa; b.    mengajukan permohonan penetapan penggunaan aset desa yang diperoleh dari beban APBDesa dan perolehan lainnya yang sah kepada Kepala Desa; c.    melakukan inventarisasi aset desa; d.    mengamankan dan memelihara aset desa yang dikelolanya; dan e.    menyusun dan menyampaikan laporan aset desa.   -Aset desa yang sudah ditetapkan penggunaannya harus diinventarisir dalam buku inventaris aset desa dan diberi kodefikasi. Kodefikasi yang dimaksud diatur dalam pedoman umum mengenai kodefikasi aset desa. -Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota bersama Pemerintah Desa melakukan inventarisasi dan penilaian aset Desa sesuai peraturan perundang-undangan. Bisa didefenisikan, aset desa dan inventaris desa merupakan dua hal yang berhubungan. Aset desa merupakan barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan hak lainnya yang sah. Sedangkan inventaris desa adalah daftar barang milik desa, yakni hasil aset desa yang didata, dicatat, dan dilaporkan. Kegiatan inventarisasi aset desa merupakan tugas dan tanggung jawab petugas/pengurus aset desa yang berkoordinasi dengan sekretaris desa. Dasar Hukum: 1.    UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa 2.    Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa.