Spirit Kreativitas dalam  New Normal Solusi  Masa Depan - Analisa - www.indonesiana.id
x

Sekelompok warga melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, memakai masker antisipasi wabah virus corona. Tempo/Hilman Fathurrahman W

deni yusup

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 4 Juni 2020 14:31 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Spirit Kreativitas dalam  New Normal Solusi  Masa Depan

    Dibaca : 772 kali

    Pemerintah akan melakukan new normal dalam waktu dekat ini. Rencananya tanggal 5 Juni menjadi awal dari diberlakukanya new normal. Kebijakan ini tidak menghapuskan PSBB tetapi mengaktifkan kembali beberapa aktivitas dengan mengunakan standar kesehatan dan beberapa aturan lainya yang menyertai terhadap kebijakan new normal.

    Adanya kebijakan ini sebenarnya menumbuhkan optimisme yang tinggi bagi bangsa ini bahwa dalam masa pandemi. Aktivitas harus tetap dilakukan dengan  protokol kesehatan. Ini untuk menumbuhkan bahwa bangsa kita siap melawan corona dengan melakukan aktivitas yang normal yang memperhatikan standar kesehatan agar tidak menimbulkan klaster baru dalam penyebaran virus corona.

    Dalam menerapkan kebijakan new normal pemerintah mendapat tanggapan pro dan kontra. Bagi yang kontra pemerintah dipandang salah melakukan kebijakan dalam keadan pandemi dan dipandang lebih mengutamakan faktor ekonomi. Tetapi bagi yang pro, memberlakukan new normal ini dipandang tepat untuk melawan corona dengan melakukan aktivitas dengan protokol kesehatan dan disiplin yang ketat.

    Bagi pemerintah, mengaktifkan kembali pusat-pusat bisnis dan aktivitas yang lainya menjadi standar untuk melakukan pola hidup yang baru untuk lebih disiplin dan peka terhadap kesehatan dalam beraktivitas. Dengan beraktivitas mengunakan standar kesehatan bisa menubuhkan rasa optimisme bahwa perekonomian akan tumbuh sambil menungu adanya vaksin anti virus corona.

    Bagaimanapun dengan adanya  pandemi ini efek terhadap semua lini berdampak. Sektor ekonomi yang paling terdampak perekonomian masyarakat menurun.  Perusahan besar dan UMKM semua terimbas dampak pandemi ini.

    Kebijakan new normal dengan melakukan aktivitas ekonomi dan aktivitas yang lain dilakukan dengan kedisiplinan yang kuat. Ini bisa menumbuhkan kepercayaan diri dan produktif dalam melangkah kedepan. Mengalahkan rasa cemas dan ketidak pastian karena dampak virus. Sebagaimana kita ketahui vaksin belum ditemukan dalam kondisi seperti ini memang diperlukan  terobosan dan mental yang kuat untuk inovasi dan kreatifitas disertai dengan kedisplinan yang kuat melakukan  standar kesehatan untuk semua bisa berkativitas.

    Penerapan new normal akan diterapkan  di beberapa daerah yang penyebaran virusnya  rendah. Dengan kesiapan yag dilakukan pemerintah bisa mendorong untuk bisa perekonomian bangkit dan masyarakat melakukan aktivitas ekonominya dan produktif kembali.

    Harapan semua orang bahwa pandemi ini akan cepat selesai tetapi dengan menungu tanpa kepastian tidak boleh dilakukan. Jadi  memang langkah yang dilakukan oleh pemerintah untuk memberlakukan new normal telah tepat khususnya disektor perekonomian. Bagaimanpun sektor perekonomian sanggat vital bagi masyarakat.

    Selama pandemi ini produksi terhenti, banyak perusahaan merumahkan karyawanya dalam rangka efisiensi, ini tandanya bahwa perekonomian menurun. Solusi yang diterapkan oleh pemerintah dengan menerapkan new normal dipandang tepat dengan aturan yang menyertainya dalam penerapan new normal dibeberapa sektor.

    Sebelum penerpan new normal pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan dengan memberikan bantuan tunai dan sembako bagi masyarakat yang terdampak dari pandemi  dan melakukan pogram kartu prakerja  bagi masyarakat yang memerlukan pekerjaan dan yang terkena PHK. Ini artinya pemerintah hadir bagi masyarakat dalam kondisi krisis  kesehatan ini.

    Langkah pemerintah menerapkan new normal dengan menerapkan beberapa kebijakan untuk memberikan optimisme bagi seluruh warganya, walapun tidak luput dari beberapa kebijakan yang dikritisi oleh beberapa kalangan. Tetapi dalam alam demokrasi bangsa ini  hal biasa ada pandangan yang kritis terhadap pemerintah selama dalam kolidor aturan berdemokrasi yang diatur. Kalau keluar dari konteks itu tentu aturan hukum yang menjadi batasannya agar semua bisa sejalan dengan peraturan yang berlaku.

    Dalam meningkatkan kedislipinan dalam aktivitas new normal memerlukan kerja ekstra dari pemerintah. Presiden Jokowi telah mengintruksikan kepada pihak kepolisian dan TNI utuk membantu pendislipinan dalam masa new normal, ini artinya bahwa dengan disiplin yang ketat agar perekonomian kita bisa tumbuh dalam masa pandemi.

    Dalam konteks sosialkultural ini memberikan pembelajaran bagi kita semua bahwa perubahan pola hidup ini memang sudah suatu hal yang memang harus dilakukan. Kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan itu memang penting, sebelum ada pandemi memang itu juga harus dilakukan tetapi memang kebiasaan pola hidup tidak sehat sering dilakukan dan pola hidup sehat kadang diabaikan. Ini artinya bahwa adanya pandemi memdorong orang untuk mentaati dan disiplin pada diri masing-masing dan pada lingkungan , hikmah yang bisa diambil dengan adanya pandemi dari segi pola kehidupan yang mendorong kita mau tidak mau harus mendislipinkan diri hidup dengan pola sehat.

    Perubahan prilaku sosial ini mendorong kita untuk lebih kreatif dan produktif dalam bekerja dan berinovasi. Perekonomian kita mengalamai penurunan dan hampir semua negara terdampak. Informasi terbaru 39 negara miskin meminta penanguhan pebayaran utang negara yang memiliki ketahan finansial dan mental sosial yang kuat dan disiplin yang bisa terkendali.

    Dalam konteks negara memang semua negara terkena imbasnya tanpa kecuali. Dari kontek itu memang implikasinya terhadap negara yang lain, kalau new normal Indonesia berhasil menumbuhkan perekonomian dan  di sisi lain Indonesia berusaha kerja esktra dalam meredam penyebaran virus  corona. Kita semua berharap  Indonesai akan cepat bangkit.

    Syaratnya agar kita cepat bangkit, pertama, adanya kesadaran kolektif, kedua disiplin yang kuat semua eleman. Efisiensi dalam pengunaan anggaran, dan menumbuhkan produktif tdak konsumtif, maka perekonomian bangsa akan cepat pulih.

    Pertanyan apa new normal ini akan terus diberlakukan sampai keadaan normal seperti sebelum pandemi? Jawabanya tidak dapat dipastikan kapan!

    Yang pasti spirit kita untuk melawan corona dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam melakukan langkah-langkah stategis untuk bangsa ini perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Dengan adanya kebersamaan dalam mengatasi masalah ini insya allah semua persoalan akan cepat terselesaikan.

     

    Deni Yusup

    Mahasiswa Pogram Doktor Ilmu Komunikasi

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.



    Oleh: Saufi Ginting

    13 jam lalu

    LINGLUNG

    Dibaca : 34 kali


    Oleh: medy afrika

    1 hari lalu

    Perbedaan Aset Desa dengan Inventaris Desa

    Dibaca : 91 kali

    DESA, NEWS - Secara umum, aset Desa diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (“UU Desa”) dan lebih rinci diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa (“Permendagri 1/2016”). Aset Desa  : adalah barang milik Desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan hak lainnya yang sah. Sementara itu, istilah inventaris desa tidak ditemukan dalam UU Desa maupun Permendagri 1/2016.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (“KBBI”) yang terakses dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, inventaris adalah daftar yang memuat semua barang milik kantor (sekolah, perusahaan, kapal, dan sebagainya) yang dipakai dalam melaksanakan tugas.                                                                                      Merujuk pada definisi inventaris desa di atas, maka dapat kami simpulkan bahwa inventaris desa adalah daftar barang milik desa. Meski demikian, istilah inventarisasi dapat kita temukan dalam Permendagri 1/2016. Inventarisasi adalah kegiatan untuk melakukan pendataan, pencatatan, dan pelaporan hasil pendataan aset Desa. Merujuk pada definisi inventarisasi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa inventaris desa adalah hasil aset desa yang didata, dicatat, dan dilaporkan. Yang Termasuk Aset Desa : Aset Desa dapat berupa tanah kas desa, tanah ulayat, pasar desa, pasar hewan, tambatan perahu, bangunan desa, pelelangan ikan, pelelangan hasil pertanian, hutan milik desa, mata air milik desa, pemandian umum, dan aset lainnya milik desa.   Aset lainnya milik desa antara lain: a.  kekayaan desa yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (“APBDesa”); b.    kekayaan desa yang diperoleh dari hibah dan sumbangan atau yang sejenis; c.    kekayaan desa yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak dan lain-lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; d.    hasil kerja sama desa; dan e.    kekayaan desa yang berasal dari perolehan lainnya yang sah. Inventarisasi Aset Desa : sekretaris desa selaku pembantu pengelola aset desa berwenang dan bertanggungjawab: a.    meneliti rencana kebutuhan aset desa; b.    meneliti rencana kebutuhan pemeliharan aset desa ; c.    mengatur penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan aset desa yang telah di setujui oleh Kepala Desa; d.    melakukan koordinasi dalam pelaksanaan inventarisasi aset desa;dan e.     melakukan pengawasan dan pengendalian atas pengelolaan aset desa.   Petugas/pengurus aset desa bertugas dan bertanggungjawab: a.    mengajukan rencana kebutuhan aset desa; b.    mengajukan permohonan penetapan penggunaan aset desa yang diperoleh dari beban APBDesa dan perolehan lainnya yang sah kepada Kepala Desa; c.    melakukan inventarisasi aset desa; d.    mengamankan dan memelihara aset desa yang dikelolanya; dan e.    menyusun dan menyampaikan laporan aset desa.   -Aset desa yang sudah ditetapkan penggunaannya harus diinventarisir dalam buku inventaris aset desa dan diberi kodefikasi. Kodefikasi yang dimaksud diatur dalam pedoman umum mengenai kodefikasi aset desa. -Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota bersama Pemerintah Desa melakukan inventarisasi dan penilaian aset Desa sesuai peraturan perundang-undangan. Bisa didefenisikan, aset desa dan inventaris desa merupakan dua hal yang berhubungan. Aset desa merupakan barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan hak lainnya yang sah. Sedangkan inventaris desa adalah daftar barang milik desa, yakni hasil aset desa yang didata, dicatat, dan dilaporkan. Kegiatan inventarisasi aset desa merupakan tugas dan tanggung jawab petugas/pengurus aset desa yang berkoordinasi dengan sekretaris desa. Dasar Hukum: 1.    UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa 2.    Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa.