Berhentilah Fitnah Billy Mambrasar, dan Biarkan Dia Kaka Napi Berkarya - Analisa - www.indonesiana.id
x

Billy

Alfin Riki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Jumat, 5 Juni 2020 12:39 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Berhentilah Fitnah Billy Mambrasar, dan Biarkan Dia Kaka Napi Berkarya

    Dibaca : 993 kali


    Tulisan Oleh: Petrus Faidiban (Profesional Muda Papua)
    Design Gambar Kartun oleh: Calvin Awarawi, Instagram: @calvindesign29


    Billy Mambrasar, seorang dari keluarga sangat sederhana di Saireri, Papua, yang kini menjabat sebagai staf khusus Presiden sudah kerap berhadapan dengan fitnah dan teror. Sebagai seorang anak Papua yang pernah diberikan pendampingan pengembangan diri oleh beliau (Panggilan Akrabnya: Kaka Billy), saya paham betul, bahwa Kaka Billy memiliki mental yang kuat.

    Fitnahan dan hoax tersebut justru membuat Billy Mambrasar terus memberikan karya yang bermanfaat buat masyarakat Papua dan Indonesia secara keseluruhan. Mental kuatnya itu ditunjukkan di salah satu wawancara media Nasional, dimana Kak Billy berkata dengan penuh ketulusan: “Saya sudah sering menghadapi hinaan sejak saya kecil dan harus berjualan kue di Kampung saya. Fitnahan dan hinaan saya saat ini, akan saya anggap sebagai ujian ketahanan Iman saya Kepada Tuhan”.

    Sebagai Staf Khusus Presiden Indonesia, yang juga anak muda Papua yang berprestasi, Billy Mambrasar telah menciptakan image dan contoh yang baik, untuk kami anak-anak Papua lain, agar terus berkarya.

    Saya mengenal betul, apa yang Kaka Billy telah lakukan sebagai pendidik dan pelatih kewirausahaan. Sejak tahun 2009, saat-saat Kak Billy telah menyelesaikan pendidikannya di ITB Bandung. Kak Billy kemudian mendirikan Yayasan Kitong Bisa, dan melanjutkan program penyiapan generasi Muda Papua untuk menjadi pengusaha handal masa depan.

    Sejak saat itu, telah lebih dari 1,000 anak Papua dididik dan dilatih oleh beliau. Banyak yang saat ini telah bersekolah di dalam negeri, di luar negeri, ataupun bekerja. Tidak sedikit pula yang memutuskan menjadi pebisnis. Sebagian besar dari mereka, adalah anak-anak Papua dari kalangan tidak Mampu, seperti layaknya latar belakang Kaka Billy sendiri.

    Atas kerja keras Kak Billy tersebut, Majelis Rakyat Papua (MRP) dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh salah satu anggotanya: Tonny Wanggai, menilai Kaka Billy merupakan sosok representasi Papua yang memberikan banyak inspirasi bagi anak muda Papua. Keberadaannya untuk membangun Indonesia melalui Papua sudah terlihat sebelum Billy Mambrasar menjadi Staf Khusus Presiden Joko Widodo.

    Saya sedih membaca pemberitaan beberapa media, seperti media online Cyberthreat.id memposting berita berjudul “Jejak Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar di Silicon Valley ala Indonesia” (3/6/20) lalu.

    Salah satu cerita yang direkayasa dalam pemberitaan tersebut, yang membuat saya yang begitu mengenal Kaka Billy untuk tidak akan pernah mempercayainya, adalah cerita tentang kejanggalan seseorang yang bernama Ravio Patra, yang penangkapannya dikait-kaitkan dengan Kaka Billy.

    Kaka Billy adalah seseorang yang berhati sangat lembut, dan penuh empati, saya sangat mengenal beliau. Saya bisa yakinkan bahwa tulisan tersebut tentu dimaksudkan untuk menggiring opini publik yang membaca.

    Yang paling membuat saya semakin menggelengkan kepala tidak mempercayai kebohongan berita tersebut, adalah adanya tuduhan bahwa Kaka Billy Mambrasar meretas akun Whatsapp milik Ravio Patra yang tidak terbukti kebenarannya. Hal itu sama sekali tidak benar.

    Kaka Billy Mambrasar telah menyampaikan, bahwa dirinya tidak mengenal Ravio Patra, dan tidak terhubung dengan individu tersebut di sosial media manapun, seperti yang diberitakan banyak media, serta tidak pernah menerima SMS dari Ravio Patra pada tanggal 21 April 2020, seperti yang diberitakan.

    Ini dibuktikan dari data rekaman SMS Kak Billy Mambrasar yang dicetak langsung dari operator nomornya, yang menunjukkan bahwa tidak ada sms yang masuk dari Ravio, atau dari nomor yang mengatas namakan Ravio, pada hari dan tanggal yang disebut-sebut media tersebut.

    Berita Kebohongan Kedua, adalah dikait-kaitkannya Kaka Billy Mambrasar dengan BIN. Bahwa saya dapat memastikan, Kaka Billy sendiri murni adalah seorang pendidik, berasal dari masyarakat biasa, dan tidak memiliki hubungan apapun dalam pekerjaan Pendidikan dan pengembangan anak muda, dengan Lembaga negara tersebut.

    Orang tua Kaka Billy juga bukan pejabat, atau orang yang memiliki kaitan dengan kekuasaan. Orang tua Kaka Billy Mambrasar, yang telah tinggal di Serui, Papua, sejak dulu, hanyalah penjual kue dan guru honor, sehingga kalau dikatakan kaka Billy, atau keluarganya memiliki hubungan dengan kekuasaan, hal tersebut merupakan sebuah fitnah.

    Berita ketiga yang membuat saya terenyuh, adalah cerita bahwa Kak Billy secara tidak formal, melakukan lobi untuk memperoleh pencairan dana sebesar 1.44 Milyar kepada Koperasi yang dimiliki oleh Kak Billy, untuk kepentingan dirinya sendiri.

    Saya dapat memastikan, bahwa Kak Blly tidak memiliki satupun koperasi, karena saya, dan kami rekan-rekan sesame anak muda Papua, sudah bertanya sendiri langsung kepada beliau, dan mengecek langsung di lapangan, dan hal itu tidak benar. Apabila ingin dibuktikan kebenarannya, dapat di cek database dari Kemenkumham dan Kemenkop UKM, tidak ada satupun Koperasi yang terdaftar, atas nama Kaka Billy Mambrasar.

    Cerita sebenarnya, adalah bahwa Kaka Billy mencoba meminta bantuan kepada Kementerian Koperasi dan UKM untuk memberikan bantuan kepada anak-anak Muda Papua yang membutuhkan permodalan untuk usaha mereka, karena rasa simpati kaka Billy ingin membantu mereka. Kak Billy begitu mencintai anak-anak Papua, dan menginginkan mereka untuk maju dan sejahtera.

    Bahwa mekanismenya sebagai berikut: apabila permodalan itu disepakati oleh Kementerian untuk membantu para pemuda dan pemudi Papua, maka dananya akan langsung mengalir dari Kementerian ke rekening para pengusaha muda Papua tersebut, apabila mereka telah memenuhi syarat. Itu semua hak perogatif Kemenkop UKM, dan tidak ada aliran dana yang akan dicairkan ke rekening Kaka Billy untuk kepentingan pribadinya.

    Saya sedih, melihat fitnahan yang disampaikan tersebut, karena kitong sebagai sesama anak Papua harusnya merasa simpati, kepada usaha yang kaka Billy lakukan untuk membantu anak-anak Milenial Papua mengembangkan usahanya. Kitong sudah melakukan apa? Kalau belum melakukan apa-apa seperti yang beliau lakukan, kenapa kitong harus begitu tega melakukan fitnahan itu?

    Maka dengan penjelasan saya diatas ini, bisa saya pastikan bahwa berita yang sebelumnya telah diposting di laman Facebook, yang ditulis oleh media online tersebut, dan di bagikan oleh beberapa oknum adalah Tidak Benar, hoax dan fitnah.

    Yang saya sesalkan juga adalah bahwa yang menyebar cerita tersebut adalah kitong pu anak-anak Papua sendiri, saya menangis sedih. Napi Billy adalah putra asli Papua yang mencoba berkarya untuk Tanah Papua, mari kita dukung dia.

    Saya begitu mengenal kaka napi Mambrasar ini, sebagai seseorang yang memiliki kejujuran dan kerendahan hati. Beliau didik oleh Ayahnya, Isaskar Mambrasar, seorang guru seumur hidup yang juga adalah penginjil untuk menjadi seorang Kristen yang kuat, yang takut akan TUHAN. Itu semua dibuktikan dengan kinerjanya bahkan sebelum dia menjadi Stafsus Presiden, dan kejujurannya yang membuat dia kemudian terpilh membantu Pak Jokowi.

    Mari kitong anak-anak Papua, belajar untuk saling mendukung ketika ada yang maju. Kitong jangan seperti filosofi Kepiting, yang selalu menarik rekannya kebawah, ketika rekannya telah naik keatas. Sekarang giliran Kaka Billy yang ada di puncak, besok giliran kitong. Dunia terus berputar, dan mari kitong selalu saling dukung.

    Buat Napi Billy Mambrasar, saya Cuma mau bilang, bahwa fitnahan akan terus datang silih berganti, akan tetapi saya meminta napi ko untuk tenang saja, dan tetap membalas mereka dengan kerja maksimal dan berkarya tulus dari hati. Keep Strong and Humble, sa pu kaka Napi!!


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Salsabila Zulfani

    1 hari lalu

    Covid-19, Membuat Tugas Auditor Menjadi Sulit?

    Dibaca : 96 kali

    Covid 19 adalah virus yang menyerang sisem pernapasan. Virus corona dapat menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat hingga kematian. Pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Hampir setiap hari ribuan bahkan ratusan korban infeksi virus corona meregang nyawa. Perekonomian negara terganggu bahkan banyak perusahaan yang harus mengurangi pegawai supaya tidak bangkrut. Dampak Covid 19 ini memang cukup banyak bagi negara terdampak. Lalu bagaimana dengan negara Indonesia?. Indonesia sudah berusaha sedemikian rupa untuk mencegah penularan virus Covid 19 ini,hingga pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ). Bekerja dan belajar dari rumah, hal ini mungkin tidak terlalu sulit sebab teknologi yang semakin canggih di masa sekarang ini. Lalu bagaimana dengan profesi yang harus bekerja turun lapang atau outdoor? Auditor misalnya?. Auditor harus menyambangi perusahaan klien sehingga dapat dengan mudah mengamati sistem pada perusahaan klien. Mengamati bagaimana SOP atau bagan alur setiap kegiatan perusahaan, seperti penjualan, pembelian dan aliran kasnya. Bagaimana auditor harus bekerja dari jarak jauh?. Strategi bagi auditor yang harus bekerja jarak jauh meliputi perencanaan audit, pemeriksaan/pengkajian dokumen, kerja lapangan/melakukan pengamatan, wawancara terhadap pihak yang terkait, dan pertemuan penutupan. Berikut penjelasan singkatnya. Perencanaan Perencanaan audit merupakan hal yang sangat penting di setiap pengauditan. Namun hal ini akan sulit jika pihak klien ada di lokasi yang jauh ataupun sulit terjangkau ( terpencil ). Sementara tahap perencanaan audit ini harus dibahas dengan klien. Informasi yang dapat dibahas dalam tahap ini adalah ruang lingkup perusahaan serta perncanaan jadwal kapan kegiatan audit akan di mulai, tak lupa memberi informasi kepada klien mengenai keterbatasan perihal proses kegiatan audit jarak jauh ini. Serta info apa saja yang akan dibagikan dan dengan tunjangan media atau teknologi apa yang digunakan. Berdasarkan kebutuhan diatas, auditor dapat menghabiskan waktu dua kali lebih banyak guna membahas perencanaan ini. Teknologi yang dapat digunakan dalam hal ini seperti vidio conference dan powerPoint untuk menyampaikan informasi/materi atau dapat menggunakan panduan visual lainnya. Pemeriksaan/Pengkajian Dokumen Pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh akan memakan waktu cukup banyak serta tak luput dari keterbatasan. Dalam hal ini auditor harus mampu menerima dokumen dalam bentuk/format apapun yang paling mudah diperoleh oleh klien sehingga dapat meminimalisir beban yang ada. Pertimbangan terkait aksesibilitas sistem file digital yang digunakan klien untuk menyimpan rekaman catatan tersebut harus diberikan. Pertimbangan strategi audit yang baik dan tepat juga harus dipikirkan oleh auditor untuk pemeriksaan ataupun pengkajian dokumen, pengambilan sampel dapat menjadi alternatif terbaik. Tergantung pada jumlah rekaman catatan yang ada. Terlepas apakah auditor memeriksa semua atau sebagian dari data yang tersedia. Tidak seperti pemeriksaan/pengkajian rekaman catatan di lokasi, pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh biasanya tidak memungkinkan untuk memberikan pertanyaan langsung pada saat yang sama. Auditor harus mencatat ataupun menulis hal-hal yang patut dipertanyakan pada klien saat melakukan proses pemeriksaan/pengkajian dokumen, dan dapat ditanyakan saat wawancara jarak jauh. Kerja Lapangan/Pengamatan Hal ini mungkin akan menjadi hal yang cukup sulit bagi audit jarak jauh, pasalnya hal ini biasanya dilakukan dengan menyambangi perusahaan klien. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan vidio conference ataupun livestreaming. Walaupun tidak terlepas dari kendala-kendala yang ada seperti ketersediaan Wi-Fi, lokasi kerja klien yang berada di tempat terpencil dan kebisingan yang mungkin akan mengganggu proses audit ini. Tidak banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan observasi jarak jauh. Sebab penayangan vidio hanya pada satu titik dan auditor akan kesulitan untuk melakukan pengamatan. Alternatif lain yang dapat diambil adalah dengan foto digital yang dapat diambil dari smartphone milik klien ataupun milik perusahaan. Hal ini dapat menimalisir kendala jaringan yang tidak memungkinkan melakukan vidio conference. Dari hasil pengamatan, audit dapat membuat catatan dan menyiapkan pertanyaan. Wawancara Terhadap Pihak yang Terkait Dalam hal ini mungkin tidak jauh beda dengan wawancara langsung, hanya perlu media penghubung seperti panggilan vidio ataupun semacamnya misalnya Google Meet, Skype dan Zoom. Auditor perlu melakukan perencanaan wawancara seperti berapa lama waktu yang diperlukan dan kepada siapa saja pihak yang perlu diwawancarai. Misalnya dengan penanggung jawab kegiatan, pemegang keluar dan masuknya kas ( kasir ), bagian gudang, penerimaan barang, dan personil lain yang bertanggung jawab dalam mendukung fokus audit. Persiapan wawancara jarak jauh membutuhkan waktu tambahan bagi auditor, serta auditor harus siap dengan daftar pertanyaan dan hal-hal terkait informasi tambahan apa saja yang dibutuhkan berdasarkan pengamatan yang dilakukan sebelumnya. Keterbatasan wawancara jarak jauh ini juga dapat terjadi ketika personil yang diwawancarai merasa canggung, gugup atau tidak nyaman dengan panggilan vidio oleh sebab itu, pemilihan kata dan penempatan intonasi yang bagus dan tepat akan dapat membuat wawancara menjadi tidak tegang. Pertemuan Penutupan Pertemuan penutupan audit jarak jauh memiliki konsep yang sama dengan pertemuan penutupan secara langsung, mungkin memang memerlukan media penghubung. Penjadwalan penutupan ini harus dipertimbangkan oleh auditor, minimal dua hari setelah melakukan wawancara. Sehingga auditor dapat mengkaji kembali catatannya dan menyusun rancangan awal hasil audit. Pertemuan penutupan ini dimaksudkan untuk mrmpresentasikan rancangan awal hasil audit kepada klien, menyelesaikan pertanyaan/permasalahan serta melakukan pembahasan lebih lanjut untuk hasil final audit, yaitu opini dari auditor. Kesimpulan yang dapat di ambil ialah penggunaan teknologi secara praktis. Inovasi dan transformasi teknologi menjadi fokus bisnis serta progam audit di seluruh dunia. Saat ini adalah saat yang tepat untuk mengkomunikasikan lebih lanjut mengenai proses audit jarak jauh. Terdapat beberapa teknologi berkembang yang dapat menunjang kegiatan tersebut antara lain vidio livestreaming, Virtual Reality ( VR ), pesawat tak berawak ( drone ) dan lainnya. Namun semua teknologi pastilah diperlukan biaya tambahan yang mungkin malah mengakibatkan auditor merugi. Jadi pilihlah teknologi yang sesuai dengan bayaran yang diterima. Proses audit jarak jauh bukanlah satu-satunya solusi yang tepat untuk semua masalah. Hal ini bukan pula sebagai pengganti pelaksanaan audit secara langsung. Namun sebagai bagian dari alternatif yang dapat dilakukan di masa pandemi ini.